Olimpiade Matematika

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak
Lolos moderasi pada: 21 December 2012

“Selamat pagi,Bu.” Sapa Alika kepada Bu Latifah sambil menunduk.
“Selamat pagi. Kenapa kamu terlambat Alika?” Jawab Bu Latifah sambil bertanya kepada Alika.”Mmmaaf bu, saya bangun kesiangan,” Jawab Alika terbata-bata. ” Oh ya sudah, duduk sana! Lain kali bangun pagi ya agar tidak terlambat.” Jawab Bu Latifah sambil tersenyum.”Baik,Bu.”

“Alika, tolong dong bantu aku tentang cara soal nomor 2 dong..!” Pinta Rayya sambil memasang muka melasnya. “Oh yang nomor 2. Sini-sini aku bantu” Jawab Alika sambil mengajari Rayya cara untuk mengerjakan soal nomor 2.
Ya, selama ini Alika memang dikenal sebagai bintang Matematika dikelasnya.Setiap ada soal yang susah, murid-murid yang lain selalu bertanya kepada Alika,termasuk Rayya.

“Anak-anak ibu ingin memberitahukan tentang Olimpiade Matematika” Ucap Bu Latifah . “Hah yang bener Bu?” ucap Alika sambil terkejut.
“Iya Alika. Ibu akan memilih 3 anak dengan nilai tertinggi pada test yang akan Ibu bagikan untuk mengikuti Olimpiade Matematika ini.”Jawab Bu Latifah karena Alika bertanya. “Oke,sekarang kita mulai testnya.” Ucap Bu Latifah mengejutkan anak muridnya.

Waktu untuk menjawab soal Matematika dari Bu Latifah pun selesai. Sekarang, Bu Latifah akan membacakan nilai anak muridnya.

“Alisia Rayya Ananda 98”
“Cintya Nurul Faridha 75”
“Eleora Chairisty 88”
“Gio Putra Pratama 76”
“Hanifah Imani Fajri 98”
“Isyana Alika Nurulita 100″ Plok,,plok,,plok.. Tepuk tangan pun mulai terdengar saat Bu Latifah Menyebutkan bahwa nilai Alika 100. Dan Bu Latifah pun melanjutkan membacakan nilai anak Muridnya. Setelah menyebutkan nilai seluruh muridnya, bu Latifah pun mengumumkan siapa saja yang ikut Olimpiade . ” Anak-anak, yang ikut Olimpiade Matematika adalah Rayya, Hanifah, dan Alika.” Ucap Bu Latifah . “Uh..Alika lagi Alika lagi..” Ucap Eleora menggerutu.

“Hanifah,Alika. Bagaimana kalau nanti sore kita belajar bersama ? Hitung-hitung untuk latihan Olimpiade nanti.” Ucap Rayya mengusulkan
“Boleh, tapi dimana?” Tanya Hanifah kepada Rayya
“Dirumahku saja, aku tunggu kalian jam 15.00 ya.” Potong Alika
“Boleh, tapi rumahmu dimana ya? Aku kan ngga tau alamat rumahmu.” Jawab Hanifah.
“Rumah Alika Itu dijalan Flamboyan nomor 32.” Potong Rayya karna dia hanya bebicara 1 kali tadi. “Oke, dadah girls! Sampai bertemu jam 15.00 ya!” Jawab Hanifah sambil masuk mobil jemputannya.

“Permisi” Ucap Hanifah dan Rayya sambil mengetok pintu rumah Alika.
Tiba-tiba ada seorang anak laki-laki yang kira-kira kelas 7 . “Cari siapa ya?” Ucap anak lelaki itu . “Alika nya ada? ” Tanya Hanifah.
“Alika? Siapa Alika?” anak lelaki itu malah balik bertanya . “Ini rumahnya Isyana Alika Nurulita kan? Yang sekolah di SD Mekar Sari?” Tanya Hanifah kebingungan.”Oh,Nurul tooh. Ayo, silahkan masuk.” ajak anak laki-laki itu dan mereka pun kemudian masuk .

“Dek, ada temennya tuh. Mau cari kamu katanya.” Ucap anak lelaki itu kepada Alika
“Iya mas Fathur, suruh mereka tunggu sebentar ya” Jawab Alika kepada anak lelaki yang ternyata bernama Fathur. “Oke Sip!”

-Belajar Kelompok pun selesai-

Hari ini hari Olimpiade Matematika . Hanifah,Rayya,Alika pun berdoa agar mereka bisa memenangkan Olimpiade Matematika Tersebut.

-Olimpiade Matematika Selesai-

” Pemenangnya adalah kelas 5C dari SD Mekar Sari”

Betapa senangnya Ketiga sahabat itu. Kerja Keras mereka tak sia-sia.

Cerpen Karangan: Arinda Dinnia Widyanti
Facebook: Arinda Dinnia

Cerpen Olimpiade Matematika merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sebuah Cerita Dari Timur Jawa

Oleh:
Di suatu hari yang cerah… Di sekolah ternama SDN Model Banyuwangi, terdapat beberapa anak yang telah memasuki kelas… Aku memang baru saja datang ke sekolah ini… Setiap hari senin

Buah Manis Kesabaran

Oleh:
Rintik-rintik suara hujan terdengar lebat. Seseorang berwajah muram duduk di teras rumah, Sebut saja dia Diva. Wajahnya yang muram rupanya diselimuti berbagai macam masalah. Pandangan nanar matanya tampak memberikan

Istana Kue Putri Brownies

Oleh:
Pada suatu hari ada seorang anak perempuan yang mengumpulkan kayu bakar. Ia bernama Lila. Ia hanya tinggal bersama neneknya yang sakit di rumah. Karena neneknya tak bisa bekerja maka,

Si Jahil Alya

Oleh:
“Alya!” kata Shinta. Shinta sepertinya marah karena ada tikus buatan di mejanya. Dia yakin itu sebagian dari keusilan Alya. “Iya, sorry deh ya.. Haha” sepertinya, Alya tidak kapok. Hari

Liburan Yang Menyenangkan

Oleh:
Pagi itu adalah pagi yang sangat cerah karena kemarin-kemarin di pagi hari selalu mendung disertai hawa yang cukup dingin. Seusai sarapan aku menuju ke sekolah dengan mengenakan sepeda kesayanganku.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *