Kue Cacing

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak
Lolos moderasi pada: 13 June 2014

Namaku, Acha. Aku mempunyai hobi memasak. Aku sangat suka bermain masak-masakan bersama temanku yang bernama Ginny. Dia juga suka main masak-masakan. Dulu, kami pernah memasak KUE CACING. Mau tahu ceritanya? Ayo baca dulu ceritanya.

Tanggal 14 Juli 2012
“Acha… Acha…” wah terdengar suara yang tak asing di telingaku. Ya benar! Itu adalah suara yang berasal dari Ginny.
“Ada apa, Ginny?” tanyaku sembari membukakan pintu.
“Main masak-masakan yuk!” ajaknya.
“Yuk!” seruku gembira.

Sesampainya di tempat kami biasa bermain, Ginny langsung mengeluarkan semua perlengkapan bermain masak-masakannya. Ada sendok, garpu, pisau, piring, gelas, teko, panci, kompor, spatula, telanan dan lainnya.
“Emmm kita masak apa ya hari ini?” tanyaku pada Ginny.
“Lebih baik kita masak kue cacing.” ujarnya menjawab.
“Wow! Pilihan yang tepat, NONA!” candaku. Kami pun tertawa bersama.

Aku dan Ginny pun mulai menyiapkan bahan-bahan untuk membuat kue cacing. Ginny bertugas menggali dan mengambil cacingnya. Sedangkan aku, bertugas mengumpulkan pasir dan dedaunan kering.

Kami pun memulai membuat kue cacing ketika semua bahan telah terkumpul dengan lengkap dan komplit.

Pasir-pasir yang kami kumpulkan, kami campurkan dengan air. Lalu, kami masukkan semua cacing tersebut ke dalam pasir dan air yang telah tercampur. Lalu, kami mencetaknya dengan rapi. Kami membuatnya tersusun menjadi 2.

Setelah tercetak rapi, kami menghiasnya dengan taburan bunga-buangan yang tumbuh di sekitar situ. Juga kami menambahkan taburan daun-daun kering. Tak lupa, kami menaruh hiasan-hiasan ceri, dan beberapa buah-buahan yang berasal dari perlengkapan mainanku.

Pukul 17.00, kami pulang ke rumah kami yang bersebelahan. Kami penuh kotoran. Kameraku pun, juga berlumuran pasir. Untung saja tak rusak. Memang, biasanya kami memfoto hasil karya kami agar bisa abadi selamanya.

Cerpen Karangan: Ivana Angelita
Facebook: Ivana Angelita

Cerpen Kue Cacing merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Anak Berbaju Lusuh

Oleh:
Siang ini terik sekali, matahari terlalu percaya diri hingga hari ini menjadi sangat panas. “Huhh panasnya!” keluhku. Entah sudah beberapa kali aku mengeluh dengan nikmat tuhan, seharusnya aku bersyukur

Trauma Yang Menganehkan

Oleh:
Pada waktu umurku 5 tahun aku dan keluargaku menempati rumah baru. Saat pertama kali menempati rumah baru aku belum mempunyai teman sama sekali. Pada suatu hari saat aku sedang

Kecoa

Oleh:
Malam itu rasanya badanku tertimpa batu seberat 100 ton! Pegal dan berat sekali. Ingin rasanya aku minta dipijitin Mamah, tapi kubatalkan niatku itu. Aku kasihan melihat Mamahku yang cantik

Keluarga Penyihir

Oleh:
Pagi yang cerah, aku bangun karena teriakan mamaku yang menggema di seluruh ruangan, namaku nia putri stefanny aku biasa dipanggil fanny, aku berumur 12 tahun aku mempunyai adik namanya

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

3 responses to “Kue Cacing”

  1. Rosavelana Maharani says:

    cerpennya bagus. oh.ya saya juga mau coba bikin kue cacing yang bisa dimakan.

  2. Anindia Eliza says:

    ihh ngeri! Tapi ceritanya bagus. makasih ya udah berkarya

  3. celesta alika says:

    Pendek tapi bagus ya! Ada lanjutannya gak??

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *