Liburan Ke Telaga Sarangan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Liburan
Lolos moderasi pada: 16 December 2016

“Huft! mana sih Yuvita?!” gumam Savila seraya menatap jam tangan yang melingkar pergelangan tangannya. Savila Finsya Zalita dan Yuvita Naifah Rafsya adalah sepasang sahabat. Mereka tinggal di dusun Banyumeneng, desa Pucangan Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi, provinsi Jawa Timur. Hari ini, tepatnya hari minggu pagi, Savila dan Yuvita akan pergi ke tempat wisata, Telaga sarangan, yang berada di Magetan, Jawa timur. Mereka diantar pakai mobil Savila, dan yang menyetir adalah sopir pribadi Savila, Pak Andy. Orangtua mereka sedang reuni. Yap! Orangtua mereka bersahabat.

“Assalamualaikum, Sav! maaf lama,” ujar seorang anak perempuan behijab yang sebaya dengan Savila. Itu adalah Yuvita. “Wa’alaikum salam! Oh kamu, Yuv! tak papa,” ujar Savila. “Yuk, Sav!” ajak Yuvita. Mereka masuk mobil Ayla milik Savila. “Mau kemana, Non?” tanya pak Andy. “Ke tempat wisata Telaga Sarangan!” ujar Savila semangat. Pak Andy menjalankan mobilnya.

Di tengah perjalanan…
“Yuvita, aku denger, disana ada metik stroberi, lho…” Savila membuka pembicaraan. “Beneran, Sav!? wih, aku mau, ah…,” seru Yuvita. “Eh, gimana kalau, besok kita buat kue dan jus Stroberi? kan orangtua kita masih Reuni. Lagian juga, besok kan libur sekolah,” usul Savila. “Boleh! boleh! tapi kenapa kita besok libur sekolah?” tanya Yuvita. “Ya Allah, Yuv! besok kan, gurunya mau rapat!” ujar Savila gemas. Mereka mengobrol sangat seru.

“Non Yuvita! non Savila! bangun, kita dah sampai, nih!” pak Andy membangunkan Yuvita dan Savila yang tertidur. “Hoam… dah sampai, pak?” tanya Savila seraya menguap. “Udah, Non,” ujar Pak Andy. Yuvita dan Savila turun dari mobil. “Non, kalau mau pulang, telepon, ya!” perintah pak Andy. “Iya!” ujar Savila. Pak Andy pergi menggunakan mobil ‘Entah’ kemana.

“Brr! dingin kali, kan?!” kata Yuvita. “Iya! untung kita pakai jaket tebal,” tanggap Savila. Mereka masuk. Banyak sekali yang berjualan. Yuvita dan Savila membeli topi bundar. Yuvita warna ungu dan ada hiasan bunga dan bulu. Savila warna pink muda dan ada pita besar warna Merah. Mereka juga naik kuda, lho… Usai Naik kuda, mereka membeli 2 Good day hangat, sate ayam dan Sate kelinci. Sate kelinci itu enak, lho! ada yang pernah makan? hihihi…

Mereka duduk dipagar batu sembari melihat orang naik Speedboard. Usai makan dan dibayar (tentunya..), Mereka beli Kacang rebus. Mereka juga membeli gantungan kunci yang terbuat dari kayu. Yuvita membeli yang bentuk kucing, kupu-kupu dan menara Eiffel. Di gantungan kunci tersebut, ada tulisan TELAGA SARANGAN. Savila sama seperti Yuvita. Usai dibayar, mereka menuju parkiran. “Eh, lihat, Sav! lucu!” ujar Yuvita seraya menunjuk orang menjual barang dari kerang. Mereka menghampiri penjual tersebut. “Mau beli yang mana, Dik?!” ujar penjual itu ramah. Yuvita membeli gantungan kunci dan 3 buah bros dari kerang. Savila membeli kura-kura (yang kepalanya bisa menganggukkan kepalanya) dari kerang 2. Usai dibayar, Mereka membeli Es krim. Mereka menuju parkiran mobil. Savila merogoh Handphonenya dari saku celananya dan menelepon pak Andy. “Assalamualaikum! pak jemput saya, saya dah di parkiran, nih!” ujar Savila. “Wa’alaikum salam, non! Sip, Non! sekitar 10 menit lagi saya sampai,” sahut Pak Andy di seberang Telepon. “Ya udah, Assalamualaikum!” salam Savila. “Wa’alaikum salam, Non!” lalu Pak Andy mematikan Handphonenya. “Masih lama, Sav?” tanya Yuvita seraya menjilati es krimya. “katanya 10 menit lagi, kok Yuv!” jawab Savila seraya memasukkan Handphonenya di saku celananya. Mereka mengobrol lagi.

10 menit berlalu. Pak Andy sudah datang. Savila dan Yuvita segera masuk mobil. “Non, mau ke kebun Stroberi?” tanya Pak Andy. “Mau!!!” seru Savila dan Yuvita kompak. Pak Andy menyetir mobil menuju kebun Stroberi. Di Telaga Sarangan memang ada wisata kebun Stroberi. Kita bisa petik stroberi sepuasnya.

“Sampai!” sahut Pak Andy. “Asyik!” ujar Yuvita. Yuvita dan Savila turun dari mobil. Sedangkan pak Andy, menunggu di mobil. Mereka mengambil keranjang sebagai wadah stroberinya nanti. Mereka naik-turun agar dapat stroberi yang matang. “Ih! siapa nih, yang gigitin stroberi ini!!?” seru Savila. Yuvita menghampiri Savila. Ia melihat stroberi merah yang bawahnya sudah diperogoki orang. “Iya! jijik kali!” timpal Yuvita. Mereka mencari lagi stroberi yang matang. Setelah letih, mereka menimbang stroberi hasil petikan Mereka ke petugas menimbangnya. Yuvita memetik sekitar 40an, sedangkan Savila 30an. usai dibayar, mereka segera naik mobil, lalu menuju rumah.

“Yuv! nanti aku nginep rumah kamu, ya… tapi, bantu aku Packing-packing, ya…,” pinta Savila.
“Ok, Savila…,” ujar Yuvita. Yuvita menatap layar Smartphonenya. “Pak!”
“Iya Non Yuvita?”
“cari masjid atau mushola terdekat! soalnya dah masuk waktu sholat Dhuhur!”
“Baik, Non Yuvita!” ujar pak Andy.

Akhirnya ketemulah masjid terdekat. Mereka segera turun, mengambil wudhu, lalu sholat Dhuhur. Usai sholat, mereka menuju jalan pulang. “Eh, Sav!” panggil Yuvita.
“Apa!”
“kan di rumahku gak ada makan malam, gimana kalau beli Super bubur?”
“Hmm… sip!” ujar Savila.
“Pak, mampir ke Indomaret itu (sambil menunjuk Indomaret di depan),” Pinta Savila. “Ok!” Jawab pak Andy singkat. Sesampai di depan toko Indomaret, Kedua Sahabat itu turun dari mobil, lalu masuk ke dalam toko. Yuvita membeli rasa ayam sedangkan Savila rasa Kari Ayam. Usai dibayar, mereka pulang.

“Alhamdulillah, sampai!” keluh Yuvita.
“Non, saya pamit pulang,” ujar pak Andy.
“iyah, pak! makasih, ya…,” ujar Savila.
“Iya, sama-sama!” kata pak Andy seraya berjalan menuju pulang dengan mengendarai sepeda motornya. “Yuk!” Mereka mulai packing-packing. “Sav! kamu bawa tas kopermu, aku bawa tas ranselmu,” perintah Yuvita. Ia menggendong tas Ransel Motif polkadot milik Savila. “Terserah,” ujar Savila sambil tersenyum. Ia menggeret tas ranselnya warna merah polos. Mereka menuju rumah Yuvita. Sampai kamar Yuvita, mereka beres-beras. Usai beres-beres, mereka mandi, pakai pakaian, dan sholat Ashar. Usai Sholat, mereka mengobrol di kamar Yuvita. “Wuih, tadi tuh, Seruuu buanget!” celetuk Yuvita. “He-eh,” timpal Savila.

Tak terasa, mereka mengobrol sampai waktu Sholat Maghrib. Mereka Sholat Maghrib. Usai Sholat, mereka segera membuat bubur. Mereka makan di ruang makan. Usai makan, mereka menuju Ruang main Yuvita. “Sav, uangmu tinggal berapa? kalau aku sekitar 9 jutaan,” tanya Yuvita. “Sama kayak kamu,” ujar Savila enteng. Mereka disakuin orangtuanya 10 juta. Mereka itu orang berada atau bisa dibilang orang kaya. Meskipun begitu, mereka tak pernah dilewatkan oleh kasih sayang orangtuanya.

Mereka bermain sampai waktu sholat Isya. Mereka melaksanakan Sholat Isya. Usai Sholat, mereka cuci kaki dan sikat gigi, lalu tidur. “Heh! woy! bangun, Sholat Subuh dulu!!” Yuvita membangunkan Savila. “Huh! Iya! iya! aku bangun! Hoamm..!” ujar Savila kesal. Setelah wudhu, mereka Sholat Subuh. Usai itu, mereka mandi. Yuvita memakai Baju Dress selutut lengan panjang warna pink agak tua gambar bunga warna-warni, terdapat pita warna merah yang melingkar di pinggangnya, di lengannya terdapat renda warna ungu. Celana Legging Semata kaki warna Abu-abu polos. Lalu memakai hijab warna senada dengan bajunya berhias mutiara, payet-payet yang memantulkan cahaya matahari, dan renda-renda. Dan terakhir, Kaus kaki putih polos dan sepatu olahraga warna pink-abu-abu. Kalau Savila, manset warna Hitam, Celana Semata kaki warna putih gambar buah ceri, jilbab abu-abu polos berhias renda-renda warna putih, kaus kaki putih polos, dan sepatu olahraga warna ungu tua. Savila menyukai warna gelap. Yuvita mengeluarkan sepeda warna hijau gambar daun dari bagasi. “Yuv, antari aku pulang, aku mau ambil sepeda!” pinta Savila. Yuvita mengangguk.

Sampai dirumah Savila, Savila mengambil sepeda lipatnya warna Ungu tua. Lalu mereka keliling dusun. Mereka pulang ke rumah Yuvita. “Ayok!” seru Yuvita. “Ngapa?” tanya heran Savila. “Cek elah! pikun kamu! kan mau buat kue dan jus stroberi!”ingat Yuvita. Mereka pun membuat kue dan jus Stroberi. Usai jadi, mereka makan diruang makan. “Pengalaman ini menyenangkan kali, ya! apalagi sama sahabatku,” ujar Yuvita seraya menyuapkan kue ke mulutnya. “Yap!” timpal Savila. Mereka hening sejenak. “INI ADALAH LIBURAN PALING MENYENANGKAN!!!” teriak Savila dan Yuvita kompak. Mereka tertawa bersama. Hmm… pagi yang menyenangkan buat Savila dan Yuvita!.

Cerpen Karangan: Alyaniza Nur Adelawina
Facebook: Alya Aniza

Cerpen Liburan Ke Telaga Sarangan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Dream World

Oleh:
“Key, aku sangat penasaran dengan markas pink di taman dekat rumahmu itu!” Seru Kalissa tiba-tiba. “Ya, aku juga. Anehnya, semua orang tidak melihat ada markas pink di taman itu”

Dibalik Semangat Kakek

Oleh:
Hari Libur telah tiba, Aku dan keluargaku seperti biasa liburan ke rumah kakek di Bogor. Rasanya tak sabar untuk cepat-cepat bertemu dengan Kakek. Bayangan wajah kakek sudah hadir di

Menjebak Pencuri Mangga

Oleh:
Entah ide apa yang ada akan dilakukan Roni. Saat ini, ia sangat kesal dengan ulah pencuri mangga. Meskipun sudah diberi pagar berduri, pencuri masih tetap nekat “membersihkan” pohon mangga

Kirana, Aku dan Sahabatnya

Oleh:
“Nayla… Tungguuuuu…” seru seseorang dari belakang. Aku menoleh. Hmh, ternyata si Kirana. “Ada apa, Kir?” tanyaku pada Kirana. Gadis ini selalu mengikutiku. Kenapa dia nggak sama sahabatnya aja? Dia

Gigi Ompong

Oleh:
Seperti biasa, setiap pagi aku harus bersiap-siap ke sekolah. Aku dan temanku Lian namanya. Kami berangkat sekolah dengan berjalan kaki sekitar 10 menit lamanya dengan kecepatan rata-rata. Setiap di

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *