Odol Pedes Bikin Gemes

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak
Lolos moderasi pada: 4 July 2017

Hai namaku arika putri denata. Panggil aku rika ya. Aku masih duduk di kelas 1 sd.

“dek rika ayo makan malam dulu” ajak mama.
“Siap mama!” kataku sambil hormat.
Kami pun segera makan

Aku, mama, papa pun sudah selesai makan malam.
“Alhamdulillah, sudah kenyang. Pah, mah aku mau tidur dulu yaa” kataku sambil turun dari kursi makan.
“Eitts jangan lupa, sebelum tidur kita harus sikat gigi dulu” kata mama menasihatiku.
“Oh iya lupa, tapi aku sikat giginya sama mama, papah yaa” pintaku.
“Iyaaaa” jawab mama papa.

Kami pun segera menuju, aku segera mengambil odol berasa, rasanya stroberi.
“Lho, dek rika kan sudah SD, jangan pake odol berasa lagi dong, pake odol ini” kata mama seraya menyodorkan odol rasa mint.
Mau tidak mau aku harus menyikat gigi dengan odol itu. Tapi ketika aku menggosokkannya ke gigiku…
“Hahhhhhhh, pedes!! Pedesss!! Air!! Air!!” teriakku, aku pun segera mengambil air dan berkumur kumur, rasa pedas itu pun hilang. Mama dan papa hanya tertawa melihat tingkahku.

Cerpen Karangan: Syafaat Dinihari

Cerpen Odol Pedes Bikin Gemes merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sahabat Yang Sebenarnya

Oleh:
Tessa adalah anak yang terlahir dari sebuah keluarga miskin. Ia ada kesalahan tulang di kakinya dan tidak bisa berlari. Tidak ada yang mau berteman dengan Tessa. Ia mendapatkan beasiswa

Akademi Melukis

Oleh:
“Tanya!” Dista sahabatku sepertinya terburu buru “Hai, Dis” jawabku menyapa “hai juga. Aku lelah sekali mencarimu. Apa kau suka dengan melukis atau semacam kegiatan melukis?” tanya Dista “ya, aku

Guru

Oleh:
Hari ini aku kembali mengingatnya.. sesosok pahlawan tanpa tanda jasa yang telah tiada, ibu ke dua bagiku, guru ku yang tercinta, yang bernama Ibu Teti Khodijah. Beliau adalah sosok

Jujur Itu Membawa Berkah

Oleh:
Pada suatu hari, di sebuah kota besar hiduplah sebuah keluarga kaya raya yang terdiri dari pak dodi, bu wina dan anaknya perempuan bernama tania. Sore itu, bu wina bersama

Kesederhanaan Yang Indah

Oleh:
Rumahku tidak mewah ataupun indah. Melainkan hanya rumah kumuh yang sederhana. Tetapi ibuku selalu mengajarkanku bersyukur untuk menerima takdir yang diberikan oleh Allah. Namaku Putri Jelita. Panggil aku Putri.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *