Membeli Cincau

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak
Lolos moderasi pada: 26 September 2016

Di Sore yang cerah pada suatu kompleks, Amir, Fara, Tara, dan Yoyo sudah menenteng gelas untuk membeli cincau dari seorang Nenek yang biasa berkeliling lewat depan rumah Fara. Mereka selalu berkumpul dan bermain di rumah Fara saat sore hari agar tidak ketinggalan cincau yang dijajakan si Nenek.

“Itu Nek Cincau.” teriak Fara kepada Amir, Tara dan Yoyo.
“Ye.. ye.. ye.. ye.. Nek Cincau datang.” Dengan nada seadanya mereka bernyanyi menyambut Nenek penjual cincau yang masih nampak kecil menjunjung ember besar untuk wadah cincaunya, Nenek itu masih berada di ujung kompleks, belum begitu dekat dengan mereka.

Sesampainya Nenek di rumah Fara, Nenek itu berhenti dan menyendokkan cincau bergantian ke dalam gelas-gelas yang sudah dibawa Fara dan teman-temannya tadi. Betapa bahagianya mereka bisa menikmati cincau bersama-sama setiap hari.

Keesokkan harinya Amir, Tara dan Yoyo kembali berkumpul ke Rumah Fara untuk membeli cincau lagi. Tapi, hari itu tidak seperti biasanya, sudah ditunggu lama Si Nenek Cincau tidak datang, mereka kecewa dan pulang dengan menenteng gelas kosong. Hari berikutnya mereka datang lagi ke Rumah Fara berharap Si Nenek Cincau datang, ternyata Nenek Cincau tidak juga datang. Hari berikutnya, Amir, Fara, Tara dan Yoyo tetap tidak putus asa untuk menunggu Nenek penjual cincau datang.
“Semoga hari ini Nenek Cincau datang ya!” kata Fara.
“Iya, semoga Nenek datang, aku sudah ingin minum cincau nih.” kata Amir.
Setelah mereka menunggu agak lama, ternyata Nenek tidak datang juga.

“Mbeek.. mbeek..” terdengar suara kambing. Ternyata ada Pak Amin yang sedang menggembala kambing-kambingnya. Melihat Pak Amin yang sedang menggembala timbullah inisiatif Tara untuk bertanya kepada Pak Amin.
“Pak Amin, Pak Amin tahu tidak kemana nenek tukang cincau? sudah tiga hari kami nungguin cincaunya tapi gak lewat-lewat.” kata Tara.
“Nenek tukang cincau?” Pak Amin agak menyernyitkan dahinya. Dia tidak terbiasa memanggil seseorang dengan nama pekerjaan seperti itu. Setelah agak lama berpikir
“Oh, Nek Ipah ya?”
“Ya, itu mungkin. Kami tidak tahu namanya, lagi pula kan hanya satu yang berjualan cincau di kompleks ini.” Kata Yoyo.
“Saya juga tidak tahu. Saya anter ke rumahnya saja gimana?” tanya Pak Amin.
“Ya.. ya.. ya.. setuju. Berangkat sekarang ya Pak.” kata Yoyo lagi.

Di sore itu, Amir, Fara, Tara, Yoyo dan Pak Amin berjalan menuju rumah Nek Ipah.
Sesampainya di Rumah Nek Ipah, Rumah Nek Ipah sudah terbuka pintunya. Dari depan pintu sudah terlihat Nek Ipah sedang berbaring di kasur dengan wajah yang terlihat lemas, betapa terkejutnya mereka melihat Nek Ipah. Ternyata tiga hari ini Nek Ipah sedang sakit, hanya berbaring di kasur dan sesekali meminum air putih yang sudah ia masak terlebih dahulu tiga hari yang lalu, ia tidak bisa kemana-mana. Oleh Pak Amin, Nek Ipah dibawa ke puskesmas.
“Terima kasih ya Min, kamu sudah nengok saya, sudah jenguk saya. Halah..lah, saya gak tahu bakal jadi apa kalau kamu gak ke mari.”
“Bukan karena saya Nek, tapi karena pelanggan cincau Nenek ini saya jadi datang.” ucap Pak Amin.

Amir, Fara, Tara dan Yoyo hanya cengengesan melihat Nenek Cincau, mereka tidak mengira bahwa yang dilakukan mereka akan berguna bagi Nenek, padahal tadinya hanya mau beli cincau saja. Indahnya peduli pada sesama, sesekali datanglah ke rumah orang yang tinggal sendirian untuk sekadar memastikan bila keadaan orang itu baik-baik saja, jangan sampai ada orang yang merasa hidup sendirian di dunia ini.

Cerpen Karangan: Diwanti Panca Satiti
Blog: penapenyanyi.blogspot.com

Cerpen Membeli Cincau merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Best Friends Forever

Oleh:
Namaku Cassandra, aku anak yang paling suka bergaul dengan siapapun. Di kelas, aku menjadi juara kelas dan Murid paling ceria. Aku punya sahabat, namanya Daisy. Dia sangat gampang marah

Best Prend 4Ever

Oleh:
Hai, perkenalkan namaku Bruna Annondaya, but you can call me Nondya. Sekarang aku duduk di Kelas 1 SMP di Kota Malang. Ini kisahku dan sahabatku… ‘Apa sih sahabat itu?’

Jam Pengubah Waktu

Oleh:
Kring… jam weker berbunyi sekarang pukul 06.00 Adit bangun dan langsung mandi setelah itu salat dan pergi ke dapur “Bu sarapanya apa?” kata adit “ikan sarden pedes” “hore sarden

Pekerjaan Di Hari Minggu

Oleh:
Hari ini adalah hari minggu, saat aku bangun aku melihat selembar kertas di meja belajarku. kuambil kertas itu. “Surat dari siapa ini ya?” tanyaku. Saat ku Buka Surat itu

HK HT dan AT

Oleh:
Ini kisahku dan kedua sahabatku, mereka bernama Hirokawa Tsunji dan Akane Tsugiru. Oh iya perkenalkan, aku Harumi Keijino. Persahabatan kami dimulai dari kelas 4 SD. Persahabatan kami sangatlah erat,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *