Kursi Terbalik

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Penyesalan
Lolos moderasi pada: 7 November 2018

Di kelasnya, Tino merupakan anak yang cerdas. Tino selalu mendapat ranking 1 atau 2. Nilainya selalu 8 dan 9.
Bertolak belakang dengan Manda. Manda adalah anak yang bodoh. Selalu saja mendapat ranking terakhir. Nilainya selalu dibawah rata rata.

“Yeee, dapat 100!!!” Tino menlonjak lonjak kegirangan. Teman teman memuji Tino. Dengan pujian pujian itu, Tino menjadi anak yang sombong.

“Manda, kamu dapat jelek kan?” tanya Tino sinis. Karena merasa terhina.
“Emang kenapa kalau aku jelek? Gak usah sombong deh! Aku bisa menyaingimu! Lihat saja nanti” bentak Manda. Manda pun berjalan keluar kelas.
“Belajar? Walau pun belajar, pasti Manda tetap jelek. Kalau aku kan tanpa belajar, tetap pintar!” ujar Tino dengan sombongnya.

Ujian semakin dekat. Manda sadar, akan kemalasannya. Ia ingin bangkit dan menjadi juara kelas. Sepulang sekolah, ia belajar, istirahat, lalu belajar lagi. Di kelas, Manda juga mendengarkan pelajaran dengan baik. Selalu mengerjakan latihan soal latihan soal. Di rumah, belajar bisa sampai 3 jam sekarang.

Sedangkan, Tino bermalas malasan. Karena merasa pintar, ia meremehkan pelajaran. “Halah, gampang mungkin!” begitu ujarnya sambil bermain game.

Saat ujian, Manda mengerjakan soal soal dengan teliti. Ia lancar mengerjakannya. Sedangkan, Tino berhasil menjawab beberapa soal, karena tak belajar, ia menjawab dengan asal asalan.

Saat penerimaan rapor, Manda mendapat ranking 1. Nilainya 100 semua, 9 nya hanya 1. Sedangkan, Tino mendapat ranking 17. Ia menyesal, ia telah meremehkan pelajaran. Dan ia juga menyesal telah menghina Manda.

“Manda, aku minta maaf ya karena aku udah mengejekmu. dan aku sadar, aku terlalu meremehkan pelajaran” kata Tino.
“Tak apa Tino, aku memaafkanmu!” akhirnya, Manda dan Tino pun bersahabat.

Cerpen Karangan: Yacinta Artha Prasanti
Blog / Facebook: santi artha

Cerpen Kursi Terbalik merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Penyesalan

Oleh:
Kini aku takut untuk menghadapi kehidupan di dunia ini, dunia yang dipenuhi dengan nafsu belaka. Aku bingung, kemana akan aku tujukan arah tatapan sinar mataku ini, sinar yang dipenuhi

Diet Cantika

Oleh:
Cantika Rahayu Martina. Seorang anak kelas 4 yang badannya gendut banget. Beratnya 58 kg. Di kelas, Cantika sering diejek Bakpau. Karena bakpau itu gendut kayak Cantika. Tapi, Cantika malah

Tak Ada Guna

Oleh:
Temaram lampu di sepanjang jalan menerangi kawasan rantauprapat. Di sepanjang jalan, beberapa orang asyik bercengkerama dan sepasang muda-mudi melintas bergandengan tangan. Di sudut lain, Klara sedang menikmati sayup-sayup angin

Dia Kakak Ku

Oleh:
“Ly, kamu baik aja kan?” Lily segera mengusap matanya yang mulai berkaca-kaca. Ia mencoba tersenyum pada Mimi, sahabatnya. “Aku baik aja kok” “Yakin?” tanya Mimi lagi. Lily mengangguk. “Pulang,

Kau dan Sahabatku

Oleh:
Namaku Cindy. Usiaku 19 tahun. Dan aku kuliah di salah satu Universitas yang ternama di Medan. Hari-hariku selalu ditemani rasa kerinduan kepada Rey, orang yang dulu pernah hampir saja

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *