Penari

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Budaya
Lolos moderasi pada: 31 March 2016

Namaku Putri Alviana, aku sering dipanggil Alvi, aku adalah seorang yang suka menari, kalau ada lomba menari, aku selalu ikut. Hari ini adalah hari pertama aku sekolah di SMP, ketika setelah libur UAS 2, kelas enam SD. Aku langsung menuju kelas, saat tiba di kelas, aku melihat seorang perempuan sedang duduk di bangku belakang, pojok kanan, dan aku menghampirinya.

“Hai namaku Putri Alviana, kamu bisa memanggilku Alvi, kalau nama kamu siapa?”
“Hai namaku Aprilia Rizkya Putri, kamu bisa memanggilku Lia.”
“Oh, baiklah, boleh nggak aku duduk di sampingmu?”
“Boleh, silahkan..”

Ketika bel istirahat sudah berbunyi, aku dan Lia melihat-lihat sekolah ini, mulai dari depan hingga belakang. Saat kami sedang berjalan tak sadar di samping kanan kami ada ruang tentang budaya tradisional, kami pun tertarik hingga masuk ke dalam. Ketika itu Lia melihat patung yang sedang menari yaitu menari kecak.

“Patung ini sedang menari apa? Dan berasal dari mana?” Tanya Lia.
“Patung ini sedang menari kecak, dan berasal dari Bali,” Jawabku.
“Oh.. tapi aku tidak suka golongannya tari-tari,” Ucap Lia.
“Kenapa?” Ucapku dengan sedikit membentak.
“Ya.. tari-tari itu kan jelek, uh menyebalkan!” Ucapnya Lia.
“Tidak, tari-tari itu tidak menyebalkan!” ucapku dengan membentak keras. Lia pun terdiam, aku dan Lia kembali lagi melihat ruangan budaya itu. Setelah sudah lama kita melihat-lihat ruangan itu. Amel pun menjadi tertarik dengan budaya termasuk dengan tarian.

Cerpen Karangan: Silvia Nur Arinda
Facebook: Peri kecil

Cerpen Penari merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Persahabatan yang Sejati

Oleh:
Sheila, Sintia dan Rosa adalah sahabat, mereka bersahabat sudah lama dan rumah mereka berdekatan. Di suatu sore pada waktu Sheila dan Sintia duduk di teras rumah Sintia, tiba-tiba Rosa

Belajar Sambil Berkebun

Oleh:
Liburan semester sudah tiba, aku berlibur di kampung halaman nenekku. Rencana libur itu sudah saya rencanakan jauh-jauh hari sebelum liburan semester. Aku memutuskan liburan ke sana karena suasana desa

Pahlawan Bangsa

Oleh:
Pada suatu hari yang cerah, Echa yang sedang nonton TV sambil makan cemilan yang dibeli Mama dari Singapura. Ia menonton kartun kesukaannya. Walaupun sudah umur 15 tahun, ia masih

Peri Gigi

Oleh:
Di Bumi, hidup seorang anak kecil yang bernama Sarah. Umurnya 7 tahun. Suatu hari, Sarah mendapati giginya ada yang goyang, ia pun kaget, maklum kan masih kecil. “Mamaaaa!! Huhu…

You Are Inspiration in My Life

Oleh:
“Fyuuh… hari yang melelahkan” Keluhku melepas penat setelah bersekolah, bimbel dan les Bahasa Inggris dalam waktu sehari. Tiba-tiba terdengar suara mobil memasuki garasi rumah, kuintip melalui jendela rumah dan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Penari”

  1. celesta says:

    Kok dari lia jadi amel?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *