Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Wow… Museum Bank Mandiri Kembang Jepun

“ Pak aku ikut!”, rengekku suatu pagi. Aku ingin ikut bapakku ke bank,senin itu bapakku mau bergegas pergi ke bank. Kata bapakku, kalau pagi-pagi pergi ke bank agar tidak antri panjang. Kemudian kami berdua udah naik...

Rubah Tak Berekor

Di sebuah pedalaman, banyak pemburu yang sengaja memasang perangkap untuk menangkap binatang buruanya. Perangkap yang di pasang beraneka ragam, sesuai dengan buruan mereka. Ada yang kecil untuk menangkap kelinci, hingga yang...

Sawah Sahabat

Nino adalah anak dari seorang petani, walaupun kehidupannya jauh dari harta yang melimpah, Nino tetap bahagia. Setiap sore hari, Nino selalu membantu ayahnya di sawah, Nino membantu segala pekerjaan yang dilakukan oleh ayahnya....

Lidah Doni

Lidah itu lunak. Tak bertulang. Susah diatur. Semaunya saja. Beda dengan mata. Bisa dipejam. Kalau tak mau melihat. Beda dengan hidung. Bisa ditutup. Jika tak mau menghirup. Tapi lidah lain. Susah dikendalikan. Susah sekali....

Kenangan Sahabat

Aku menangis saat membaca suratnya. Dia baik sekali. Tak pandang bulu. Kenapa harus begini!? Aku sayang dia. Aku sadar, sahabatku yang terbaik. Ya, Myra sahabatku. Dia memberiku kalung perak berbandul hati yang berwarna pink...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

Leave a Reply