Malu Namaku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak
Lolos moderasi pada: 14 November 2015

“Yandi, cepat bangun!” teriak Ibuku membangunkanku.
“Ya, Bu” jawbabku sambil merapikan tempat tidurku

Hari ini adalah hari pertamaku masuk sekolah di bangku SMP. Selesai merapikan tidur, aku segera bergegas mandi, kemudian memakai seragam dan makan. Aku melangkahkan kakiku menuju sekolah yang berjarak kurang lebih 200 meter.
“Hay, Yandi” sapa Roni.
“Hay Ron, baru berangkat nih?”
“iya nih, ayo cepat!”

Sesampai di sekolah aku langsung menuju ke kelasku.
“kring kring kring” bel masuk sudah berbunyi. Sekarang jadwalnya memperkenalkan diri, aku ditunjuk untuk maju pertama. Dengan hati dag dig dug aku maju ke depan.
“Perkenalkan namaku Yandi Krekel,” baru selesai menyebut namaku, tiba-tiba semua teman-temanku tertawa terbahak-bahak. Aku aku sangat malu dan ingin bertanya pada Ibuku mengapa aku diberi nama Yandi krekel.

Jam menunjukkan pukul 12.00 bel pulang pun sudah berbunyi, aku bergegas untuk segera pulang.
Sampai di rumah, aku langsung bertanya pada Ibuku.
“Bu, kenapa sih Ibu kasih nama ke aku Yandi krekel?”
“Kenapa kamu tanya begitu yan?” jawab Ibuku.
“Abis tadi aku ditertawain teman-temanku bu”
“Ibu kasih nama itu juga ada sejarahnya yan”

“Apa Bu?”
“Jadi begini, saat itu Ibu sedang hamil 8 bulan, kondisi ekonomi keluarga sangat krisis, Ayah entah di mana, dan pada akhirnya Ibu mutusin untuk jualan nasi krekel, dan sampai akhirnya Ibu dapat melahirkan kamu dengan selamat, karena itu Ibu memberi nama Yandi krekel agar Ibu selalu teringat akan kejadian itu” cerita Ibuku.
Aku termenung sesaat, dan entah kenapa seketika aku merasa bangga dan tidak malu lagi dengan namaku.

The End

Cerpen Karangan: Yoyonfauzi

Cerpen Malu Namaku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Si Manis

Oleh:
Hari ini adalah hari minggu pagi, tepatnya masih pukul 07.00 Wita. Aku bangun dari tidurku yang nyenyak dan pergi membasuh wajahku yang masih lembab ini. Di meja makan, ibu

Salah Sangka

Oleh:
Anak perempuan itu selalu menyita perhatianku, bukan karena wajahnya, atau bentuk tubuhnya, tapi rambut kribo yang tumbuh besar seperti pohon dicat hitam. Aku tak kenal dengannya sejak kami duduk

Naura Dan Peri Air

Oleh:
Naura adalah anak yang pintar, cantik dan tinggi. Ia selalu mendapat peringkat pertama di kelasnya. Tinggi badannya mebuat semua orang tertipu. Banyak yang mengira Naura sudah berada di kelas

Penyesalan Dita

Oleh:
Mia adalah murid terpintar di kelas 5. Ia selalu mendapat peringkat 1. Ia juga mahir menyanyi, maka tidak jarang ia menang dalam kontes menyanyi. Dengan prestasi yang diraihnya, tentu

Seruling Ajaib Dimas

Oleh:
Matahari bersinar dengan teriknya. Dimas, Bagas, Satria, dan Ludvi berjalan pulang sekolah menuju rumah Ludvi. Mereka akan mengerjakan tugas kelompok. Saking panasnya, Bagas mengeluh, “Mataharinya panas banget. Dimas, jajanin

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *