Misteri Pengirim Surat Kaca

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Jepang
Lolos moderasi pada: 7 December 2018

DingDong… DingDong…
“Hinara, tolong bukakan pintunya! Kaa-san sedang sibuk,” perintah Kaa-san(Ibu).

Gadis berambut ungu lavender sepinggang membuka pintu rumah. Tidak ada siapa-siapa. Mata berwarna ungu lavender pucatnya terbelalak, melihat sebuah paket tergeletak di bawah. Hinara segera mengambilnya. “Untuk Hinara Zushiga. Hei, itu namaku!” batin Hinara. Hinara bergegas masuk ke kamarnya. Ia merobek perlahan bungkus paketnya. Sebuah kaca berbentuk persegi layaknya kertas. Kaca tersebut terukir beberapa kata, layaknya surat. Ukirannya sangat jelas, sehingga bisa dibaca. Hinara segera membacanya.

Dear Hinara Zushiga
Halo, Hinara-chan…
Pasti kau baik-baik saja.
Aku yakin, kamu pasti kaget, menerima paketan ini? Aku yakin iya!
Oya apa kabar dengan Hanari-chan, adik perempuanmu yang imut itu?
Oya, hari minggu, kamu bisa ke rumahku, kan? Rumahku berada di depan SD KohaGakuen School, ya…
Sekitar pukul 16.25…
Aku tunggu kehadiranmu… ^_^
Hinara Zushiga

“Itu kan SD-ku! Dan rumah depan sekolah, itu rumah besar kosong itu, kan? iya?” gumam Hinara berbicara sendiri. Hari Minggu, berarti besok!
Hinara menyimpan surat kaca tersebut di laci dalam almari bajunya.

“Nii-san!” panggil Hanari, adik Hinara yang masih berusia 6 tahun. Mereka terpaut usia 5 tahun. “Ada apa, Hanari?” tanya Hinara. “Tolong temanin Hanari bermain boneka, ya..,” ucapnya dengan manja. Hinara hanya tertawa dan mengiyakan. Mereka bermain boneka.

Pukul 16.15, Hinara sudah siap. Kaus pink pucat, jaket ungu, celana biru pekat panjang membalut tubuhnya. Rambut ungunya terurai indah. Poninya bekilau tertimpa cahaya. Ia sepertinya sudah siap.

“Hinara Nii-san, mau ke mana?” tanya Hanari polos. “Nii-san ingin ke rumah seseorang, ikut?” tanya Hinara. Hinari mengiyakan dan segera berganti baju.

Tak lama, Hanari menghampiri Hinara. Baju oranye lengan panjang, rok pink tua panjang, dan rambut coklat diikat surai kuda ke arah bawah. Hinara menggowes sepedanya, dan diboncengannya terdapat Hanari. Sebelumnya, mereka sudah pamit pada Kaa-san dan Tou-san(ayah).

“Hinara-chan! Hanari Chan!” panggil seseorang di belakang. Hinara mengerem sepedanya, dan berdua menoleh ke belakang. Itu sahabat Hinara, Sharuna. “Hai, Sharuna-Chan. Sedang apa kau di sini?” sapa Hinara. “Aku baru saja mau ke rumahmu. Kamu mau ke mana?” jawab Sharuna. Rambut soft pink pendeknya berkibar. “Hinara Nii-san mau bertemu seseorang, mau ikut?” tanya Hanari. Sharuna membalikkan sepedanya mengarah tujuan Hinara. Mereka menggowes (kecuali Hanari) sambil bercerita. “Tidak biasanya! Kamu kok, tidak sama Inaka?” tanya Hinara. Inaka adalah rival Sharuna. Hampir setiap hari bertengkar, karena hal sepele. “Kata tetangganya, ia pergi,” sewot Sharuna.

Tibalah mereka di tujuan. Rumah tersebut tampak rapi. “Ini tujuanmu, Hinara-chan?” tanya Sharuna. Hinara menganggukkan kepala. “Hinara-chan!! Hanari-Chan!! Sharuna-chan!!” teriak gadis yang berada di ayunan. Gadis berambut merah sebahu lancip. Dia mengenakan kacamata oval berwarna merah. Mereka sungguh terkejut dan senang. “Karin!!” teriak mereka menghampiri gadis tersebut. Mereka (termasuk Hanari) memeluk Karin. Karin adalah sahabat mereka sejak kecil. Saat kelas 3, Karin pindah ke Amerika Serikat. Hanari kenal dengan Karin, karena dulu suka bermain di rumah Hinara.

“Sudah lama, tidak ketemu!” seru Sharuna. “Iya!” sahut Karin. Mereka pun saling bercerita. “Kamu yang kirim surat kaca itu, Karin-chan?” tanya Hinara. “Surat kaca?” tanya Hanari dan Sharuna kompak. Hinara menceritakan semuanya. Karin hanya tertawa. “Itu aku carinya sampai seminggu, lho! Itu pesan, beserta ukirannya. Aku memberi contoh kata-katanya…,” sahut Karin setelah Hinara cerita. Mereka larut dalam cerita persahabatan. Dan, sekarang Hinara tahu pengirim surat kaca tersebut.

Cerpen Karangan: Alyaniza Nur Adelawina
Facebook: Alya Aniza
Halo semua… Gimana? seru tidak ceritanya? Maaf 1000X kalo nggak seru/gaje/salah tulis (nggak tau banyak soal jepang) /abal²an/berbagai kesalahan lainnya. Ya, segitu dulu, ya… Dadahhhhhh

Cerpen Misteri Pengirim Surat Kaca merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Penghapus Permen Karet

Oleh:
“Hmm.. rasanya aku ingin memakan permen karet saja,” kata Dodo sambil mencium-cium penghapus permen karetnya. Penghapus beraroma permen karet Dodo dibeli di pasar malam sebulan yang lalu. Dodo sangat

Tiga di Dalam Tiga di Luar

Oleh:
“ayah sakit, ayah sakit, huuu, huuuu, huuuuu… Ayah sakit” ini benar-benar sakit. Tiga jahitan di dalam dan tiga jahitan di permukaan kulit keningku. Aku menangis tanpa menghiraukan orang yang

Prestasi Utama, Jujur Penting

Oleh:
Siapa sih, warga SDN Daun Asri tidak mengenal siswa yang bernama DAVID? David, siswa kelas V-A ini sungguh sangat terkenal di sekolahnya. Bukan karena prestasi, melainkan sifat-sifat negatifnya. Pemalas,

Semangat Dari Dika

Oleh:
Siswa di SDN Taliwang adalah siswa yang lemah. Tak ada ekstra beladiri. Prinsip sekolah dari Pak Kumen, kepsek SDN Taliwang yang berlebihan membuat siswa di SD itu menjadi lemah.

Karena Payung Baru

Oleh:
“Teman-teman!” Aulia memanggil kedua temanya, Radita dan Jasmine. “Apa?” jawab kedua temannya. “Lihat ini!” kata Aulia sambil membuka sebuah payung. Payung tersebut berwarna ungu muda, dihiasi gambar kupu-kupu berwarna

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Misteri Pengirim Surat Kaca”

  1. h2 says:

    Waw, sepertinya kamu penggemar naruto, ya? Hihi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *