Mbo Tuti, Pelatih Senam Aerobik

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak
Lolos moderasi pada: 9 September 2017

Di seberang sana terlihat perkumpulan beberapa orang yang tengah berlatih senam aerobic. Keringat terlihat membasahi tubuh mereka. Kelas lain sudah berlatih dari jauh-jauh hari, sedangkan kelasku belum pernah sekalipun berlatih. Hanya banyak bicara, tidak dengan latihannya. Rupanya hanya satu atau dua orang yang benar-benar ingin mensukseskan lomba senam aerobic. Ahh pada intinya, sulit mengiyakan semua rencana kami. Setelah pulang sekolah, pasti terlihat beberapa kelas yang berlatih. Aku pun hanya menatap mereka dengan wajah yang tak bergairah dan tak bersemangat. Mereka sangat bersemangat berlatih, sedangkan kelas hami hanya ahli merangkai kata demi kata untuk sekedar merencanakan di mana, kapan dan bagaimana.

Aku sedang termenung, berdiri di pintu. “Permisi non” kata mbo tuti. Aku pun segera beralih posisi agar mbo tuti tak terhalangi lagi. Aku segera duduk di teras depan rumah, kembali termenung memikirkan lomba yang tinggal 3 hari lagi. Mbo tuti lalu menghampiriku dan duduk di sebelahku. “Kenapa non?” Tanyanya. “Hmm. Engga bi aku hanya pusing. Lomba senam aerobic 3 hari lagi” jawabku. “Oh, lalu kenapa harus khawatir?” Tanyanya kemudian “kami belum pernah berlatih mbo, tak ada pelatihnya dan teman-temanku pun sepertinya tak bersungguh-sungguh mengikuti lomba”

Mbo tuti tak lagi menjawab, sepertinya ia sedang berfikir. “mbo bisa bantu neng, mbo sedikit bisa senam aerobic. Kalau non tak keberatan mbo bisa latih non dan teman-teman non” lanjut mbo tuti. “Ya elah mbo tak usah becanda” lanjutku dengan tertawa. Mbo tuti hanya tersenyum lalu kembali berkata “ahh non tak percaya pada mbo, ayo lihat saja” ucapnya. Mbo tuti menarikku untuk bangkit dari duduk, lalu kami menuju kamar mbo tuti. Menyalakan musik dari handphone saja, lalu mbo tuti mulai menggerakkan tubuhnya dengan enerjik. Aku hanya melongo tak percaya.

Aku memasuki kelas dengan terburu-buru, ingin segera memberitahukan berita terpenting itu. “Perhatian!!” Teriakku. Namun sebelumnya aku tertawa membuat semuaya bingung melihatku. “Kenapa sih kamu fita?” Tanya temanku citra. “Sebentar, aku sudah ada pelatih senam aerobic dan yang pastinya gratis” lanjutku dengan wajah yang meyakinkan. “Yang benar kamu?” Kata asep ketua kelas. “Ya benar, pelatihnya adalah mbo tuti, ART di rumah aku” Jawabku bersemangat. Sejenak semua diam, lalu dengan serentak tertawa. “Kau ini bercanda saja, mbo tuti orang udah tua mana mungkin bisa senam aerobik” ujar temanku mala. “Ya sudah kalau kalian tak percaya ayo kita buktikan siang setelah pulang sekolah!” Tantangku dengan nada tinggi. “Ayoo” jawab beberapa orang serentak.

Mereka semua hanya melongo, ketika melihat mbo tuti mulai menggerakkan tubuh. Senyumku merekah begitu lebar karena mereka semua terlihat terkejut melihat mbo tuti dan senam aerobicnya. Selesai sudah, setelah beberapa menit lagu hip-hop berputar. “Ahhh, kau benar fita” ujar salah seorang temanku. Aku hanya mengangguk-angguk dan tersenyum. Mbo tuti lalu ke belakang membawakan air untuk teman-temanku yang masih terlihat melongo, walau hanya sebagian. Hingga tak butuh waktu lama untuk membuat juice jeruk yang terlihat menyegarkan. “Ayo diminum” ujarku. Beberapa diantara mereka mengangguk lalu meminum juice itu, dengan ekspresi yang sama.

“Mbo, boleh bercerita kenapa mbo bisa senam aerobic?” tanyaku. Mbo tuti tak menjawab hanya tersenyum sambil membereskan gelas kosong bekas juice jeruk. “Mbo sudah sini dulu duduk bareng fita.” Ucapku kemudian yang iba karena melihat mbo tuti terus membereskan apapun yang berantakan, padahal dia masih terlihat lelah setelah senam. Mbo tuti pun duduk di sebelahku. “Jawab dong mbo!” Pintaku. “Dulu waktu mbo remaja, mbo bekerja sama seperti sekarang. Tapi majikan mbo itu pelatih senam, jadi setiap hari mbo lihat majikan mbo senam aerobik, lalu suka coba-coba di kamar dengan lagu dangdut. Nah seperti itu ceritanya.” jawab mbo tuti panjang lebar. Aku hanya mengangguk-angguk dan tersenyum.

Hari pun berlalu.
Aku bosan menunggu teman-teman yang tak kunjung datang ke rumahku. Tak ada seorang pun yang datang dari 7 orang temanku. Padahal lomba senam aerobic sudah h-2 lalu bagaimana? Semuanya membuatku bingung. Arloji di tanganku tak bosan kulirik, hingga menunjukan pukul 14:50. Berbeda dengan kemarin yang tak butuh waktu lebih dari 15 menit untuk membuat teman-temanku berkumpul di rumah. Mungkin kemarin rasa penasaran yang membuat semuanya hadir tidak ngaret seperti hari ini.

Keesokan harinya.
Sudah kukabari mereka, kalau harus segera datang ke rumahku tak ada yang boleh absen. Waktu telah mendesak, karena besoklah perlombaannya. Dan mustahil bisa menghapal gerakan dalam waktu satu hari, itu pun tidak full. Namun alhamdulillah semuanya berkumpul begitu cepat tak ngaret seperti kemarin. “Ayo mulai mbo” ucapku pada mbo tuti yang sudah siap di posisinya. Musik pun bersuara, untung saja aku sudah menghafal beberapa gerakan karena pernah berlatih dua kali. Semuanya bersemangat, hingga keringat terlihat bercucuran. Mbo tuti pun begitu. Akhirnya kami berlatih, aku menunggu waktu lama untuk menikmati latihan yang menyenangkan. kami berlatih sampai sore hari, walau lelah tapi itu semua demi lomba esok hari.

Jantungku berdegup cukup kencang. Tubuhku bergetar tak karuan. Terlihat penampilan beberapa kelas yang wow, Bagus sekali. “Sudah jangan nervous fita, kelas kita pasti menang” ujar asep. Aku hanya mengangguk, perkataan asep tadi sedikitnya membuat gemetarku berkurang. Sudah penampilan ke-9, rasanya begitu cepat melewati angka-angka sebelumnya. Begitu dekat mencapai angka 12, kelasku dengan no urut 12. tak henti-hentinya aku berdoa, apapun yang aku bisa. “Bismillah” ucap kami serentak ketika dipanggil ke atas panggung.

Akhirnya, penampilan kami selesai. Dengan lagu pernikahan Dini versi dangdut dan pendinginannya dengan lagu a thousand years. Gemetar tak bisa hilang begitu saja walau sudah turun dari panggung. Bahkan wajahku terlihat begitu merah ketika bercermin, mungkin saking nervousnya. Tapi alhamdulillah semuanya nampak lancar dengan gerakanku sendiri. Tak tahu dengan mereka, karena aku memimipin senamnya di depan. Tapi kata teman-temanku tak ada kesalahan yang begitu fatal, dan kata temanku kami terlihat rapi dalam bergerak dan juga enerjik. Aku merasa lega telah tampil. Tak ada harapan yang muluk-muluk ingin menang, karena banyak yang lebih Bagus penampilannya dan juga lebih enerjik. Tapi bismillah, semoga menjadi juara walau terlihat tidak mungkin.

“yang paling ditunggu-tunggu juara pertama yaituuu guspita sari dan kawan-kawan dari kelas 8j” tak disangka-sangka namaku disebut. Aku pun maju ke depan, hanya aku yang maju karena hanya perwakilannya saja. Aku tak ragu melangkahkan kaki menuju ke depan. Senyuman tak henti-hentinya terukir diwajahku. “Makasih mbo tuti” Ucapku dalam hati. Kalau bukan kerena mbo tuti yang melatih aku dan teman-teman, mungkin aku tak akan menerima piala.

Cerpen Karangan: Renita Melviany

Cerpen Mbo Tuti, Pelatih Senam Aerobik merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Best Friend Forever

Oleh:
Hai, namaku Cerry! Nama lengkapku Cerry Ceria. Aku mempunyai kakak perempuan bernama Cerry bahagia, biasa dipanggil Bahagia. Nama ayahku Cerry Ketawa, biasa dipanggil Pak Ketawa karena ayahku ini suka

Teman

Oleh:
Sudah hampir sebulan ini Dina memperhatikan Adi yang sangat ramah itu. Walaupun Adi adalah kakak kelas, perilakunya tak menyebalkan seperti kakak-kakak kelas yang lain. Saat ini Dina duduk di

Ketabahan Hati

Oleh:
Pada suatu hari ada seorang anak bernama Adi seorang anak yatim yang sangat ingin sekolah tetapi Ibunya yang bekerja sebagai pembantu tidak memiliki biaya untuk sekolah Adi, lalu Adi

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Mbo Tuti, Pelatih Senam Aerobik”

  1. Farman Ikhlasul Amal says:

    wah cerpenya mirip dengan kisah saya di dunia nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *