Meraih Impian

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak
Lolos moderasi pada: 1 September 2015

Di suatu sore yang indah, angin bersemilir, gunung terlihat tinggi menjulang, dan awan yang bertumpuk-tumpuk seperti kapas. Vita anak pertama dan satu-satunya di keluarga itu memiliki penyakit yang parah yang sering kambuh, tetapi ia mempunyai semangat yang tinggi.

Vita duduk di bangku kelas 6 SD. Saat ia duduk di batang kayu dekat rumahnya Vita dipanggil.
“Vita.. masuk sudah sore besok kamu upacara bendera dan ada UN!” kata Bunda Lani, Ibunda Vita.
“ya.. bun” kata Vita lari menuju rumah dan langsung belajar.

“Hooaam..” Vita terbangun. Vita bersiap-siap sekolah.
Brrmm!! Bunyi motor Ayah Vita.
“Vita ayo cepetan nanti kamu terlambat!” kata Ayah Vita yang bernama Hoka.

Sesampainya di sekolah Vita berpamitan kepada Ayahnya. Saat upacara bendera berlangsung Vita pusing, beberapa menit kemudian pingsan dan dibawa ke UKS. Saat Vita terbangun, Vita menuju kelas dan mengerjakan soal UN. Selesai mengerjakan Vita mengumpulkan. Dan saat diumumkan ternyata Vita nilai paling tinggi.

Keesokan harinya, penyakit Vita kambuh dan Vita dibawa ke rumah sakit. Sampai hampir semua siswa teman sekelas Vita menjenguk Vita.

Cerpen Karangan: Areta Athayayumna Arwaa
Facebook: Lily Respat

Cerpen Meraih Impian merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cerpen Yang Tak Berguna

Oleh:
Setiap hari aku selalu membuat cerpen, sudah beribu-ribu cerpen yang kubuat tetapi ada saja kakakku yang tidak suka dengan semua cerpenku, namanya Zanet dia itu selalu memarahi aku karena

Kucing Yang Hilang

Oleh:
Hari ini aku membersihkan gudang di belakang rumah, yang nampaknya sudah layak untuk dibersihkan. Perlahan aku pindahkan barang barangnya, karena terlalu banyak jadi membutuhkan orang yang bisa membatuku memindahkan

Mengapa Baru Sekarang?

Oleh:
Pagi buta, ketika Kazuto anak usia 14 tahuan kelas 8 SMP ini masih berada dalam dunia mimpi, masih berselimut di atas ranjang tempat tidurnya yang empuk, ibunya yang berusia

Kesederhanaan Yang Indah

Oleh:
Rumahku tidak mewah ataupun indah. Melainkan hanya rumah kumuh yang sederhana. Tetapi ibuku selalu mengajarkanku bersyukur untuk menerima takdir yang diberikan oleh Allah. Namaku Putri Jelita. Panggil aku Putri.

Hadiah Bunda

Oleh:
Hei, namaku Lian. Berlian Lavender tepatnya. Pagi ini, aku siap untuk berangkat ke sekolah. Kulihat makanan lezat berjejer-jejer menungguku dengan bau lezat mereka. Bunda sudah menunggu sambil tersenyum padaku.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *