Origami

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak
Lolos moderasi pada: 5 February 2016

Lipat ke sini, buka, dan jadi. Ya itulah Origami, seni lipat dari Jepang. Sejak kecil aku hobi membuat origami. Sekarang aku juga masih senang dengan kegiatanku ini. Hari ini aku berencana membuat mawar merah yang tengah merekah dengan cantik. Aku meniliki kertas warna merah. Ternyata habis, ya berarti saatnya membeli. Ku ambil dompet pink bergambar tiga kelinci. Setelah berpamitan, aku berjalan ke Toko Bu Tina, toko langgananku.

“Permisi, Bu. Apakah ada kertas origami warna merah?” tanyaku sopan.
“Ada, berapa lembar, Ta?” tanya Bu Tina.
“Lima lembar saja, Bu,” timpalku sambil tersenyum. Bu Tina mengambilkanku lima lembar kertas merah.
“Ini, Letta. Harganya lima ribu rupiah,” kata Bu Tina sambil menyodorkan kertas berwarna merah. Aku menyerahkan uang lima ribu. Tak lupa aku berterima kasih kepada Bu Tina.

Namaku Aletta Sintia. Kalian cukup panggil aku Letta. Ya, kalian pasti tahu kan apa hobiku? Yup! Origami. Sejak pertama ayahku membuatkanku pesawat dari kertas. Aku mulai menyukai origami. Orangtuaku juga mendukung dengan baik hobiku ini. Dan sampai sekarang aku masih menekuni hobiku ini. Sudah dulu ya kenalannya, kita kembali ke cerita. Aku membuka pintu rumah dan masuk ke kamarku. Ah, aku lupa cara membuat mawar. Sebenarnya tadi malam aku sudah membaca artikel cara membuat mawar. Lebih baik, aku buka youtube saja.

Aku membuka laptopku. Aku membuka youtube dan menuliskan cara membuat bunga mawar. Setelah memilih-milih aku menemukan cara yang cocok. Langsung saja ku putar. Terkadang aku jeda sebentar jika aku kewalahan membuatnya. Setelah itu aku putar kembali. Lima belas menit kemudian. Bunga mawarku sudah jadi. Masih belum memuaskan. Mungkin karena ini yang pertama. Aku akan membuatnya lagi. Ku ambil lagi kertas warna merah dan membuat lagi bunga mawar. Aku hanya memerlukan waktu sepuluh menit saja untuk yang kedua. Tapi, sepertinya ada yang kurang, tapi apa ya? Aha! Daunnya.

Aku mengambil kertas bewarna hijau dan mulai menggambar pola daun. Setelah itu baru aku membuat tangkainya. Sekarang tinggal mengelem saja. Pertama aku mengelem daun-daun ke tangkai bunga. Lalu yang terakhir aku menempelkan mawarnya ke tangkainya. Sempurna. Eits! Mana potnya? Aku berlari ke gudang mengambil satu buah botol bekas. Aku kembali ke kamar dan membuat pot sederhana dari botol bekas. Kalau membuat pot seperti ini membutuhkan waktu sekitar satu jam.

Fyuuhh,, akhirnya selesai. Aku memasukkan mawar tersebut ke dalam pot. Aku memperhatikan mawar itu. Ehmm, aneh sekali, mawar tanpa tanah. Ahh, mengapa tidak diisi dengan kerikil saja. Gumamku dalam hati. Ku bawa pot dan mawar kertasku ke halaman belakang. Ku taruh mawar dalam pot lalu ku isi dengan kerikil-kerikil supaya terlihat penuh dan cantik. Setelah selesai, aku menaruhnya di meja ruang tamu supaya terlihat cantik. Bunda yang sedang membaca tabloid wanita hari itu pun tersenyum.
“Wah, anak bunda memang kreatif!” kata bunda sambil mengacungkan dua jempolnya.
“Hehe, jangan bilang siapa-siapa, ya, Bun! Letta mau kasih kejutan buat Ayah,” kataku sambil mengedipkan sebelah mataku. Bunda membalas kedipan mataku.

Saat ayah pulang. Ayah kaget melihat ada bunga mawar cantik di meja ruang tamu.
“Siapa yang membuat ini?” tanya ayah sambil menunjuk mawar kertas buatanku. Aku dan ibu tersenyum penuh rahasia.
“Siapa lagi kalau bukan putri kecil kita, Yah. Letta,” celetuk bunda tiba-tiba.
“Wah-wah, anak Ayah memang hebat!” ujar ayah sembari membelai lembut rambut panjangku. Aku merasa lebih senang lagi dengan origami. Hobiku sejak kecil.

Cerpen Karangan: Adinda Tyas Lumintang
Facebook: Adinda Tyas Lumintang
Hai kawan! Namaku Adinda Tyas Lumintang. Kalian bisa panggil aku Adinda atau Dinda. Ini pertama kalinya aku mengirim cerpen. Semoga para pembaca di sini senang, ya! Terima kasih juga kalian telah bersedia membaca cerpenku ini.

Cerpen Origami merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Aku Sayang Bunda

Oleh:
Alexa namanya. Ia anak yang cantik. Tapi, Alexa selalu melawan Bundanya. Hari ini Bunda ingin mengajak Alexa pergi ke rumah Bu Fatin. Tetapi, Alexa menolak. “Enggak mau!” teriak Alexa.

Liburan Seru Ke Desa

Oleh:
Namanya Alivura Puteri Pratama Furryo Jackson. Akrabnya dipanggil Ivura. Seperti namanya, ia putri pertama dari pasangan Furry dan Ryo. Anaknya cantik, putih, pintar lagi, kaya, rambutnya saangaat hitam sepunggung,

Ayam Mayza dan Nayza

Oleh:
Pada hari minggu pagi, pukul 8:00 wib Ciap… Ciap… Ciap… Bunyi tersebut, membangunkan Nayza yang tertidur sehabis sholat subuh. “Uh! bunyi apa sih?! berisik banget! hoamm…,” gumam pelan Nayza

Wrong Answer

Oleh:
Hay, namaku Olivia. Aku anak tunggal dari keluarga yang harmonis dan kaya raya. Aku bersekolah di Legacy High school duduk di kelas 9. Banyak yang bilang, kalau sekolahku hanya

Captivity Kuntilanak

Oleh:
Assalamualaikum teman-teman! namaku Carissa nadya. aku mempunyai dua kakak perempuan yang imut nan jahil sepertiku… hihihi. kakak pertamaku adalah Camellia rayna dan yang ke dua adalah Carinna makayla. kami

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *