Liburan ke Blitar Jawa Timur

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Liburan
Lolos moderasi pada: 30 December 2016

Pada malam hari, 14 September 2016. Pukul 8.12
Velisyia mengambil tas ranselnya berwarna putih bergaris hijau. “Kamera, buku yasin, mukena, pakaian ganti, camilan, dompet, smartphonen, buku novel dan KKPK, botol minum, juga kerudung dan bros, peniti” gumamnya seraya mengambil barang yang ia sebutin tadi. Besok, pukul delapan pagi, Kelas 5 (kelas Velisyia) sekolah International High School Islamic (sekolah Velisyia) akan berwisata ke makam presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno (bung Karno). “Velisya! kamu dah persiapin untuk besok?” tanya Ibunda dari pintu kamar Velisya. “Udah, Ibun!” Sahut Velisya. Sepeninggal Ibunda, Velisya sikat gigi, lalu berbaring di kasur yang dibalutin sprei pink gambar Love and Berry.

Tring… Tring… Tring…
Jam weker Velisyia berbunyi pukul 2 pagi. Velisya mematikan jamnya yang berbentuk teddy bear. Lalu Velisyia wudhu dan solat tahajud. Usai sholat dan merapikan alat sholatnya, Ia menyambar handuknya lalu mandi. Usai mandi, Velisyia memakai kaus warna ungu polos, rompi putih lengan panjang (perasaan semua rompi lengan panjang, deh) bertaburan Glitter yang membuat rompi itu menjadi berkilau. Celana jeans semata kaki warna biru, kerudung segiempat putih bertaburan manik-manik dan serpihan berlian (Kw) yang berkilauan, jam tangan warna ungu-pink dengan angka romawi. Tak lupa kaus kaki sebetis warna biru dan sepatu (bentuknya kayak sepatu balet) warna merah dengan hiasan bunga yang warnanya senada dengan sepatunya dan pita merah untuk mengitari pergelangan kakinya. Lalu sholat subuh. Lalu menuju ruang makan sembari mengendong tasnya. usai sarapan, “Ibun, Ayah, Velisyia berangkat sekolah dulu, assalamualaikum!” pamit Velisyia seraya menyalami telapak tangan kedua orangtuanya. “Waalaikum salam, hati-hati!” jawab Ibunda dan Ayahandanya.

Ia berjalan kaki menuju sekolah. Karena jaraknya sangat dekat. Sekitar 50 cm an. Sahabat Velisyia menunggu di depan pintu gerbang sekolah. “Hai!” sapa Velisyia. “Halo Velisyia!” sapa Fazkia, Cifra, dan Inezia. “Saya absen dulu! Adistyia Velisyia Wulantari!”
“Hadir, Ustadzah!”
“Cifra Firana!”
“Hadir, Ustadzah!”
“Donita sinva!”
“Hadir!”
“Fazkia Aoi!”
“Hadir!”
“Ginezia Hisyafa Ramadhanti!”
“Hadir, Ustadzah!” dan seterusnya.

Bus pun datang. Anak-anak segera masuk. Velisyia dan Inezia dibangku no. 1 barisan 1, Fazkia dan Cifra di bangku no. 1 barisan 2. Oya! Velisyia itu paling dekat sama Inezia, kalau Fazkia sama Cifra. “Veli, aku tuh seneng banget bisa jalan-jalan. Apalagi keluar kota!” celetuk Inezia pada Veli. Maklum, Inezia anak yang ekonominya pas-pasan. Tetapi masih bisa makan. “Kalau kamu senang, aku juga!” sahut Velisyia.

Pukul sebelas petang, mereka istirahat
Di hotel yang sudah dipesan oleh guru. 1 kamar terdiri dari 4 orang. Velisyia segera berganti pakaian dengan kaus lengan panjang merah bergambar princess sofia, celana semata kaki warna pink polos, dan kerudung rabani putih polos. Inezia, Fazkia, Cifra, dan Velisyia menonton Despicable me 2 di Televisi. Tak terasa waktu sholat Zuhur sudah masuk. Mereka wudu lalu sholat. Usai sholat, mereka bermain Monopoli Cifra. “Lagi ngapain?” tanya seseorang di depan pintu. Rupanya itu Ustadzah Nasifah. “Kami lagi main Monopoli,” jawab Inezia. Mereka bermain sampai waktu sholat Ashar. Mereka melaksanalan sholat Ashar. Usai sholat, mereka giliran mandi. Dari Velisyia, Inezia, Fazkia, dan Cifra. Velisyia memakai baju seperti tadi. Lalu ia membaca buku novelnya sembari menunggu temannya siap mandi.

15 September 2016 pukul 8.09
Mereka sampai di kawasan makam bung Karno. Mereka lalu menuju makam bung karno berada. Mereka membaca yasin dengan Khusyuk. Usai membaca yasin, mereka foto di samping batu nisan bung Karno. Juga menaburkan makhota bunga di atas makam bung Karno. Asal kalian tahu, lho di atas makam bung Karno banyak sekali bunga bertaburan. Sayangnya, mereka tak bisa berlama-lama di situ. Karena keluarga bung Karno akan datang. Di perjalanan keluar, banyak yang berjualan. Velisyia membeli gantungan kunci gambar Bung Karno, tas pensil selempang bertuliskan BLITAR, mug gambar Ir. Soekarno, kaus bergambar Bung Karno, dan buah-buahan (nanas dan apel). Lalu mereka menuju candi Penataran. Mereka sesampai disana foto-foto ria. “Sungguh pengalaman yang takkan kulupa seumur hidup!” teriak Velisyia dalam hati. Velisyia membeli topi yang sering dipakai turis asing dan gantungan kunci. Yup! Velisyia seorang pengoleksi Gantungan kunci dan Al-Qur’an.

Sesampai di rumah, pada hari jumat (karena libur), usai olahraga Velisyia menulis diary.

Dear diary, 18 September 2016
Ini liburan paling menyenangkan apalagi bersama my best friend forever.

Lalu menyimpan diarynya. ‘Ah! bangganya aku bisa kemakam pahlawan Indonesia. I love U INDONESIA!!!” Gumam Velisyia dalam hati.

Cerpen Karangan: Alyaniza Nur Adelawina
Facebook: Alya Aniza

Cerpen Liburan ke Blitar Jawa Timur merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Liburan Ke Hongkong

Oleh:
Hari ini aku bangun dengan semangat. Aku mandi, lalu sarapan bersama orangtuaku. Namaku adalah Sinta. Hari ini aku akan liburan ke Hongkong, karena ayah sudah berjanji untuk mengajak aku

Patriot Kecil

Oleh:
Rima melihat adiknya yang termenung di dekat jendela. Mengentikkan jarinya dari tadi. Sinar matahari yang sudah mulai kelihatan menyinari kepalanya. Muka sang adik tampak sedih. Rima segan bertanya kepada

Kronologi Gedung OnePiece

Oleh:
12 Agustus 2014, Mellbourne. Semua orang tampak sibuk. Berlalu lalang dengan tergesa gesa. Tak terkecuali diriku. Seorang pekerja kantoran. Tak habis pikir, aku masih terus menatap mereka mereka yang

Misteri Taman Di Rumah Via

Oleh:
“Kresek, kresek,” lagi-lagi terdengar bunyi itu. Bunyi tersebut berasal dari taman di belakang rumah Via. Belakangan ini, bunyi itu selalu terdengar setiap malam. Kebetulan kamar Via di dekat taman.

I Love You Ayah

Oleh:
Aku menunggu sambil harap-harap cemas, aku berdoa kepada tuhan “ya tuhan, aku berharap bisa melihat ayah untuk yang terakhir kalinya, aku janji akan lebih menyayanginya” kataku dalam hati. Ayah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *