Masakan yang Pertama

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak
Lolos moderasi pada: 3 October 2020

Namaku adalah Salsabila Aulia Zahra. Panggil saja Salsa. Umurku 10 tahun. Hobiku adalah memasak. Tetepi aku tidak bisa memasak karena tidak ada yang mau mengajariku cara memasak.

Suatu hari di rumah….
“Bu ajarin Salsa masak dong, Bu” rengekku pada Ibu.
“Hmmm… Gimana ya?” pikir Ibu.
“Ih… Ibu, gitu deh..” dengusku.
“Ya sudah. Tapi sebentar aja, ya?” sahut Ibu.
“Iya…” kataku dengan senang.

Sesampainya di dapur…
“Kita mau masak apa Bu?” tanyaku pada Ibu.
“Bagaimana kalau kita masak nasi goreng?” usul Ibu.
“Setujuuu…” kataku dengan bersemangat.
Lalu kami mulai memasak nasi goreng.

“Ibu tinggal sebentar, ya. Soalnya ada telepon” sahut Ibu.
“Iya” jawabku singkat.

Saat Ibu kembali, nasi gorengnya sudah matang. Jadi, kami menyantapnya.
“Seperti ada yang kurang, Sal” sahut Ibu.
“Iya Bu seperti ada yang kurang” kataku mengiyakan perkataan Ibu tadi.
“Coba kamu ingat ingat lagi” sahut Ibu.

“Oh iya…!!!” kataku sambil menepuk keningku.
“Kenapa???” tanya Ibu.
“Salsa lupa memberi garam” kata Salsa

Merekapun tertawa terbahak bahak.

Cerpen Karangan: Alya Saufina Arifin
Blog / Facebook: Alya saufina

Cerpen Masakan yang Pertama merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


I Love U Mom

Oleh:
Namaku Rachel. aku memanggil mamaku adalah mami. Aku sangat sayang mamiku. Mami sudah baik sama aku. Bahkan, ngelahirin aku. Kadang-kadang aku memang suka marah. Tapi, aku tetap sayang Mami.

Ayam Mole

Oleh:
“Nadia, ayo makan siang!” seru mama dari lantai bawah. Aku bersorak senang. Waktu makan siang adalah favoritku. Apalagi menunya masakan mama. Wuiih sedap banget… Menu favoritku adalah ayam mole.

Pangeran dan Rianti Srikandi

Oleh:
Pada suatu hari hiduplah seorang perempuan baik, cantik dan selalu dipercaya oleh orang sekitarnya, yang bernama Rianti Srikandi. Pada hari itu Rianti di rumah sedang membersihkan rumah karena disuruh

Terompet Tahun Baru

Oleh:
Hanif menutupi terompet dagangannya dengan plastik ukuran besar. Langit abu-abu, mendung. Sebentar lagi hujan turun. Hari ini terompet-terompet Hanif belum terjual satu pun. Dengan sabar Hanif menunggu pembeli. Hanif

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *