Membatik

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Budaya
Lolos moderasi pada: 23 June 2017

Ting… Ting… Ting…
Bunyi alarmku. Sontak aku segera terbangun. “Pukul 05.02!” gumamku seraya mematikam alarm. Lalu kurapikan tempat tidurku.

“Sahitha! Ayo bangun… Nanti telat les, lo…,” teriak mama dari dapur.
“Iy.. Iya Ma! Itha lagi beresin kasur, nih…,” teriakku.

Usai merapikan tempat tidurku, lalu ku mandi juga sekalian wudhu. Usai mandi dan wudhu, aku mengenakan kaos pendek warna putih polos, jaket kuning polos (tidak aku resleting), rok pendek jeans bergambar bunga, celana panjang cokelat, kerudung segiempat putih, dan tak lupa jam tangan. Lalu segera ambil mukena dan mengenakannya. Lalu kugelar sajadah, dan mulai Shalat Subuh.

Usai Shalat Subuh, aku melipat dan meletakkannya di Almari kaca. Kupersiapkan alat-alat membatik yang dikasih dari tempat les. Ya, aku ikut les membatik. Alasannya, aku sangat suka salah satu warisan Indonesia ini. Usai menyiapkan, aku menggendong tasku, lalu menuju meja makan di lantai bawah. Karena kamarku di lantai atas. Sesampainya, aku duduk di salah satu bangku dan meletakkan tas di bawah kaki.
“Nanti kamu diantar sama kakak, ya… Sekalian mau ke rumah temen,” ucap kak Laiyah, kakakku yang sedang duduk di bangku kelas 2 SMA. “Iya,” ucapku, lalu menyuapkan sarapan ke mulutku (masa ke mulut kak Laiyah, sih…).

Usai sarapan, aku mengenakan sandal. “Ma, Sahitha berangkat dulu.. Assalamualaikum…,” pamitku pada mama, seraya mencium telapak tangan kanan mama. “Iya Sayang.. Waalaikumusalam…,” jawab Mama. Kak Laiyah mengantarku menggunakan sepeda motor.

Sesampainya, aku memberikan helm yang kupakai pada kak Laiyah. Lalu aku masuk ke dalam les membatik. “Hai Itha!” sapa seseorang padaku. Ku menoleh, itu Nasyfa, sahabat sekolah dan les membatik. “Oh, hai Nas!” sapaku balik. Karena kak Athik dan kak Gheno (kakak pembimbing les membatik) belum datang, jadi kuputuskan mengobrol dengan Nasyfa. “Kata Ayfa_adik kak Gheno Nati ada pemilihan untuk mengikuti lomba seKabupaten, loh…,” ucap Nasyfa. “Iya, memang!” cerocos Ayfa tiba-tiba datang. “Eh, ngagetin aja kamu, Ay,” ucapku. “Sori dong, Sahitha,” melas Ayfa. “Tentu,” tanggapku. Kami bertiga melanjutkan mengobrol.

Tak terasa, kak Athik dan kak Gheno datang. Kami segera duduk di bangku masing-masing. “Pagi adik-adik!”, “pagi, kak,” koor semua. “Ok, sebelum membatik, kakak mau ngasih tau nih. Kakak memilih anak yang menjadi perwakilan lomba membatik seKabupaten,” ucap Kak Gheno. “Dan yang mewakili ada 5 anak. Yaitu Sahitha Hadzirah, Annasyfa Shafiqah, Ayfa Larashita Nida’ul, Yuriva Ashiratul, dan Olvira Wanda,” jelas kak Athik. “Selamat karena kepilih, ya Sahitha. Semoga bisa menang,” bisik Fizha yang berada di samping kananku. “Sama-sama. Aamiin,” bisikku pada Fizha.

“Baik, hari ini tema membatik adalah Indonesia. Terserah mau tentang flora faunanya, keindahan bawah lautnya, tempat wisata, dan lain hal sebagiannya.”

Aku membuat tema di bawah laut. Kugambar ikan yang berkeliaran di atas kain batik. Juga dibawahnya ada terumbu karang, pasir, dan rumput laut. Waktunya dua setengah jam, jadi masih banyak waktunya. Sekali-kali kulirik hasil batik Nasyfa. Ia membuat di kain batiknya gambar bunga melati, bunga anggrek bulan, dan bunga rafflesia arnoldi (bunga bangkai). Kan, bunga melati sebagai puspa bangsa, bunga anggrek bulan sebagai puspa pesona, dan bunga bangkai sebagai bunga padma raksasa atau puspa langka. Ia membuat flora Indonesia. Aku mah, hanya kehidupan bawah laut pantai Indonesia aja…

Lombanya adalah dua minggu yang akan datang. Jadi, aku sudah persiapkan sebaiknya. Malah, yang biasanya pulang les pukul 09.00 malah menjadi pukul 10.47. Tapi aku tak peduli, yang penting aku bisa mengharumkan nama Indonesia…

Inilah aku sekarang, menjadi pembuat batik terkenal di seluruh dunia. Semenjak ikut lomba tersebut, aku lolos sampai mancanegara. Aku senang sekali batik bisa terkenal sampai mancanegara. Banyak yang dari dalam maupun luar negeri yang memesan hasil batikku. Aku senang, sekarang batik semakin dicintai oleh seluruh orang di Dunia…

TERIMA KASIH

Cerpen Karangan: Alyaniza Nur Adelawina
Facebook: Alya Aniza
Maaf kalau jelek, ya…

Cerpen Membatik merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Jangan Ikut-ikutan

Oleh:
Siang hari dengan teriknya sinar matahari. Andi, anak smp kelas 1 sangat senang bermain-main dengan sepeda kesayangannya di tengah halaman rumah. Dan terkadang ia pun berkreliling-keliling di daerah sekitar

IPA

Oleh:
Hai! Namaku Heihei Wassapbero, atau panggil saja aku Heiro. Aku adalah mantan guru di SD Napayou. Nah, jadi aku akan menceritakan kejadian lucu nih! Aku ceritakan ya! Waktu itu,

Candy Land

Oleh:
Pagi telah menyapa riang. Terdengar teriakkan mama dari lantai bawah. “sayang! Ayo, turun!” “iya, ma!” jawabku. Oh ya, namaku adalah reinasya suzan tyaraputri. Panggil saja rei. Aku anak tunggal

Kejutan Untuk Daffa

Oleh:
Daffa adalah anak yang kuang mampu.ia sering diejek temannya.hari ini daffa pergi sekolah,dengan wajah yang pucat.tibalah saat istirahat daffa hanya duduk di kelas. Tetapi ada ribut-ribut di bangku Didi.daffa

Sahabat Yang Terpisah

Oleh:
“Pokoknya aku nggak mau digituin, Ra! Please!” teriakku keras. “Oke, tapi kalau begitu pertemanan kita putus sampai sini!” teriak Gita tak kalah sengit. Aku menyeringai, “Okelah, deal!” Yah, begitulah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *