Puasa Ramadhan Pertama

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Ramadhan
Lolos moderasi pada: 16 August 2016

Bulan Ramadhan pasti sudah tak asing lagi di telinga kita, bulan penuh berkah dan ampunan dari Yang Maha Kuasa, bulan dimana orang-orang berlomba-lomba mendapatkan banyak pahala, bulan suci yang hanya terjadi sekali dalam setahun.

“Mama, Kanaya mau puasa!” ucapku.
“Hahaha umurmu kan baru saja 7 tahun!” ejek Kak Nisa.
“Iya Kanaya, kamu masih kecil kan!” Tambah kak Irfan.
“Ya sudah kalau memang Kanaya memaksa, Mama dan Papa akan melatihmu!” Balas Mama.
“Hore!” Kataku senang.
“Ingat ya Kanaya, soalnya besok sudah memasuki awal Ramadhan, jadi nanti dini hari kau harus bangun dan ikut sahur bersama kami!” Kata Papa.
“Beres Pa!” Jawabku semangat.
“Bagaimana kalau agar Kanaya nggak lapar kita ke Mall, nanti kita ke Kidszone lalu jalan-jalan, lagipula ini sebagai bentuk hadiah Papa ke Kanaya sebagai puasa pertama Kanaya, lagipula sambil belanja-belanja buat kebutuhan Ramadhan!” Jelas Papa.
“Asyik!” teriakku, Kak Nisa, Kak Irfan

“Kanaya yuk bangun sudah waktunya sahur lho!” kata Mamaku.
“Iya Ma!” jawabku, aku segera membasuh muka dan mencuci tangan dan kaki.
“Wah hebat, anaknya Papa sudah bangun, yaudah dimulai yuk makannya!” kata Papa.
Kami makan sahur dengan lauk ayam bakar buatan Mama dan Kak Nisa, sangat lezat!
“Kanaya cepat gosok gigi terus minum airnya, lalu nonton TV sebentar, dan Sholat Shubuh ya!” Kata Papa.
Segera aku melakukan apa yang diperintahkan oleh papa.

Esoknya pukul 9 pagi kami ke Mall, sebelumnya kami belanja kebutuhan, seperti ikan, daging, sayur, buah, sirup, dan lain-lain, aku membeli Minuman untuk berbuka puasa.
“Wah tak terasa sudah jam 12 siang ya” kata Kak Irfan.
“Ya udah yuk ke Kidzone!” Ajak Papa.
Kami bertiga main sepuasnya, Mama dan Papa juga ikut bermain, hahaha seru!
“Aku mau naik Sepeda Rossi!” kata Kak Irfan.
“Aku dan Kak Nisa ke Big Ballon Slide saja deh!” kataku.
Bermain memang menyenangkan, apalagi aku dan Kak Nisa suka sekali main peluncuran(Prosotan) seru banget.

“Anak-anak, sudah jam 3 sore nih, kita ke taman yuk!” ajak Mama.
“Asyik!!” kataku.
Kami melihat kupu-kupu dan bermain ayunan, kami bermain petak umpet dan banyak lagi.

“Papa, sudah jam 16:30 kita harus pulang, soalnya mau nyiapin buat buka puasa!” kata Mama.
“Ya sudah yuk kita pulang!” Ajak Papa.
Kami pun pulang, Mama menyiapkan untuk berbuka, aku dan kak Irfan juga Papa bermain Monopoli dan juga kami main game, lalu kami mandi.

“Allahu Akbar Allahu Akbar!” suara Adzan berkumandang, kami meminum segelas air dan mengambil Air Wudhu lalu Sholat Maghrib, setelahnya kami berbuka puasa.
Begitulah puasaku, puasa pertamaku.

Cerpen Karangan: Arachelly Dwi Ayuni

Cerpen Puasa Ramadhan Pertama merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tante Susi

Oleh:
Semenjak kematian sang bunda satu minggu yang lalu, Neta sangat sedih sekali, ia merasa kesepian, kini ia sekarang tinggal bersama neneknya, dan tante Susi. Malam itu keadaan sunyi sekali,

BlackBerry

Oleh:
“Boleh minta pin BB?” tanya Rena. Lagi-lagi masalah itu! Rasanya sudah ribuan kali semua menanyakan tentang pin BB. Hhh… padahal kan, aku enggak punya BlackBerry! Aku menggeleng dan berlalu.

Maafkan Aku, Ibu

Oleh:
Kehidupan ini memang tidak akan seutuhnya sempurna, begitu pula dengan sifat seseorang ada yang berhati malaikat dan berhati setan. Dan di sini aku adalah seseorang yang berhati setan. “Rik,

Senyum Terindah Darimu

Oleh:
Senyum itu, bukan sekedar ku menggapai bintang. Bukan sebatas ku berpijak dalam awan. Juga bukan hanya hiasan saat ku lihat hujan. Walau sekilas pelangi, tapi sangat berharga bagiku tuk

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *