Permainan Tradisional

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Budaya
Lolos moderasi pada: 23 July 2016

Pada hari minggu pagi, di kota Sydney, Australia ada seorang anak bernama Delores. Ia sedang memasukkan barangnya ke kopernya bewarna ungu dan dihiasi bunga mawar putih. Ia juga memasukkan sebagian barangnya ke tas ransel berwarna pink tua yang dihiasi gambar peri-peri kecil. Kalian pasti bertanya mengapa Delores memasukkan barangnya ke koper dan tas ranselnya? karena keluarga Delores akan pindah ke kota Jakarta, Indonesia. Alasannya mereka pindah, karena pekerjaan orangtuanya bangkrut.

“DELORES, jika sudah siap, segera ke ruang makan. Kita akan breakfeast (sarapan) dulu!” Perintah mom nya Delores dari bawah tangga setengah teriak. Karena kamar Delores di lantai 2 dan dekat dengan tangga di atas. “IYA mom. Sebentar lagi sudah siap!” jawab Delores berteriak.

“Ini sudah, ini sudah, sudah lengkap! Aku tinggal memakai baju.” ujar Delores.

Kalian pasti bertanya mengapa Ia bilang tinggal pakai pakaian? karena setelah mandi (Ia memakai baju mandi), Delores langsung memasukkan barangnya ke koper dan tasnya. Delores pun memakai baju Bergambar kupu-kupu dan berhiasan glitter, rok bewarna pink berenda, celana berwarna biru berhias glitter, dan bando warna hijau berhiasan 2 gambar hello kitty. Delores pun segera turun ke ruang makan.

“Mom, hari ini sarapan apa?” tanya Delores sesampai di ruang makan. “sarapan sandwich plus susu berry.” ujar mom. Delores segera duduk lalu menyantap sarapannya.
“Oh iya mom, dad mana?” tanya Delores sambil menyuapkan sandwichnya ke mulutnya. “Dad sedang menyiapkan mobil” ujar mom lembut. “Itu dad! dad ayo sarapan sama kami!” Ajak Delores pada dad. Dad pun segera duduk bersama Delores dan mom lalu menyantap sarapannya.
Setelah sandwichnya habis, Delores pun meneguk susu berrynya sampai habis. Setelah sarapan keluarga Delores habis, mereka pun menuju mobil.
Mereka meletakkan barangnya ke bagasi mobil. setelah memasukkan barangnya ke bagasi mobil, mereka segera masuk ke mobil dan menuju bandara internasional sydney, Bandara Sydney kingsford smith.

Sesampai di bandara, Dad Delores meng-check in tiket. setelah check in, Mereka para penumpang dari Sydney-Indonesia dipersilakan masuk pesawat, termasuk keluarga Delores.

Pesawat yang membawa keluarga Delores sudah lepas landas. “Wah Indah sekali dari atas sini!” Delores tak berhenti-hentinya memuji pemandangan dari bawah atas. Delores dan keluarganya juga dihidangkan pancake dan jus anggur.

Pesawat yang membawa keluarga Delores akhirnya sampai di bandara soekarno-hatta, bandara internasional di Jakarta. Delores dan penumpang lain menunggu barang mereka. Setelah dapat, Dad, mom, dan Delores memesan taksi dan menuju tempat tinggal baru Delores. Sesampai di rumah barunya, Keluarga Delores sibuk menyusun barangnya. Setelah selesai, Mom dan Delores pergi ke sekolahan Delores yang baru dengan berjalan kaki. Karena sekolahnya dekat dan mobilnya dipakai oleh dad ke disduk (dinas pendudukan) untuk mengurus surat datang.

Sesampai di sekolah, mom nya Delores segera menuju ruang kepala sekolah. “Permisi.” ujar mom masuk ke ruang kepala sekolah. “Iya, oh ibunya ananda Delores?” tanya kepala sekolah “Iya oh iya, saya mendaftarkan anak saya di sekolah ini.” jelas mom. “Oh iya, mulai bulan depan, Delores bisa sekolah. Karena di Indonesia anak sekolah diliburkan. Dan ini seragam Delores.” jelas kepala sekolah. “Terima kasih” kata mom. “Sama-sama” jawab kepala sekolah. Mom dan Delores segera keluar dari ruang kepala sekolah dan menuju ke rumah.

Sesampai di rumah, Delores langsung tidur siang karena sudah letih. sore hari, Delores bangun dan menemukan surat dari orangtuanya. isinya mereka ke disduk lagi untuk mengurus yang lain. Delores pun segera mandi dan memakai baju bertuliskan ARIES dan bergambar domba dan lambang aries. Ia juga memakai celana jeans panjang. Setelah selesai berpakaian, Delores segera memakai sendal lalu naik sepedanya yang berwarna biru awan ke taman yang berada di dekat rumahnya.

Sesampai di taman, Delores melihat anak perempuan sebaya dengannya. “Apakah anak itu ingin menjadi sahabatku?” tanya Delores dalam hati. Ia lalu memberanikan diri memperkenalkan diri. “Hallo” sapa Delores pada 2 anak itu. “Hallo juga.” jawab mereka bersamaan. “Nama kamu siapa?” tanya anak yang rambutnya ikat satu. “Namaku Delores mince blossom. Aku sering dipanggil Delores. Aku pindahan dari Sydney, Australia. Nama kalian siapa?” jawab dan tanya Delores. “namaku Laudya azzahra putri” kata anak rambut berikat satu. “kalau aku chelsea aura livia” kata anak rambut berikat dua. “Mau tak kalian jadi sahabatku?” tanya Delores pada Laudya dan chelsea. “MAU” ujar mereka semangat. “Delores, Laudya main di rumahku yuk…” ajak chelsea. “yuk” seru Laudya dan Delores.

Mereka pun segera naik sepeda mereka menuju rumah chelsea. Sesampai di rumah chelsea, mereka bermain sepuasnya sampai menjelang senja. “chelsea, kami pulang dulu, ya” kata laudya dan Delores. “Iya, besok janjian di taman pukul 10:00, ya?” kata Chelsea. “OK” kata Laudya dan Delores. mereka pun segera pulang ke rumah masing masing.

Keesokan harinya, Delores bangun, Lalu mandi, setelah mandi Ia memakai baju bergambar kota Sydney dan memakai celana legging putin bergambar buah strawberry dan juga memakai jam tangan warna putih berbentuk bunga. setelah memakai baju, Ia segera turun untuk sarapan. Disana sudah ada mom dan dad nya. selesai sarapan, Ia minta izin untuk ketaman. Orangtuanya mengizinkan. Delores segera pergi menuju taman menggunakan sepedanya.

Sesampai di taman, Delores melihat sahabatnya bermain benda lonjong di tengahnya, ada beberapa lubang untuk dimasukkan biji. Delores menghampiri mereka. “Hai, kalian sedang main apa?” tanya Delores. “Ini namanya congklak. sini aku ajari” kata Laudya. Delores pun diajari cara main. Lama kelamaan Delores jago main congklak. “Ada permainan lain?” tanya Delores. “ENGKLEK” seru Laudya dan chelsea. “Caranya?” tanya Delores. “Seperti ini” chelsea menunjukkan cara bermain engklek. Lama kelamaan Delores jago main engklek.

Setelah puas bermain, mereka membeli jus lalu beristirahat di bangku taman. “Tadi seru ya!”seru Delores sambil menyeruput jus jambunya. “Iya, di Sydney ada permainan seperti tadi?” tanya Laudya sambil meminum jus mangganya. “Di Sydney tidak enak! tak ada permainan kayak di Indonesia.” seru Delores sambil meminum sedikit jus jambunya. “Kamu menyesal tinggal di Indonesia” tanya Chelsea sambil meminum jus alpukatnya. “Ya enggak lah! disini banyak keragaman budayanya?” kata Delores. “Kamu benar, Delores. Kita sebagai warga Indonesia harus melestarikan budaya Indonesia.” kata Laudya panjang lebar. “Kamu benar, Laudya” kata Chelsea dan Delores. “AYO, LESTARIKAN BUDAYA INDONESIA” teriak mereka bertiga.

Cerpen Karangan: Alyaniza Nur Adelawina
Facebook: Facebook:alya Aniza

Cerpen Permainan Tradisional merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pisang Ajaib

Oleh:
Pada sebuah desa yang sangat terpencil hiduplah seorang anak piatu. Namanya Rina, ia memiliki seorang ibu yang bernama Darti. Suatu hari ibunya sakit, Karena ia tak punya uang, jadi

Fly For Winged

Oleh:
“Mama, Mama. Aku ingin terbang seperti itu. Peri cantik!,” ucap Felly kecil yang tengah melihat Peri Riska terbang untuk melawan Raksasa jahat. Yah… Raksasa yang biasa mereka sebut dengan

Demi Persahabatan

Oleh:
Aku termenung memikirkan seseorang, aku sangat senang apabila bertemu dengannya. Dia, menghiburku dikala sedih dan menolongku dikala kesusahan. Dia juga cerdas loh, biasanya dia rangking satu ketika menerima rapor,

My Family

Oleh:
Namaku Mita Rauna. Panggil, aja aku Mita. Aku juga mempunyai kakak perempuan namanya, Shilla Rauna. Panggillannya, Shilla. Pada suatu hari… “Shilla, Mita ayo makan!” Seru, mama dari dapur. “Iya,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Permainan Tradisional”

  1. Nindya says:

    Alyaniza Nur Adelawina ceritanya selalu bagus, aku suka

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *