Lomba Menari

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Fabel (Hewan)
Lolos moderasi pada: 26 July 2018

Siang itu, Matahari lumyan sejuk untuk Kara menari dengan sayap warna putih indahnya itu.
Kara memang sangat mahir menari apalagi, Kalau menari gerakan kupu kupu. Begitu juga Ibu Kara yang menjadi idola di pelosok hutan.

Suatu hari, datanglah seekor Belalang dan Capung dari hutan tetangga yang menantang Kara untuk menari.
“Kara, tunjukan saja bila kamu mampu mengalahkan mereka.” Ucap Supi, sang Siput sahabat Kara.
“Iya, aku akan berlatih untuk lomba menari esok.” Kata Kara memastikan.

Esooknya, Kara berlatih menari di halaman rumahnya namun, Kara tidak tahu kalau Lala dan Capi mengintip dari balik semak.
“Tapi, kalau nanti Kara tau kita niru gerakanya gimana?” Tanya Capi, khawatir.
“Tidak usah khawatir, nanti kita bilang saja yang menenmukan gerakan ini yang pertama adalah kita.” Jawab Lala santai.

Saat waktu lomba telah tiba, seluruh penghuni hutan datang untuk melihat, termasuk juga Ibu Kara yang sebagai Juri di Perlombaan.
Lalu, Kara menari dengan moleknya di atas panggung, dan disusul dengan Lala dan Capi. Ibu Kara mulai heran, bagaimana Lala dan Capi bisa mengerti gerakan itu. Lala dan Capi pun juga tidak tau kalau itu adalah gerakan khas kupu kupu, ya, gerakan nenek moyang Kara.

“Sebentar, Berhenti!” Ucap Ibu Kara.
“Iya ada apa? Kenapa berhenti?” Tanya Lala.
“Dari mana kalian dapat gerakan itu, Itu gerakan nenek moyang kupu kupu.” Kata Ibu Kara.
“Hei, ini kami buat sewaktu di hutan kami ya. Jangan mengaku ngaku.” Kata Lala.
“Dari mana?! Apa bisa dibuktikan?” Ibu Kara tetap tidak mau kalah.
Setelah Lala, Capi dan Ibu Kara berdebat lama, akhirnya Kara meredakan sedikit.

“Sudah, Ibu. Biarkan saja mereka.” Kata Kara, menenangkan.
“Bagaimana bisa, Ibu biarkan gerakan itu ditiru. Itu gerakan khas kupu kupu, Nak.” Ucap Ibu Kara. Tiba tiba, Supi datang, dan berbicara pada Ibu Kara.
“Kemarin, saat saya sedang mencari makan saya melihat Lala dan Capi mengintip Kara dari balik semak. Jadi, IBu Kara menurut saya Lala dan Capi lah yang meniru niru.” Terang Supi.

Seluruh penonton sorak sorai kala mengetahui Lala dan Capi salah. Dan pada Akhirnya, Lala dan Capi pun menunduk malu dan mengakui kesalahannya.
“maafkan kami, Ibu Kara, juga para penghuni hutan. Memang kami akui kalau Kara sangat mahir di bidang menari.” Ucap Lala.
Lalu, Lala dan Capi kembali ke hutannya. Ibu Kara pun memberikan piala kepada Kara.

Jadi, hanya karena iri jangan sampai kejujuran seseorang itu hilang dan tidak boleh mengakui apa yang bukan miliknya.

Cerpen Karangan: Irsyadassabila
Facebook: a5abila[-at-[yahoo.co.id / irsyadassabila

Cerpen Lomba Menari merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Luka Pensil

Oleh:
Tak sengaja kuamati dua luka kecil masih membekas di pergelangan tangan kiriku. Luka itu bekas tusukan pensil. Baru kusadari sekarang kalau jarak di antara kedua bekas luka itu sudah

We Are Best Friend

Oleh:
Di pagi yang cerah seorang gadis duduk di ayunan, dia merasa kesepian karena baru pindah dari washington, tiba tiba dia meneteskan air mata karena dia telah meninggalkan sahabatnya yang

iPad Untuk Feyqa

Oleh:
Laptop? Blackberry? Android? Gadget canggih? Wah. betapa senangnya, kalau semua itu Feyqa miliki. Ia begitu meninginginkan handphone yang canggih seperti teman-temannya. Setiap kali teman-teman sekelasnya saling memamerkan gadget unggulan

Impianku Menjadi Pianis Terkenal

Oleh:
Hari ini hari yang kutunggu. Setelah lama menunggu. Katanya, hari ini SMP Mentari akan mengadakan seleksi untuk mengikuti lomba pianis tingkat internasional. Aku menggenggam erat tanganku yang bergerak dari

Me and My Best Friends

Oleh:
Bagiku sahabat adalah seseorang yang dapat menghiburku, seseorang yang sangat berarti dalam hidupku, karena sahabatlah orang yang selalu ada untukmu. Aku memiliki banyak teman, hampir semua orang di kelasku,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *