Nini si Tomboy dan Jo si Feminim

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak
Lolos moderasi pada: 3 July 2014

Di Desa Krintil ada seorang anak manis bernama Nini. Dia tinggal bersama Ibu, Kakak, Adik, Kakek dan Neneknya. Ayahnya sudah meninggal. Mereka tinggal di sebuah rumah yang mewah dan besar. Walau begitu Nini tidak sombong. Sifat Nini mirip sekali dengan kakeknya yang dulu adalah pejuang kemerdekaan Indonesia.

Setiap pagi Nini selalu diajarkan kakeknya untuk berani melawan orang yang melakukan kejahatan. Saat pertama kalinya diajarkan, Nini merasa ragu. Tapi, lama-kelamaan dia menjadi pemberani. Sekarang Nini dikenal sebagai anak yang tomboy di antara keluarganya.
Nini juga disuruh oleh kakeknya untuk ikut kegiatan seperti karate.

Ouu ya aku lupa. Kalau Nini adalah anak yang baru saja pindah dari Bandung. Di Bandung Nini sangat terkenal akan keberaniannya. Preman-preman yang ada di Bandung tak berani berhadapan dengannya. Semua penjahat berhasil ditaklukkannya.

Pada suatu pagi yang sangat cerah, Nini disuruh Ibunya untuk membeli 1 kilo telur dan seikat bayam besar. Sebelum pergi, Ibu memberi denah agar Nini tidak tersesat. Sayangnya, Nini keliru menggunakan denah yang diberikan Ibu kepadanya.
Nini malah melewati jalan pintas dekat balai desa. Dia bertemu dengan seorang preman cilik yang sangat terkenal kehebatnnya bertarung di desa itu. Preman cilik itu sebenarnya adalah anak laki laki yang baik dahulunya sebelum dia menjadi anak yatim piatu. Preman cilik ini sangat disegani di Desa Krintil.

Preman cilik itu berkata, “Hei berikan uangmu!”
Dengan berani Nini menjawab “Memangnya kamu siapa? Berani sekali meminta uangku. Uang ini untuk mebeli bayam tahu!”
“Berikanlah uang itu padanya kumohon. Kalau tidak kamu akan mengalami hal serupa denganku.” kata seorang anak jalanan yang terlihat habis dipukuli dan ditendang.
“Aku tidak akan memberikan uang itu padanya. Sekalipun aku babak belur.” teriak Nini lantang.
“Wah, wah, wah rupanya kamu tidak mengetahui aku siapa ya? Kamu belum pernah bertemu jagoan dari Desa Krintil, ya? Namaku Jo. Rasakan salam perkenalan dariku.” ujar Jo sambil melakukan aksinya yang sangat menyakitkan.
Dengan sigap, Nini menahan tangan itu dan memelintirnya keras sekali. “Aku terima perkenalanmu. Namaku Nini. Rasakan juga jabatan tanganku ini ya.”
Pelintiran itu, membuat Jo berteriak seperti seorang anak perempuan.
“Sekarang biarkan aku lewat dan jangan coba-cobalagi mengganggu anak yang kamu anggap lebih lemah.”
“Ba.. baiklah, tapi bolehkah aku berkenalan denganmu tanpa kamu harus memelintir tanganku ini hiks hiks?” Jo merintih seperti anak perempuan dan dia juga menangis seperti anak perempuan. Sama sekali tidak terlihat, dia jagoan dari desa Krintil, yang selalu dibanggakan. Dia malah terlihat seperti anak laki laki yang sangat feminim.
“Tentu saja boleh. Namaku Nini. Aku mau ke pasar dan membeli sikat besar bayam dan 1 kilo telur. Ibuku mau membuat pizza bayam kesukaanku. Rasa sedap sekali. Makanan ini hanya Ibu dan Nenekku yang bisa membuatnya dengan sangat sempurana dan tertata rapi.”
“Bolehkah aku menemanimu ke pasar dengan imbalan sepotong pizza?” pinta Jo kepada Nini.
Nini tersenyum dan mengangguk. “Tentu saja boleh.”
“Ohh ya aku lupa. Namaku Jo.” ujar Jo sambil tersenyum manis seperti anak perempuan.

Sejak perkenalan unik itu, Nini dan Jo menjadi sahabat akrab. Jo juga telah diangkat oleh keluarga Nini untuk menjadi keluarga mereka. Sekarang Nini dan Jo telah bersaudara. Setiap hari libur Nini dan Jo selalu diajarkan kakek untuk berani melawan kejahatan. Kini hal yang paling penting adalah Jo tidak suka lagi mengganggu anak yang dianggapnya lebih lemah. Sekarang dia tampak feminim dan Nini tampak seperti anak tomboy sejati. Jo juga selalu meminta maaf kepada orang lain kalau sudah berbuat salah. Dia takut kalau Nini melihat nanti tangannya dipelintir lagi deh. Hi hi hi.

Cerpen Karangan: Ivana Angelita
Facebook: Ivana Angelita
Halo semua! Namaku Ivana Angelita. Panggil saja Lita. Umurku 11 tahun. Salam kenal aja ya!

Cerpen Nini si Tomboy dan Jo si Feminim merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Jejak Kaki Bapak

Oleh:
Adzan Shubuh telah berkumandang. Merdu sekali suaranya. Membuat para kaum muslimin menikmati merdunya suara dari Masjid. Ya, Masjid. Masjid adalah tempat beribadah kaum muslim. Termasuk aku. Aku mengikuti langkah

Menghargai Makanan

Oleh:
Malam itu dalam sebuah rumah minimalis tampak seorang wanita paruh baya sedang menyajikan makanan di atas meja. Wanita itu mengatur menu makanan yang disajikannya dengan rapih dan sederhana. Dua

Sahabat Sejati

Oleh:
Hai namaku Michael Alyesha. Aku masih duduk di bangku kelas tiga SD. Aku mempunyai seorang sahabat ia bernama: Chika jessi, namun aku seiring memanggilnya dengan sebutan chika. Hari-hariku selalu

Sahabat Yang Terpisah

Oleh:
“Pokoknya aku nggak mau digituin, Ra! Please!” teriakku keras. “Oke, tapi kalau begitu pertemanan kita putus sampai sini!” teriak Gita tak kalah sengit. Aku menyeringai, “Okelah, deal!” Yah, begitulah

Maafkan Aku Sahabat

Oleh:
Alesya Namira namanya. Alesya mempunyai sahabat bernama Anggi Fatinah. Alesya dan Anggi bersahabat sejak tk. Sekarang mereka telah kelas 4 SD. Suatu hari, ada anak baru yang bernama Ratna

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

2 responses to “Nini si Tomboy dan Jo si Feminim”

  1. Sintina Velolina says:

    Lita, cerpenmu ini diambil dari KKPK ya? tapi tetap bagus kok. agak diganti dikit ceritanya. jadiny.agak beda. bagus>_<

  2. Fathiya Hasna.K. says:

    Maaf mksudny kkpk yg jdulny apa ya???soalny aku ska kkpk bngt,,,,aku pny 11 drmh???

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *