Monyet Yang Rakus

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Fabel (Hewan)
Lolos moderasi pada: 27 March 2017

Di sebuah hutan hiduplah dua ekor kelinci yang baik dan seekor monyet yang rakus. Dua kelinci tersebut memiliki nama yang berbeda dan hobi yang sama yaitu kelinci pertama memiliki nama Si Rama dan kelinci kedua memiliki nama Si Sinta. Kedua kelinci tersebut memiliki hobi yang sama yaitu suka menanam tanaman. Dan seekor monyet yang memiliki sifat yang jelek yaitu memiliki sifat pembohong dan rakus.

Pada suatu hari dua ekor kelinci ingin menanam tanaman. Di rumah kelinci dua ekor kelinci tersebut memikirkan bahan dan tanaman apa yang akan ditanam. Pada saat itu monyet mencari makanan di dekat rumah Si Kelinci tersebut. Tapi Si Monyet mendengar obrolan yang dibicarakan oleh dua kelinci tersebut, Si Monyet pun mendekati ke rumah Si Kelinci dengan sembunyi-sembunyi.
“Loh… suara siapa ini kok sepertinya ngobrol tentang tanaman yang bisa aku makan. Kayaknya di sana suaranya”, kata Si Monyet dalam hati.

Monyet pun mendengarkan obrolan yang dibicarakan Si Kelinci tersebut. Tetapi dengan sembunyi-sembunyi Si Monyet tidak tau jika di belakangnya ada gayung yang terbuat dari besi. Gayung itu disenggol Si Monyet sampai jatuh.
“Klonteng…”, suara gayung jatuh.
“Siapa itu…?”, kata dua Kelinci.
Lalu Si Monyet melarikan diri dengan cara memanjat pohon. Tetapi Si Rama melihat Si Monyet memanjat pohon.
“Monyet sini kamu”, kata Si Rama.
“Ada apa Rama kamu kok manggil aku?”, kata Si Monyet.
“Kamu tadi mencuri dengar pembicaraanku sama Si Shinta ya?”, kata Si Rama.
“Tidak Rama aku tidak mencuri dengar pembicaraanmu”, kata Si Monyet.
“Kata siapa, aku tau sendiri kamu jangan bohong”, kata Si Sinta.
“Tidak aku tidak bohong Sinta, sumpah”, kata Si Monyet dengan alasan palsunya.
“Ya sudah tidak usah dibahas lagi”, kata Si Rama.
Dua Kelinci masuk ke dalam rumahnya lagi.

Pada keesokan hari dua ekor Kelinci tersebut menanam banyak tanaman di sebuah tanah yang kosong. Si Monyet melihat dua ekor Kelinci yang sedang menanam tanaman banyak. Si Monyet sangat senang karena dia akan memiliki banyak makanan.

Pada suatu hari tanaman yang ditanam dua kelinci tersebut sudah saatnya panen. Dua Kelinci tersebut sangat senang. Waktu Kelinci panen Si Monyet melihatnya dengan senang, Dia berfikir jika dia akan berbohong agar dikasih tanaman untuk dia makan.
“Kelinci… kelinci…”, kata Si Monyet.
“Ada apa Monyet”, kata Si Sinta.
“Boleh aku minta hasil panenmu untuk aku makan?”, kata Si Monyet.
“Kamu tadi kan sudah makan!!”, kata Si Rama.
“Tapi aku masih lapar, perutku sakit”, kata Si Monyet dengan alasan palsunya.
“Ya sudah ambil saja sampai kamu kenyang”, kata dua kelinci.
“Terimakasih”, kata Si Monyet dengan senang.
“Sama-sama, tapi kamu jangan tergesa-gesa nanti kamu tersedak loo..”, kata dua Kelinci tersebut.
“Tidak kok tenang saja”, kata Si Monyet dengan makan.
“Ya sudah terserah kamu”, kata Si Rama.
Namun saking lahapnya Si Monyet tidak tau kalau salah satu tanaman itu tidak boleh dimakan, tapi dia malah ngelanjutin makan dengan enaknya.

“Monyet jangan makan buah itu!”, kata dua kelinci tersebut.
“Kenapa kelinci?, buah ini pasti enak!”, kata Si Monyet.
“Jangan itu pedas!”, kata Si Rama.
“Tidak mungkin Kelinci, masa buah secantik ini rasanya pedas”, kata Si Monyet dengan egoisnya.
“Ya sudah kalau tidak mau dibilangin”, kata Si Rama.
Si Monyet terus menyantapnya. Tapi lama-kelamaan Si Monyet merasakan mulutnya terbakar.

“Panas… panas… air… air…”, kata Si Monyet.
“Hahahaha, kasihan delu. Itu akibatnya kalau tidak mau dibilangi dan rakus”, kata Si Sinta.
“Jangan bicara saja cepat ambilkan aku air!,” kata Si Monyet.
“Hahahaha, ini airnya”, kata Si Rama sambil membawakan seember air.
“Aduh nyesel aku nggak akan ulangi lagi”, kata Si Monyet.
“Mankannya kalau kamu dibilangi dengarkan dong dan jangan rakus-rakus”, kata dua Kelinci.
“Ya maaf, tidak akan aku ulangi lagi”, kata Si Monyet.
Akhirnya Monyet pun berubah menjadi Monyet yang baik dan tidak rakus dan menurut perkataan dua Kelinci tersebut.

Cerpen Karangan: Hesti Dwi Putri Octaviani
Facebook: Hesti Dwi Putri Oktaviani
SMPN 1 PURI MOJOKERTO

Cerpen Monyet Yang Rakus merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Choose Your Future!

Oleh:
good morning students… kata miss floey morning, kata murid murid pelajaran apa ya hari ini? tanya miss floey math, IPA, bahasa inggris, dan let’s choose your future! kata murid

Sahabat Pengkhianat

Oleh:
Ada 5 sahabat yang bernama Lisa, Lala, Verisa, Nita dan Shella. Lisa pintar menggambar, Lala pintar berenang, Verisa pintar membuat cerpen, sama juga dengan Anita, dan Shella pintar membuat

Serba Baru

Oleh:
Hai! Namaku Angeline Arina Aristha. Panggil aku Angel saja, agar lebih singkat. “Ma! Besok kan hari sabtu, jadi ke gramedia ya!” kataku. “Sip, Ngel! Oh iya, bantu Mama menyiapkan

Kisah Si Tukang Iri

Oleh:
Udara sejuk di pegunungan memang tak ada bandingannya. Sangat sangat segar. Jauh dari hiruk pikuk kota. Sebuah asrama alam yang berada di pegunungan itu tampak sangat megah di antara

Kejutan Untuk Lya

Oleh:
Hai, kenalkan, namaku Resha Farradina. kalian bisa memanggilku Echa. Hari ini, ada temanku yang ulang tahun. Namanya Cassie Aulya Fitriani, atau Lya. Aku dan sahabatku, mau memgadakan surprise untuknya.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *