Raketku Rusak

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Olahraga
Lolos moderasi pada: 21 November 2017

Halo! Namaku Khalisha Adinda Icha, biasa dipanggil Icha, aku punya adik bernama Falitasya Adinda Tasya, biasa dipanggil Tasya. Aku memang anak yang aktif. Oleh karena itu, aku pintar olahraga, aku pernah menjuarai lomba basket dan bulutangkis sejakarta. Bisa dibilang aku tomboy.

Aku punya rutinitas lhoo… rutinitasnya adalah tanding bulutangkis setiap sore di lapangan. Memang setiap sore lapangan dipenuhi anak anak yang sedang berolahraga, terutama aku, hihihi.

Pagi ini aku sedang bersiap untuk sekolah. Aku melihat jam tanganku, ternyata sudah jam 07.30. Waduh, bisa dihukum aku. Ini semua gara gara Tasya, dia lama banget mandinya, aku kan bisa bisa terlambat. Aku masuk jam 07.45, berangkat ke sekolah memakan waktu 15 menit. Tasya sudah siap, aku langsung ngebut ke sekolah. Fiuhhh… aku masih ada waktu 5 menit sebelum gerbang utama sekolah ditutup.

Setelah baris, aku langsung menuju Lapangan olahraga. Karena mata pelajaran pertama adalah PenJasOrKes (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan). Tepat hari ini aku harus pergi ke SDN 04 Jakarta untuk tanding Bulutangkis. Aku diantar naik taksi, Awalnya aku tidak yakin dengan keadaan raketku, tapi tak apalah.

Sesampainya di sana, aku mendaftar dulu. Aku mendapat nomor urut 36. Aku menunggu nomorku dipanggil untuk tanding.
“Kepada peserta nomor 35 dan 36 diharapkan maju untuk bertanding” panggil MC.
Aku langsung maju dan bertanding. tak terasa waktu skornya adalah 23-02, aku mendapat skor 23, dan lawanku mendapat skor 02. Dan ternyata aku maju ke babak final.

Tepat di babak final aku mendapat lawan yang terlihat sudah ahli dalam bidang Bulutangkis. Tapi kujalani saja semua itu dengan semangat. Sudah lama aku bertanding, ternyata skornya seri. Yaitu 24-24, waktu tinggal sedikit. Lalu lawan melemparkan kok padaku. lalu aku membalas dengan pukulan smash yang super kencang. Lalu waktu habis, dan aku meraih juara.

Entah kenapa, kemenanganku dipenuhi tawa peserta, bahkan pendamping peserta dan para juri pun menertawakan kejuaraanku. Lalu aku bertanya kepada guru pendampingku.
“Pak Lukman, kenapa semuanya tertawa?” tanyaku heran. Namun pak Lukman tetap tertawa dengan menunjuk-nunjuk raketku. Ow Ow, ternyata jaring jaring raketku lepas semua. Dan akhirnya menjadi raket bolong. Aku pun ikut tertawa. Tapi aku sedih, karena, aku tak punya raket lagi, tapi aku senang karena juara lomba bulutangkis.

Lalu aku pulang dengan menceritakan hal tersebut pada bunda. Bunda pun ikut tertawa.
“Tidak apa apa kak, malah bunda bangga sama kakak. kakak bisa memenangkan lomba. Uang yang kakak dapatkan dari hadiah juara bisa untuk beli raket baru untu menggantikan raket kakak yang rusak itu” kata bunda.
“Oh iya, hehe. Icha tidak kepikiran bun” aku terkekeh.

Keesokan harinya aku membeli raket baru di toko olahraga, dan aku berlatih lagi untuk bisa juara seindonesia.

Cerpen Karangan: Nayla Nurul Khayyira
Facebook: Lidia Rahmi
Halo! Namaku Nayla Nurul Khayyira, biasa dipanggil Nayla. Aku berumur 11 tahun dan duduk di kelas 5 SD. Dan aku mempunyai adik yang bernama Vivia Nadien Khayyirani, yang biada dipanggil Nadien. Adikku berumur 5 tahun dan duduk di bangku TK-A.
Untuk mengenalku lebih jauh, kalian bisa Follow/Ikuti Instagramku yaitu @nayla_nurul.k. Kalau kalian mau tanya tanya tentang diriku. DM aku aja yaa… 🙂

Cerpen Raketku Rusak merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Siapa Kau Sebenarnya

Oleh:
“Rindu, Rindu!” seru Irene yang sudah ada di depan rumah Rindu. “I-Iya Ren! Sebentar yaa!” teriak Rindu yang sedang pakai baju. “Hehe Maaf lama menunggu!” seru Rindu tak lama

Sahabatku Saudaraku

Oleh:
Hari ini hari yang sangat sedih bagi sahabatku, Misya. dia sangat sedih karena ayahnya sudah meninggalkannya. dan sekarang dia tinggal dengan ibunya, dia menangis di dekatku sambil menutup wajahnya.

Mukjizat Tuhan

Oleh:
Angel, itulah namaku. Kata papa aku anak istimewa, kata mama aku berbeda dengan yang lain. Tapi perbedaan itu yang selalu membuatku bertanya tanya, kenapa aku harus dilahirkan ke dunia

Sepi Tanpa Mereka

Oleh:
“Raya, bangun!” ucap seorang gadis yang bernama Ani. Pas jam pelajaran olahraga tadi, Raya tidak enak badan. Dan sekarang ia masih duduk di bangkunya. “Udah mendingan Ray?” tanya Ani,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *