Pergi ke Jakarta

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Liburan
Lolos moderasi pada: 2 August 2017

Kita perkenalkan diri dulu, yuk! Namaku adalah Luisa. Aku tinggal di Provinsi Jawa Timur dan di Kota Surabaya. Aku mempunyai 2 adik. Nama adik pertama adalah Laila dan adik kedua adalah Lucca. Aku dan Laila bersekolah di Sekolah Dasar Petra 5. Lucca bersekolah di Taman Kanak-Kanak Santa Lorent. Aku kelas 5 SD. Laila kelas 1 SD. Dan Lucca kelas TK A.

Pada tanggal 25 Mei 2015, aku akan pergi ke Jakarta dengan keluargaku. Aku juga pergi bersama keluarganya papaku dan sepupuku. Kami bersama-sama pergi ke Jakarta menaiki mobil. Papaku akan menyetir selama 24 jam. Jadi, mamaku harus mempersiapkan kopi untuk papaku.

Kami pergi ke Jakarta pada pukul 08.30. Aku sangat senang. Aku di sana selama 1 minggu. Aku dan adikku sudah mempersiapkan semuanya.

“Luisa, Laila, dan Lucca cepat siap-siap lalu naik mobil,” kata mamaku. “Oke, ma,” jawab kami bertiga bersamaan. Kami sudah menaiki semua barang bawaan ke mobil dan kami sudah siap pergi. Sebelum itu kami berdoa bersama-sama yang dipimpin oleh papaku. Lalu, di tengah jalan kami berhenti di pom bensin untuk ke toilet dan mengisi bensin. Dan pada saat itu kami bertemu dengan keluarga papaku. Keluargaku dan keluarga ayahku menaiki 3 mobil.

Lalu kami berjalan lagi melanjuti perjalanan. Lalu, aku dan saudaraku tidur di mobil. Di mobil kadang aku dan saudaraku tidur, ke restoran untuk makan dengan keluarga besarku, dan ke pom bensin.

Malam pun tiba, aku tidur di mobil. Tapi, aku tidur 1 jam lalu bangun, lalu tidur lagi 1 jam lalu bangun lagi, terus menerus sampai besok pagi. Jadi, selama aku bangun, aku menemani papaku menyetir bergantian dengan mamaku.

Pukul 5 subuh, aku bangun dan berada di tol yang sangat panjang untuk sampai di Jakarta. Aku dan keluargaku mau melihat matahari terbit. Tol yang kulalui itu akan sampai di Jakarta. Di tol aku kadang mampir ke Indomaret untuk makan pop mie, minum kopi, dan ke toilet.

Aku sampai di Jakarta. “Di Jakarta sini sangat macet, mungkin kita harus menunggu,” kata papaku. “Iya, di sini sangat macet mungkin kita sampai nanti siang,” kata mamaku menyambungkan. Keluarganya papaku sudah sampai duluan di tempat tujuan.

Di sana benar-benar macet. Ketika sudah lolos dari kemacetan, papaku bingung mencari jalan. Maka, papaku menelepon pamannya papaku. Tapi, papaku tetap bingung. Tapi, akhirnya sampai juga. Aku berkeringat sangat banyak. Aku sudah berkumpul. Aku menginap di rumah pamannya papaku dulu. Aku bertemu dengan sepupuku yang bernama Timmy. Dia kelas TK B.

Papaku sedang tidur dulu. Sambil menunggu daripada bosan, aku, Laila, Lucca, dan Timmy bermain petak umpet. “Ayo, kita bermain petak umpet,” ajakku. “Ok, kakak,” kata Laila, Lucca, dan Timmy. “Yang pertama hitung adalah kakak, yang kedua Laila, yang ketiga adalah Timmy, dan yang keempat adalah Lucca,” kataku. “Ayo kita mulai permainannya,” kataku lagi. “Ayo,” kata kami bersamaan.

Setelah lelah bermain, kami istirahat. Papaku sudah bangun dari tidurnya. Lalu, kami ke kamar bibinya papaku untuk mendinginkan badan dari keringat. Lalu, kami bersiap-siap menaiki barang yang kami bawa ke mobil. Kami akan pergi ke Hotel Peninsula. Semua keluargaku dan keluarga papaku pergi ke Hotel Peninsula.

Malam pun tiba, keluarga besarku tidur di kamar yang sudah dipesan masing-masing. Keluarga besarku menempati 6 kamar. Aku tidur dengan keluargaku sendiri.

Lalu, kami kumpul di lantai bawah pada pukul 08.00 pagi. Kami akan pergi ke Dunia Fantasi. Aku, Laila, Lucca, dan Timmy bermain sepuasnya di sana. Lalu, kami beli popcorn rasa keju. Kami bermain sampai pukul 12.30 siang.
Setelah itu, aku dengan keluarga besarku makan cumi-cumi goreng. Rasanya enak sekali. Lalu, kami jalan-jalan di Taman Anggrek. Sampai pukul 06.30 malam.

“Ayo, sekarang kita mau makan apa?” tanya pamannya papaku. “Kita makan ikan bakar saja, setuju tidak?” jawab kakaknya papa. “Setujuu!” jawab kami semua bersamaan. Lalu, kami pergi ke warung untuk makan ikan bakar.

Esoknya, aku ke kamar kakaknya papaku, dia akan membagi-bagikan baju, celana, rok, kaos kaki, mainan, dll kepada semua keluargaku. Aku sangat senang mendapatkannya. Lalu, keluargaku berjalan-jalan lagi ke mall lainnya. Sama seperti hari-hari berikutnya.

Tetapi, berbeda pada tanggal 30 Mei, aku dan keluarga besarku Kidzania, Pasific Place. Di sana sangat seru. Jadi, aku, Laila, Lucca, dan Timmy bermain seperti berkerja. Kita mau memilih permainan yang seperti dokter, suster, pemadam kebakaran, koki, dll. Setiap 1 kali membeli tiket masuk mungkin hanya bisa memilih 5-6 pekerjaan. Setiap bekerja akan diberi gaji yang gaji itu akan ditukar seperti kue, mainan, dan gantungan kunci.

Tiba waktunya pulang ke Surabaya. Aku sangat sedih. Kami pulang pada keesokan harinya. Aku pulang sama perjalanannya dengan yang seperti pergi, tapi hanya berlawanan arah. Aku sangat sedih aku pulang. Tapi, aku juga senang dapat ke Jakarta. Aku ingin kesana lagi. Sebelum aku pulang ke Surabaya, aku ke Mangga 2 dulu untuk membeli oleh-oleh. Laila membeli tas. Lucca membeli mainan. Dan aku membeli celana jeans karena celana jeansku sudah robek.

Cerpen Karangan: Irine Margareth
Jika ingin tahu lebih lanjut tentang aku bisa ikuti instagramku @irine.margareth

Cerpen Pergi ke Jakarta merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Demam Buku

Oleh:
Namaku nada aku baru kelas lima SD. Aku adalah salah satu anak yang pintar dan baik hati di sekolah ku dan di tempat les (bukan sombong ya tapi memang

Indonesia Bercahaya

Oleh:
Namaku Rafflya biasa dipanggil Lya. Aku masih sekolah dasar kelas 5. Aku tinggal di Bandung. Aku pernah mendapatkan beasiswa karena prestasi. Saat kecil aku sangat disayang oleh orangtuaku. orangtuaku

Belajar kelompok

Oleh:
Pada suatu hari, guru memberikan tugas pada murid murid untuk mengumpulkan hasil kesimpulan dari praktek IPA tentang gerhana, revolusi, dan rotasi Bumi secara berkelompok. 26 April 2016 “anak anak

Trio Pembasmi Hantu

Oleh:
“Coca, kamu jalan di depan ya. Aku dan Sasa jalan di tengah. Zonxa di belakang.” Xixi mengatur posisi. Sabtu malam ini, Xixi dan kedua sepupunya, Coca dan Zonxa menginap

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *