Peri Gigi

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Dongeng (Cerita Rakyat)
Lolos moderasi pada: 28 September 2016

Kata orang-orang peri gigi itu beneran adanya. Kenapa? Karena suatu hari gigi Belinda copot, Belinda sangat kesal sekali, rasanya sakit dan perih. Malah giginya berdarah. Belinda menangis, tapi untungnya ada Mama yang menyuruh Belinda bersabar.
“Ma, kenapa sih mesti copot segala?” protes Belinda.
“Itu karena sudah waktunya copot. Belinda kan sudah berumur 7 tahun.”
“Tapi kan Belinda masih kecil, harusnya nanti saja kalau Belinda sudah besar.”
“Hehehe, Belinda kan anak yang tangguh jadi harus kuat, walaupun copot satu nanti tumbuh lagi kok.” Ujar Mama.
“Oh iya Ma, giginya harus kemanain?”
“Buang aja.”

Belinda pun menuruti perintah Mamanya, ia bergegas menuju ke dapur untuk membuang giginya yang copot. Namun tiba-tiba Belinda teringat ucapan teman-temannya. “Jika gigi kita copot, kita harus menyimpannya di balik bantal saat hendak tidur, karena nanti datang peri gigi yang akan mengambil gigi tersebut.”
Belinda tersenyum dan mengangguk, lalu gigi tersebut digenggamnya kembali dan menaruhnya di kantong celana yang dipakainya.

“Udah dibuang belum giginya?” tanya Mama.
“Ng… udah Ma.” Belinda berbohong kepada Mamanya, karena Belinda ingin menyimpan gigi tersebut di balik bantal agar bisa membuktikan jika peri gigi itu benar adanya.
“Kok Belinda kelihatannya gugup?” selidik Mama
“Hah? Gugup? Enggak kok Ma.”

Malam harinya, pada pukul 8 malam Belinda bergegas untuk tidur, sebelumnya ia gosok gigi dan cuci muka terlebih dahulu.
Belinda mengeluarkan gigi dari kantong celananya, dan tersenyum puas, karena malam ini Belinda benar-benar akan bertemu dengan peri gigi.
Gigi tersebut segera disimpannya di balik bantal, dan Belinda mulai tertidur. Tetapi Belinda tidak bisa tidur, ia berpikir, jika ia tertidur, berarti ia tidak akan bertemu peri gigi.

Waktu sudah menunjukan pukul 11 malam. Belinda mencoba untuk tidak tertidur, agar bertemu peri gigi yang akan mengambil gigi Belinda yang copot. Namun lama kelamaan Belinda terus saja menguap tandanya mengantuk, Belinda pun tertidur.
Dalam tidurnya, Belinda bermimpi bertemu dengan peri gigi yang hendak mengambil gigi dari balik bantalnya, ia kegirangan, namun Belinda tiba-tiba terkejut, karena peri gigi yang cantik itu berubah menjadi peri gigi yang menyeramkan, lalu Belinda tak bisa berbicara apa-apa saking kagetnya, dan peri gigi itu tertawa.
“Hahahaha, kenapa giginya hanya satu?”
“Ka… kamu siapa?” tanya Belinda terbata-bata.
“Aku peri gigi. Peri yang suka mengambil gigi anak-anak seperti kamu. Tapi aku hanya ingin semua gigi milikmu. Ayo berikan! Berikan!”
“Tidak… tidakkk…” Belinda menutup mulutnya rapat-rapat.
“Ayo berikan!”
“Tidaaaaaakkk…”
Tiba-tiba Belinda pun terbangun dari tidurnya, nafasnya naik turun seperti sudah berlari.
Lalu Mama menghampiri Belinda. “Kenapa?” tanya Mama dengan cemasnya sambil memeluk Belinda.
“Belinda takut Ma.”
“Sudah-sudah, itu hanya mimpi buruk, mending sekarang Belinda tidur lagi ya?” bujuk Mama. Belinda mengangguk. Mama pun kembali ke kamarnya.

“Aduh tadi itu Belinda mimpi buruk, eh eh tapi beneran gak ya, jika peri gigi itu jahat? Soalnya di mimpi barusan, peri giginya serem. Aduh Belinda gak mau tidur ah, takutnya peri gigi itu muncul lagi di dalam mimpi Belinda.” Belinda berbicara sendiri.
Kemudian Belinda, ingin melihat giginya, apakah ada atau tidak. Ia pun segera membuka bantalnya dan ternyata gigi tersebut sudah tidak ada. Belinda pun sedikit ketakutan. Namun ia tercengang karena menemukan sepucuk surat dari kertas yang berwarna merah muda, dan bertuliskan.

Dear Belinda.
Terimakasih ya Belinda, Peri sudah mengambil gigi di balik bantal. Semoga Belinda senang dengan kedatangan peri gigi ke rumah Belinda, namun peri minta maaf jika Belinda bermimpi buruk, itu karena peri lupa menaburi benih-benih mimpi indah di tempat tidur Belinda, tapi Belinda jangan berkecil hati karena nanti peri akan mengganti mimpi-mimpi tersebut dengan mimpi yang lebih indah dan ceria.

Salam
Peri Gigi

Belinda pun tersenyum kegirangan dan matanya bulat membesar, lalu ia berjanji akan menceritakan kejadian ini kepada teman-temannya di sekolah, dan menyimpan surat merah muda tersebut ke dalam laci mejanya sebagai kenang-kenangan dari peri gigi.

Kemudian Belinda kembali tertidur, dan saat Belinda tertidur, Belinda bermimpi indah. Mungkin itu janji peri gigi yang akan memberikan mimpi indah kepada Belinda.

SELESAI

Cerpen Karangan: Gufita Siti Amalia
Facebook: gufita amalia

Cerpen Peri Gigi merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kehidupan Si Beruang Kecil

Oleh:
Di sebuah hutan, hiduplah seekor beruang kecil bernama Beru yang amat lucu dan baik hati, tak heran ia mempunyai banyak teman. Namun, semua itu kini berubah, semenjak kejadian yang

We Are Best Friend

Oleh:
Di pagi yang cerah seorang gadis duduk di ayunan, dia merasa kesepian karena baru pindah dari washington, tiba tiba dia meneteskan air mata karena dia telah meninggalkan sahabatnya yang

Sepasang Saudara Kembar

Oleh:
Ada dua anak kembaran. Namanya Astika Keylla dan Aliska Keylla. Mereka sangat rukun dan kompak. Bukan hanya itu, mereka juga sangat terkenal di sekolah. Astika dan Aliska sering mendapat

Serunya Outbond

Oleh:
“Asyik, Hari ini Outbond!” Kata Zahra dalam hati. Zahra segera menyiapkan perlengkapan yang akan digunakan nanti sewaktu Outbond. “Topi sudah, baju ganti sudah, snack sudah. Alhamdulillah sudah lengkap semua,”

Keindahan Langit

Oleh:
Pada hari itu aku sedang duduk termenung dan melihat ke langit. Betapa indah ciptaanmu tuhan. Aku selalu dibuat terkagum-kagum dengan semua ciptaanmu. Betapa indah semua yang telah kau ciptakan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *