Menyumbang

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak
Lolos moderasi pada: 20 August 2018

Suatu hari, Mutia mendapat pelajaran baru di sekolahnya tentang berbagi. “Kita harus berbagi pada sesama. Misalnya menyumbang di panti Asuhan. Kita akan disayang Tuhan” itulah kata kata yang didengar di telinga Mutia.

Pulang sekolah, setelah berganti baju, Mutia tiduran di kamarnya. Ia mengamati mainan mainan dan buku buku bekasnya yang tertumpuk. “Ini aku mau sumbangin ah” lalu Mutia bilang ke ayahnya “yah, baju baju sama mainan yang gak Mutia pakai disumbangin ke panti asuhan aja ya!” Ayah dan ibu Mutia membolehkan.

Esoknya, barang barang yang akan disumbangkan ke panti sudah ditata rapi di dalam kardus.

Panti Asuhan…
“Terimakasih sekali dek Mutia!” kata ibu panti.
“Sama sama ibu” jawab Mutia dengan senang.
Senangnya menyumbang pada orang yang lebih membutuhkan.

Cerpen Karangan: Yacinta Artha Prasanti
Blog / Facebook: santi artha

Cerpen Menyumbang merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Chazy yang Malang

Oleh:
Beberapa hari yang lalu, ada seekor ibu kucing yang baru melahirkan tiga ekor kucing kecil. Beberapa jam kemudian, ia pergi dengan kedua anaknya saja, yang satu ditinggalkan. Aku sering

Layangan Bumi

Oleh:
Namanya Bumi dan usianya 9 tahun. Tak bisa bermain layang-layang bahkan untuk menerbangkannya ke langit saja ia masih payah. Sering layang-layangnya berakhir dengan mencium tanah dan kemudian robek akibat

Karena Diary

Oleh:
Namaku Sabrina. Aku mempunyai dua sahabat, bernama Lani dan Alee. Alee hanya kuanggap sebatas teman karena dia selalu sombong dan memamerkan apa yang dia punya. Aku dan Lani sering

Ujian Akademi

Oleh:
Aku duduk di bangku taman. Kerajaan ini semakin sepi dan aku ditinggal sendiri. Menurut kalian tidak, karena ada pelayan di sini. Dayang istana, koki dan pekerja lainnya. Ayah kembali.

Generasi Kartini

Oleh:
Di sebuah desa kecil, di bawah kaki bukit, hiduplah 1 keluarga yang kurang mampu. Sang ayah bekerja sebagai Petani, sang ibu hanya penjual makanan di pasar yang terletak jauh

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *