Rumah Kenangan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak
Lolos moderasi pada: 21 March 2016

Aku memasuki sebuah rumah yang sudah sangat kotor dan jelek. Rumah itu pun sudah pudar warnanya, sangat tidak memuaskan. Entah mengapa, Mama mengajakku ke sini. Sebenarnya, ini adalah rumahku yang dulu sebelum aku pindah. “Ma, ngapain sih kita harus ke sini? Kotor banget tahu,” kataku dengan nada kesal. Kenapa sih harus ajak aku? Kenapa nggak ajak Karin saja? Karin adalah adikku yang masih berumur lima tahun.
“Sebelum Papa berangkat ke Rusia, dia bilang harus bersihkan rumah ini. Soalnya, ada yang mau beli,” jawab Mama tersenyum. Ih, siapa sih orang yang mau beli rumah tua ini?
“Tapi, Mama bawa masker, kan? Zaza nggak mau kalau gak pakai masker,” ucapku sambil melihat langit-langit teras rumah itu. Banyak cicak dan kecoanya. Hih…

Mama masuk ke dalam rumah. Ia menyodorkan sebuah masker. Aku memakai masker pemberian Mama. Aku hanya berjalan di belakang Mama. “Zaza, tolong bersihkan kamar itu, ya. Mama mau membersihkan bagian teras,” kata Mama yang sudah memegang sapu. Aku pun juga. Dengan berhati-hati, aku masuk ke sebuah kamar yang pernah menjadi kamarku. Aku mengambil sebuah boneka usang lalu menepuk-nepuk boneka itu. Boneka teddy bear itu adalah boneka kesayanganku dulu. Namun, aku meninggalkannya karena harus buru-buru pindah ke rumah baru.

Aku membersihkan bagian kaca, aku melihat sebuah bingkai foto usang yang memang masih ada fotonya. Aku mengelusnya perlahan. Itu adalah fotoku bersama keluargaku saat piknik di pantai. Ya.. sekitar dua tahun yang lalu. Aku menyapu lantai. Tiba-tiba, aku menginjak sebuah kertas. Kertas itu adalah kertas berisi curhatan hatiku dulu. Aku saja sampai melupakannya. Selesai membersihkan, aku menemui Mama di teras. Dia terkejut melihat aku membawa boneka, bingkai foto, dan sebuah kertas.

“Bukannya itu bonekamu dulu? Juga bingkai fotonya. Kertas itu juga,” kata Mama tersenyum.
“Boneka ini tidak akan Zaza pakai lagi. Zaza, kan, sudah besar. Tapi, bingkai fotonya dan kertasnya akan tetap Zaza simpan,” jawab Zaza lalu membersihkan barang temuannya.
Mama mengelus rambut Zaza pelan. “Bonekanya kasih orang lain saja yang membutuhkan,” Mama tersenyum menatap Zaza.
“Iya, Ma. Zaza janji,” ucapku. Rasa kesalku mulai pudar juga.
“Bagus, anak Mama sudah pandai berbagi. Ayo kita bersihkan ruangan yang lain lagi,” Mama mengajakku. Ah, seru juga,ternyata membersihkan rumah.

Cerpen Karangan: Indira Fizia
Facebook: Indira Fizia
Namaku Indira Fizia Kirana. Dilike ya! Makasih untuk yang udah baca.

Cerpen Rumah Kenangan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Allah Itu Adil

Oleh:
Terdengar suara riuh rendah di lokal Aqira, yaitu IV-D. Pak guru sedang membagikan hasil ulangan Matematika. Semuanya takut dan agak deg-degan sambil menelan ludah. Menurut mereka, matematika adalah mata

Maaf

Oleh:
Aku punya seorang sahabat namanya Sintya Azzahra. Dia anak yang paling nggak bisa menyebut kata maaf ketika melakukan kesalahan, pernah dia memecahkan botol kaca mahal milik Miranda. Miranda hampir

Aku dan Ayah

Oleh:
“Hoaahhmm…” Hari Sabtu yang melelahkan. Pagi-pagi berangkat sekolah, lalu mengerjakan PR, dan lalu mengikuti kegiatan Pramuka. Aku beranjak tidur karena sangat lelah. Minggu pagi yang cerah, aku segera mandi

Kencoran Squad

Oleh:
Suatu hari di sekolah, Praaya, Ridho, Farel, Nada dan aku telah mengambil bekalnya masing-masing. Dan mereka pun pergi ke aula untuk makan bersama. “oi! kalian inget gak, hari ini

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *