Make Raisin Cake

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak
Lolos moderasi pada: 2 December 2015

Namaku Alica Cintya Zahra. Umurku 12 tahun. Aku mempunyai dua sahabat yang bernama: Nisa dan Chika. Hari ini, aku dan kedua sahabatku akan membuat kue bersama-sama untuk tugs sekolah kami besok. Ibu Ranti, guru memasak kami memberi tugas membuat kue kapada kami. Kami akan membuat kue di rumahku.
“Chika, Nisa, kalian mau membuat kue apa?” tanyaku, sambil menyediakan bahan-bahan membuat kue.
“Aku membuat Red Velved Cake,” jawab Chika.
“Aku mau membuat Apple Shortcake,” jawab Nisa
“Kalau kamu mau membuat kue apa?” tanya mereka berdua balik.
“Aku mau membuat Raisin Cake,” jawabku penuh semangat.

“Raisin Cake?! Kue apa itu?” Nisa dan Chika heran.
“Raisn artinya kismis dan Cake artinya kue. Jadi, Raisin Cake artinya kue kismis,” kata Chika. Kebetulan Chika pintar sekali berbahasa inggris.
“Yap, betul sekali!” sahutku membenarkan.
“Kamu punya resepnya?” tanya Nisa.
“Iyalah, ada dong. Aku cari resep kue itu dari internet,” ucapku sambil terseyum pada Nisa dan Chika.
“Waduh, mentega, telur dan tepung terigu sudah habis,” ujarku sambil menutup pintu kulkas.

“Nisa, Chika, kalian mau tidak menemani aku pergi ke Supermarket? Soalnya, bahan-bahan kuenya sudah hampir habis,” tanyaku.
“Aku mau! Kebetulan aku juga mau pergi ke Supermaket untuk membeli bahan-bahan kuenya,” jawab Chika.
“Aku nggak mau, ah. Aku lagi malas pergi ke Supermarket. Lagi pula aku sering pergi ke Supermarket bersama Mamaku,” jawab Nisa malas.
“Iya, sudah. Yuk, Chika kita pergi,” ajakku.
“Ayo,” sahut Chika.

Aku dan Chika bergegas pergi ke Supermarket. Letak Supermarket tidak jauh dari rumahku, hanya 10 menit saja untuk pergi ke sana. Sampailah di Supermarket. Aku dan Chika segera memilih bahan-bahan kuenya. Kami berdua membeli tepung terigu, mentega, telur, gula, dan lainnya. Setelah selesai membeli bahan-bahan kue. Aku dan Chika langsung pulang ke rumahku. Sampai di Rumah. Aku dan Chika melihat Nisa sedang bermain laptopnya di kamarku. Kami berdua menghampiri Nisa. Nisa langsung menoleh ke arah kami.
“Eh, kalian. Sudah beli bahan-bahan kuenya?” tanya Nisa.
Nisa beranjak dari kasurku.

“Iya! Sudah, dong!” jawab kami serempak.
“Oh iya, sudah jam berapa, nih?” tanya Chika.
“Ini sudah jam 10.00. Masih ada waktu, kok. Ayo, kita ke dapur,” ajakku.
“Ayo!” sahut Chika dan Nisa serempak.
Aku dan kedua sahabatku memasang celemek kami masing-masing.

Kami bertiga segera membuat kue masing-masing. Dengan fokus. Aku mengocok mentega, gula, susu dan vanilli, lalu mencampurkannya dengan campuran terigu. Ku masukkan kismis dan potongan ceri. Adonan kuenya ku bentuk bulat pipih dan aku susun di atas loyang datang. Setelah itu. Aku masukkan adonan kue kedalam ovan. Adonan kue dipanggang selama 25 menit. Selesai dipanggang, aku mengeluarkan kue dari dalam oven. Akhirnya, kami bertiga telah selesai membuat kue. Kami langsung mencicipi kue masing-masing.

“Hmm… Enak! Kue buatanmu enak sekali,” puji Nisa dan Chika.
“Hehehe… terima kasih. Kue kalian juga enak,” pujiku.
Nisa dan Chika hanya tersipu malu. Setelah mencicipi kue, Nisa dan Chika pulang ke rumah masing-masing sambil membawa kue mereka.

The End

Cerpen Karangan: Zalika Melati

Cerpen Make Raisin Cake merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ayah Terhebat

Oleh:
Arin melangkah dengan cepat dan terburu-buru, dengan senyuman yang masih mengembang di bibirnya karena Arin ingin segera sampai di rumah. Setelah sampai di rumah, Arin segera masuk dan mengetuk

Tong Kosong Berbunyi Nyaring

Oleh:
Essy adalah anak yang dibilang cukup pintar. Ia baru menduduki bangku kelas 5 SD. Nilainya selalu diatas rata rata, karena ia selalu memperhatikan pelajaran yang diajarkan dengan seksama. Pagi

Keindahan Langit

Oleh:
Pada hari itu aku sedang duduk termenung dan melihat ke langit. Betapa indah ciptaanmu tuhan. Aku selalu dibuat terkagum-kagum dengan semua ciptaanmu. Betapa indah semua yang telah kau ciptakan

Bazar Buku

Oleh:
Syahla adalah Anak yang baik hati dan tutur kata lembut. Tak pernah sekalipun ia mengatakan hal kasar kepada teman-temannya, karena itu Syahla diejek teman-temannya ‘Sok Alim’. Syahla anak yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *