Putri Pengumpat

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Dongeng (Cerita Rakyat)
Lolos moderasi pada: 27 December 2020

Di kerajaan simalungun, tinggallah seorang putri yang sangat cantik. sayangnya, dia suka berkata buruk. raja dan ratu sering menasehati sang putri, namun sang putri susah mengubah kebiasaannya.

“Hei kura-kura lamban sekali!”
Banyak yang tidak tahan dengan kelakuan sang putri.

Suatu hari, datanglah raja muda dari negeri seberang. dia telah mendengar tentang kecantikan sang putri. Pernikahan pun direncanakan akan berlangsung bulan depan. Semua sibuk mempersiapkan pesta besar. Putri pun ikut mempersiapkan diri. dia ingin semua sempurna.
“Bajuku harus bagus dan mewah!!!.”
Dia pun rajin merawat diri. setiap hari putri mandi di danau belakang istana.
“Aku harus wangi. tambahkan bunganya!!!”

Ketika sedang asyik mandi, tiba-tiba datang seekor burung melintas cepat dan mematuk hidung putri.
“Uh, coba aku adalah ular yang kulitnya tebal dan tak mudah terluka!”

Penyesalan tak berguna. semua persiapan untuk pernikahan pun sia-sia. putri telah menjadi ular, lalu dia hidup di kebun belakang istana.

Cerpen Karangan: Dita Azmya

Cerpen Putri Pengumpat merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Dasar Anak Bandel

Oleh:
Hari ini hari jum’at, ya, waktunya senam di sekolah. Aku bersama sahabatku Rahil, bersebelahan. 10 menit berlalu akhirnya senam selesai. Lalu anak-anak bertanya kenapa senamnya lama sekali. (Karena biasanya

Dunia Paralel

Oleh:
“Andai saja di dunia ini ada dunia yang bisa membuatku pergi ke masa lalu dan memperbaiki masa depan” Ucapku sambil memandang langit senja yang indah dan bersandar di pohon

Jambu Untuk Anakku

Oleh:
Riuhnya bunyi dedaunan di sebabkan angin pagi yang gelisah. Kicauan burung hutan memecah kesunyian. Sang mentari memercik sinarnya pada wajah-wajah yang saling bercermin pada bola mata masing-masing. Terlihat dua

Dua Sahabat (Part 2)

Oleh:
“Apa Bel?” Tanya Enna dan Ella berbarengan. “Kompak amat!, Oh ya! Aku punya rencana, kalian setuju ngak?” Tanya Amabel. “Gimana mau setuju Bel, kamu belum kasih tau rencananya!” Ucap

Monyet Yang Rakus

Oleh:
Di sebuah hutan hiduplah dua ekor kelinci yang baik dan seekor monyet yang rakus. Dua kelinci tersebut memiliki nama yang berbeda dan hobi yang sama yaitu kelinci pertama memiliki

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *