Peri Gigi

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak
Lolos moderasi pada: 20 May 2017

Di Bumi, hidup seorang anak kecil yang bernama Sarah. Umurnya 7 tahun. Suatu hari, Sarah mendapati giginya ada yang goyang, ia pun kaget, maklum kan masih kecil.

“Mamaaaa!! Huhu… kok gigi aku goyang?! Kalau copot gimana? Pasti sakit kan?!” tangis Sarah tiba-tiba.
Mamanya yang sedang memasak datang tergopoh-gopoh menghampiri Sarah. “Kenapa, Nak?” tanya Mamanya.
“Huhu… Gigi aku goyang!”
“Enggak apa-apa Sarah, nanti juga gigi kamu tumbuh” ucap Mamanya.
“Tapi Sarah enggak mau tahu, pokoknya Sarah enggak mau gigi Sarah copot!” ucap Sarah lalu meninggalkan Mamanya.

Keesokkan harinya…
Hari ini hari Minggu, Sarah mandi dan sarapan. Jam 11 pagi mereka pergi jalan-jalan ke pantai.
Malamnya…
Sarah hendak tidur, tetapi tiba-tiba Mamanya datang dan membacakan dongeng tentang Peri Gigi yang baik hati. Peri Gigi berasal dari negeri Fairy, ia selalu bolak-balik dari Bumi ke negeri Fairy untuk mengabulkan permintaan anak-anak. Untuk mendapat hadiah dari Peri Gigi, anak tersebut harus menaruh giginya yang copot beserta surat yang berisi keinginan anak tersebut di bawah bantal. Maka, keesokkan harinya ia akan menemukan benda yang diinginkan dan giginya yang hilang.

“Wah! Sarah mau coba, ya Ma!” seru Sarah.
“Hmm… Oke deh! Tapi giginya udah copot belum?”
“Emm… Belum Ma! Tapi kayaknya besok udah copot, kok” jawab Sarah.

Benar kata Sarah, esok harinya gigi Sarah benar-benar copot. Sarah benar-benar tak sabar menanti malam. Sampai akhirnya saat-saat yang dinanti Sarah tiba. Sarah meminta sebuah kotak musik berwarna ungu. Sarah menaruh gigi serta surat di bawah bantalnya.

Keesokkan harinya… Sarah melonjak senang. Kotak musik ungu sudah tepat terletak di samping tempat tidurnya.
“Mama! Berhasil!” seru Sarah pada Mamanya.
“Berhasil apanya?” tanya Mamanya seraya tersenyum karena tingkah laku putrinya itu.
“Berhasil! Peri Gigi mengabulkan permintaan Sarah!” jawab Sarah semangat.
“Oh ya?”
Sarah mengangguk.
“Besok Sarah mau coba lagi, ah!” ucap Sarah.
“Boleh”

Sudah 4 hari Sarah “mengirimkan” giginya kepada Peri Gigi. Dan malam ini Sarah meminta buku-buku cerita. Sesudah menaruh giginya serta surat, Sarah tidur.
Namun, saat Sarah sedang tidur, ia mendengar suara kresek kresek. Ia pun membuka matanya.
“Mama?” tanyanya.
“Iya, Nak. Mama yang membeli semua itu. Dan perlu Mama jelaskan, jika kamu tidak mau gigimu copot, gimana coba kalau teman-teman kamu ngatain kamu masih kecil? Itu karena gigi kamu masih gigi susu, Sarah. Kalau kamu tidak ingin dikatain seperti itu, kamu harus mau gigimu copot. Nanti juga gigimu akan tumbuh lagi menjadi gigi tetap. Gigi seperti itu tidak akan copot, kecuali dicabut.” jelas Mamanya panjang lebar.
“Iya, Ma. Sarah sekarang mau gigi Sarah copot” ucap Sarah akhirnya.
“Itu baru anak Mama.” ucap Mamanya.
Mereka pun berpelukan.

Cerpen Karangan: Lunaya Vivania Alifa
Facebook: nayacantik24

Cerpen Peri Gigi merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Keluargaku

Oleh:
Pada suatu hari tepatnya hari Jumat aku bangun tepat pukul 05.00, saat itu aku bilang “selamat hari sabtu” lalu aku mandi dan adikku terbangun dan bilang “selamat hari jumat”

Kupu Kupu Yang Cantik

Oleh:
Di suatu pagi yang cerah, tampak dua anak yang sedang berjalan menuju ke sekolah. Dua anak itu bernama Shelia dan Cinta. Namun saat di tengah perjalanan mereka berdua tiba-tiba

Tetap semangat menjalani Hidup

Oleh:
“pada hari ini… Kulantunkan puisi ini untuk seorang ibu… Doa yang selalu kulantunkan saat sholat… Ibu yang membesarkan ku… Yang membelaiku dengan kasih sayang sepenuhnya… Yang mengandungku selama 9

Musyawarah Untuk Mufakat

Oleh:
“Aku harus belajar untuk ujian nanti”, kata Andri. Seminggu lagi akan diadakan ujian, jadi Andri harus belajar giat. Teman-teman Andri banyak yang sudah mempersiapkan catatan kecil untuk menyontek. Lain

Sahabatku Dari Jepang

Oleh:
Aku sedang bersantai sembari mendengar lagu dari ipodku, dengan media headsetku. Kududuk di bawah pohon trembesi taman komplek. Kulihat seorang gadis jepang, duduk di bangku taman yang tak jauh

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *