Masakan Anissa

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak
Lolos moderasi pada: 15 July 2017

Namaku Anissa Ramadani. Aku tidak suka memasak, menurutku memasak itu sulit sekali, kalau memasak aku selalu gosong, hambar atau keasinan.

Hari ini pelajaran yang paling tidak aku sukai yaitu memasak. Kali ini Bu Chandra guru memasak sekolahku menyuruh kami untuk memasak telur dadar gulung nasi merah saus mayonaise dan saus sambal, itu susah sekali, menurutku! “Anissa Ramadani silahkan memasak” kata Bu Chandra, kali ini giliranku aku sangat deg-degan. aku mulai memasak ternyata telurnya kegosongan, saus ya kebanyakan, rasa telurnya asinnn banget, sosisnya gosong anyep dan pahit. “Aduh kok kayak gini ya susah banget” kataku mengeluh, “kayak gitu susah gampang banget kali” kata Sarah, aku hanya diam saja.

Saatnya pengumuman nilai.
“Diana 83, Aisyah 78, Nabilla 84, Vina 79, Miranda 74, Salsha 82, Reny 73, Fesya 75, Sarah 92, Nadia90, dan kamu Anissa nilaimu tomat bolong alias noI” kata Bu Chandra dengan nada marah.

Sesampai di rumah aku dipanggil ibu untuk makan siang bersama keluargaku. Hari ini makan siang dengan menu sup sayuran dan ayam, tempe goreng dan tahu goreng.
“Anissa kamu harus mencontoh Kak Aliya pialanya hampir membanjiri rumah sedangkan kamu tidak punya satu pun piala” kata ayah tiba-tiba, aku pergi ke kamarku sambil menangis dan mengunci pintu. “Ayah jahat!” kataku, aku memang tidak Bisa apa-apa tapi kenapa aku selalu dibandingkan dengan kak Aliya. “Nisa tolong buka pintunya” kata ibu dari luar pintu, aku diam saja, “Nisa ayo buka pintunya” kata ibu lagi, tapi aku tetap diam saja, lagi-lagi ibu memanggil, “ibu tidak suka denganku kan, kalau ayah membandingkan aku dengan kak Aliya pasti ibu juga setuju” kataku tidak tahan,
Aku tetap tidak membuka pintu karena hari ini libur aku juga masih sebal dengan orangtuaku. Aku mandi dan main laptop, “Nisa sarapan nanti sakit lho” kata ibu, aku masih punya roti tawar di kamarku jadi aku makan roti tawar saja. “Nisa buka pintunya dong” kata Salsha, “ya” kataku.

Aku membuka pintu dengan malas ternyata ada Diana, Nabilla, dan Salsha. “ini, kamu sarapan dulu kita udah masakin bubur ayam buat kamu lho” kata mereka, “ya aku makan deh” kataku.
“Enak masakan kalian, aku boleh diajari tidak?” kataku, “tentu kami akan ajari kamu” kata mereka, “aku masih sebal sama ayah aku selalu dibanding-bandingkan dengan kak Aliya, sedangkan kak Aliya selalu dipuji. aku kan iri” kataku, “itu untuk kebaikanmu Anissa” kata Salsha, “ya sudah ayo kita ke dapur kita akan ajari kamu memasak mumpung ayahmu masih kerja dan kak Aliya masih di rumah kak Gheda” kata Diana, “oke” kataku.
“Kita akan memasak nasi goreng kornet spesial” kata Nabilla berlagak seperti Chef, “bahannya apa saja?” kataku bertanya, “bahannya bawang putih, garam, merica, bawang merah, kecap manis, nasi, sosis, tumbar, kornet, dan telur”.

Aku mulai belajar memasak, dan akhirnya jadi deh! “aku cicipi dulu ya!” kata Nabilla, “rasanya asin sekali tapi tidak apa karena kita harus tetap berusaha” kata Nabilla, “iya betul yang dikatakan Nabilla” kata Salsha dan Diana.

Aku berusaha terus agar bisa memasak dan akhirnya aku berhasil!. “Bu tolong cicipi masakanku kwetiaw goreng kornet spesial dan roti gulung isi vla” kataku, “enak banget rasanya pas mungkin keahlianmu di bidang memasak” kata ibu, “mungkin ya bu” kataku, “nanti ibu akan daftarkan kamu di ekstrakurikuler memasak” kata ibu, “oke bu di situ juga ada Diana dan Vina” kataku, “nanti ibu tanyakan ke ayah dulu kamu siap-siap aja” kata ibu, “oke bu” kataku.

Aku mengganti bajuku dengan kaus lengan panjang, celana panjang dan kerudung warna putih. “Ayah mengizinkan, kita berangkat yuk” kata ibu, “let’s go!” kataku.

“Mbak saya ingin mendaftarkan anak saya di sini” kata ibu berbicara dengan seorang mbak-mbak yang ternyata bernama Cindy, “Oh ya namanya siapa dik? kelas berapa? tahun dan tanggal lahirnya berapa? sekolah di mana? alamat rumahnya dan nomor telphone. “kata mbak Cindy, “nama saya Anissa Ramadani, kelas V SD, tahun dan tanggal lahir saya 14 Januari 2006, saya sekolah di Jakarta Elementary School, alamat rumah Jln. Bunga, No 06, RT 03, RW 10, Kelurahan Melati, Kecamatan Duku, No Telp handphone 084712407 321, No Telp rumah 0243789002132” kataku panjang lebar, “biaya pendaftarannya RP 100.000,00” kata mbak Cindy, “oke bisa dimulai sekarang tidak” kata ibu, “bisa, silahkan ke ruang Violeta” kata mbak Cindy, “ya sudah ibu tinggal dulu ya nanti ibu jemput jam 17.00” kata ibu, “oke” balasku.

Aku memasuki ruangan Violeta diantar mbak Cindy. “Halo aku murid baru disini namaku Anissa Ramadani!” kataku memperkenalkan diri.
Di ruang Violeta terdapat 6murid ditambah aku jadi 7 semuanya kelas V, di situ juga ada Diana dan Vina. “Kali ini kita akan membuat Cake keju leleh Mozarela” kata guru ruangan Violeta, Bu Dena.
Aku mulai memasak Cake keju leleh mozarela susah tapi seru!

Setelah beberapa menit Cake keju leleh mozarela milikku telah jadi, saatnya Bu Dena menilai Cake keju leleh mozarela. Meila 86, Gisella 90, Viranda 84, Vina 86, Diana 85, Carmella 87, dan Anissa kamu 93″ kata bu Dena, “hore” kataku senang.

“Ada apa sih kok rame banget?” kataku bertanya pada Nayla teman kelas VB, “Itu mau ada lomba masak di gedung serba guna sekolah kita antar SD” kata Nayla, “Oo kapan diselenggarakannya?” kataku bertanya lagi, “tanggal sepuluh bulan Mei, kalau kamu berminat kamu bisa mendaftar di Bu Christine atau Pak Johan” kata Nayla, “oke makasih Nay” kataku berterimakasih, “sama-sama Anis” kata Nayla.
“Sepertinya aku berminat, nanti kalau pelajaran telah usai aku akan mendaftar ke bu Christine” kataku dalam batin.

Pelajaran telah usai aku segera mendaftarkan diri untuk lomba memasak antar SD.
“Oke Anissa biaya pendaftarannya gratis dan ini kaus untuk kamu pakai saat lomba nanti” kata Bu Christine, “Oke Trimaksih bu!” kataku.
Setelah mendaftar aku segera pulang karena Pak Gerry sudah menjemputku.

“Ibu besok tanggal sepuluh aku ikut lomba memasak di sekolah bu aku sudah mendaftar” kataku, “boleh kok semoga saja kamu beruntung” kata ibu,
Kemudian aku tidur siang dan bermimpi indah.

“Hoam!” aku menguap, setelah aku bangun dari mimpiku yang indah aku segera mandi. Setelah mandi aku Chatingan sama Ghea sahabat penaku. Inilah Chatinganku dengan Ghea

“Ghe aku tanggal sepuluh Mei mau lomba lho, minta doa ya biar besok juara” kataku
“Pasti aku doakan kamu kok semoga aja juara” kata Ghea
“Bagaimana kabarmu di Bandung?” kataku
“Baik kok sekeluarga sehat alhamdulilah” kata Ghea
“Keluargaku juga alhamdulilah sehat juga” kataku
“An apa sih cita-citamu?” kataku
“Aku ingin menjadi Chef terkenal di dunia”
“Kalau aku ingin menjadi dokter” kata Ghea
“Wahh keren cita-citamu, ya sudah udahan dulunya Ghe, bye!” kataku
“Cita-Citamu juga keren kok, ya sudah aku juga sudah dipanggil mamaku, bye Anissa” kata Ghea menghakiri
Aku mengakhiri Chatku dengan Ghea dan aku turun ke bawah untuk berkumpul bersama keluargaku.

Akhirnya hari yang aku tunggu telah tiba karena hari ini pertama kali aku mengikuti lomba. Aku memakai seragam yang telah diberikan bu Christine, saatnya aku berangkat!
Setelah sampai aku menemui Diana yang kebetulan ikut lomba memasak ini.
“Bagi yang mengikuti lomba ini silahkan menuju tempat untuk memasak sesuai nomor urut anda” kata seorang MC. Aku segera menuju tempat aku memasak dan akhirnya lomba pun dimulai.

TEEET, bertanda kalau lomba sudah selesai, aku pun menyerahkan masakanku pada dewan juri.
Hatiku berdegup kencang, keringat dinginku bercucuran saat pengumuman pemenang lomba. “juara harapan tiga diraih oleh Diandra Veronica, juara harapan dua diraih oleh Maira canthika, juara harapan satu diraih oleh Cassandra” kata MC “dan juara ketiga diraih oleh Amelia Layla, juara kedua diraih oleh Anissa Ramadani dan juara pertama diraih oleh Malika Oliana” kata Mc melanjutkan. Hore aku juara dua! kataku. Aku segera menuju ke panggung untuk menerima piagam, hadiah, dan piala.

Walaupun aku hanya juara dua tapi aku tetap puas dengan hasil kerjaku aku harus belajar memasak lebih giat lagi agar mendapatkan hasil yang lebih maksimal.

TAMAT

Cerpen Karangan: Keysha ayudinda Kinanti
Facebook: Sukendro
Halo namaku keysha ayudinda Kinanti kalian boleh Memanggilku chaca. ohya Masakan Anissa ini cerpen pertamaku. semoga kalian suka cerpenku ya!
Salam semanis madu dari chaca

Cerpen Masakan Anissa merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Budaya Kucing

Oleh:
Kisah ini adalah tentang 3 anak kucing yang tinggal di rumahku walau tanpa diundang. ya kisahnya dimulai di suatu malam yang gak hujan, tiba-tiba aku debagar suara kucing di

Terjebak Di Dunia Air

Oleh:
Airnya sangat jernih. Banyak bebatuan yang menambah keindahan danau itu. Bahkan dengan ikan ikan kecil sekali pun. Nia dan keluarganya baru saja pindah rumah. Dan di dekat rumah mereka

Mencari Teman Lama

Oleh:
Pada sabtu sore, Wilda dan Dinda pergi ke Surabaya untuk mencari teman lama mereka yaitu Rinda. Mereka berangkat dari Semarang ke Surabaya. Mereka pun pergi dengan berbekal alamat yang

Hari Tanpa Sahabat

Oleh:
Hari itu, Dina sedang marahan dengan kelima sahabatnya. Hanya karena masalah kecil yang dibesar besarkan. Yaitu tentang slime. Saat itu mereka berenam sedang membuat slime. Mereka tanding, siapa slime

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *