Puasa Pertamaku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Ramadhan
Lolos moderasi pada: 7 May 2018

“Sahur, sahur, sahur”. Suara bedug membangunkan seluruh orang orang di desa. Hari ini hari pertama puasanya Sarah.

Sarah dibangunkan oleh Umi Alia. “Sarah, bangun ayo kita sahur. Kak Akmal sama Abi sudah ada di meja makan loh.” Bujuk Umi. Tapi Sarah mengeluh. “Tapi, Umi Sarah masih mengantuk. Lain kali saja ya Umi”. “Tidak bisa Sarah, kan hari ini puasa pertamanya Sarah. Ayo, anak Umi tidak boleh malas” Lanjut Umi.

Akhirnya Sarah pun bangun dan langsung ke meja makan. “Assalamualaikum, anak Abi” kata Abi. “Waalaikum salam Abi.” Sarah menjawab dengan lesu. Keluarga Sarah mulai makan. Setelah makan, “Ayo, anak anak gosok Gigi.” perintah Umi Alia. Setelah Akmal dan Sarah gosok Gigi, mereka menunggu waktu imsak. Akhirnya Imsak pun tiba. “Ayo, anak-anak Abi, semuanya baca niat ya..” Kata Abi.

Setelah sholat Subuh, Sarah dan Akmal mandi dan bersiap untuk sekolah. Setelah mandi, Akmal dan Sarah pun pergi berangkat ke sekolah dengan diantar Abi.

Sesampainya di sekolah, Sarah masih lesu dan keliatan mengantuk. Di kelas Sarah ditanya Bu guru, “Sarah kamu kenapa. Kamu lemas ya karena hari ini hari pertama puasanya Sarah?”. Lalu Sarah? menjawab “Iya Bu guru.” “Anak-anak, kalo puasa tidak boleh lesu atau malas. Kita harus tetap semangat meskipun puasa. Untuk menghilangkan lesu, sebaiknya kita beribadah. Kita boleh bermain tetapi, yang ringan-ringan saja, seperti main congklak” kata Bu guru. Sarah pun mengerti dan tak lesu lagi. Ia kembali semangat.

Setelah pulang sekolah, ia menunaikan ibadah shalat Dzuhur bersama Akmal lalu tidur siang. Di dalam tidur Sarah ia bermimpi, ada seorang pengemis yang sangat kelihatan sehat sehat saja. Akhirnya Sarah pun bertanya “Pak, mengapa bapak kelihatan sangat semangat meskipun bapak ini puasa?”. “Dik, bukan puasa alasan mengapa kita lesu dan malas. Biarpun bapak kerja, bapak pun harus semangat. Karena, itu adalah cara ikhlas menjalani puasa.” Jawab bapak itu. Dan tiba-tiba saja Sarah terbangun. “Oh berarti kita harus semangat meskipun puasa ya..” kata Sarah.

Di sore hari, setelah menunaikan ibadah shalat Ashar, Sarah mengajak temannya, Jarang untuk bermain congklak, “Jara, ayo kita main congklak.” “Ayo, Sar” jawab Jara.
Tiba-tiba Umi datang menghampiri Sarah yang sedang asyik bermain congklak dan bertanya, “Loh kok tiba-tiba Sarah jadi semangat puasa?”. “Iya Umi, kan puasa bukan alasan kita untuk malas” jawab Sarah. “bagus anak Umi.” Lanjut Umi.

10 menit lagi saatnya buka Puasa. “Bagaimana anak anak Abi puasanya?” Tanya Abi. Lalu Akmal dan Sarah menjawab, “Alhamdulillah Abi.” Sarah lalu melanjutkan kata-katanya, “Abi, Sarah senang menjalankan ibadah puasa. Doakan Sarah ya Abi, Umi agar Sarah bisa menuntaskan puasanya sampai Idul Fitri.” “Iya, nak” jawab Abi dan Umi.

Setelah berbuka, Sarah Dan keluarganya menunaikan ibadah shalat Maghrib. Lalu setelah itu, “Abi, Umi, Akmal berangkat Tarawih dulu ya.” Kata Akmal. “Iya nak” kata Umi. “Sarah juga mau ikut dong kak Akmal, boleh kan?.” Tanya Sarah. “Iya boleh Sar”. “Ya sudah sana pergi nanti telat loh.” Kata Ummi.

Selesai tarawih, Sarah menulis cerita di buku diary, judulnya “Puasa Pertamaku”. Setelah itu Sarah menjalankan puasa seterusnya dengan riang hingga Idul Fitri.

Cerpen Karangan: Kintan Aulia
Facebook: Rachma Athena Cullen
Nama: Kintan Aulia
Tanggal lahir: 19 Agustus 2006
Agama: Islam

Cerpen Puasa Pertamaku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Wash The Dishes

Oleh:
Sungguh melelahkan hari ini. Kenapa tidak?, karena aku mempunyai dinas nyupir (nyuci piring). Sejak bi Inah berhenti sebagai pembantu di rumahku, alasannya anaknya sudah bekerja di Pabrik Kacamata di

Candy Land

Oleh:
Pagi telah menyapa riang. Terdengar teriakkan mama dari lantai bawah. “sayang! Ayo, turun!” “iya, ma!” jawabku. Oh ya, namaku adalah reinasya suzan tyaraputri. Panggil saja rei. Aku anak tunggal

You Are Inspiration in My Life

Oleh:
“Fyuuh… hari yang melelahkan” Keluhku melepas penat setelah bersekolah, bimbel dan les Bahasa Inggris dalam waktu sehari. Tiba-tiba terdengar suara mobil memasuki garasi rumah, kuintip melalui jendela rumah dan

Di Rumah Lagi Di Rumah Lagi

Oleh:
Hmmzt… gak tau kenapa liburan sekolah kemarin terasa saaangat membosankan, yahh… gimana enggak..? Selama liburan aku gak pernah ke luar rumah alias jalan-jalan. Aku tanya mama, kenapa kita gak

Menjadi Yang Lebih Baik

Oleh:
Perkenalkan namaku, Lala Prisicilia. Sekarang aku duduk di kelas dua SMP. Menurutku dan menurut orang di sekitarku sikap dan perilakuku sudah jauh lebih baik dari dua tahun yang lalu.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *