Rusa yang Salah Sangka

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Fabel (Hewan), Cerpen Penyesalan
Lolos moderasi pada: 16 June 2019

Pada zaman dahulu, hiduplah sebuah keluarga serigala. Mereka tinggal di sebuah rumah sederhana. Beranggotakan ayah, ibu, dan anak. Mereka hidup damai. Setiap malam mereka selalu bernyanyi bersama. Itu sudah menjadi kebiasaan para serigala sejak lama. Karena dengan menyanyi mereka dapat menjadi bahagia.

Suatu malam saat mereka sedang asyik bernyanyi, datanglah paman harimau.
“Hei buka pintunya!” teriak paman harimau.
“Iya ada apa?” Tanya ayah serigala sambil membuka pintu.
“Hentikan suara berisik ini! Sudah sejak lama aku ingin bicara pada kalian. Aku tidak bisa tidur jika kalian selalu bernyanyi setiap malam.” Kata paman harimau.

Belum selesai ayah serigala menjelaskan, tiba-tiba paman harimau menyerangnya. Dengan ganasnya mereka berkelahi. Ibu serigala yang mengetahui hal itu, langsung menyuruh si anak serigala berlari sejauh-jauhnya lewat pintu belakang. Ibu serigala pun ikut membantu melawan paman harimau, karena tak mungkin dapat mengalahkan paman harimau dengan mudah.

Si anak serigala berlari sekuat tenaga, entah berapa jauh ia sudah berlari. Ia sudah tidak kuat lagi dan akhirnya ia pingsan. Kabarnya ayah dan ibu serigala sudah tewas, sedangkan paman harimau menderita luka berat, sehingga anak serigala itu menjadi yatim piatu.

“Di mana aku?” kata anak serigala setelah ia siuman dari pingsan.
Ia melihat sekeliling, Nampak ia berada di kamar tidur, di sebuah rumah kayu yang sederhana.
“Eh kamu sudah sadar. Pak dia sudah sadar pak.”
“Oh iya kah? Sebentar bapak ke situ.”

Ternyata si anak serigala itu ditolong oleh sepasang rusa. Si anak serigala berterimakasih, dan ia diangkat menjadi anak angkat rusa tersebut. Ia diberi nama baru, yaitu Beni.

Bertahun-tahun telah berlalu. Beni selalu dirawat, dididik, dan dikasihi oleh bapak dan ibu rusa. Kini ia tumbuh menjadi remaja. Ia sering membantu pak rusa berladang dan bertukang. Kadang juga ia membantu ibu rusa memasak. Ia selalu berbakti pada mereka berdua.

Suatu hari, ibu rusa melahirkan seekor bayi. Bayi rusa yang sehat dan lucu. Beni senang sekali karena ia punya adik. Ia selalu menjaganya, mengajaknya bernyanyi dan bicara, meski adiknya sekarang masih berumur satu bulan.

Hingga suatu ketika tibalah musim panen. Pak rusa dan bu rusa akan pergi ke ladang untuk memanenhasil ladangnya. Mereka menyuruh Beni menjaga adiknya.
“Ben, jaga adikmu! Bapak sama ibuk mau ke ladang.”
“Iya pak, siap.”

Beni menjaga adiknya sepenuh hati. Ia tidak membiarkan apapun mengganggunya, bahkan seekor nyamuk pun ia usir. Sementara di ladang pak rusa dan istrinya bercakap-cakap.
“Pak apakah kita bisa mempercayakan anak kita pada Beni?” Kata bu rusa.
“Pasti lah buk. Jangan khawatir.”
“Aku takut pak. Kalau Beni…”
“Sudah buk jangan suuzon!”
“Iya pak, maaf.”

Tiba-tiba Beni berteriak dari kejauhan memanggil bapak ibunya. Sambil berlari menuju ke arah mereka.
“Pak, buk!”
“Ada apa? Kenapa kau di sini? Kenapa kau tak jaga adikmu?” kata pak rusa.
“Anu pak…”
“Astaga lihat itu! Mulut dan tangannya dipenuhi darah. Lihat pak!” kata bu rusa.
“Apa yang terjadi? Apa kau memakan adikmu sendiri? Kau tak tahu balas budi ya? Dasar serigala durhaka!” teriak pak rusa dengan amarahnya.
“Tidak pak, bukan seperti itu.”
“Sudah jangan alasan kau!”
Tanpa mendengar penjelasan Beni, dan juga tanpa pikir panjang, pak rusa mengambil sebongkah kayu. Kemudian memukulkannya ke kepala Beni, sehingga ia tersungkur tak sadarkan diri.

Kemudian pak rusa membuangnya ke sungai.
“Rasakan itu serigala jahat!”
“LIhat kan pak, apa yang ibu pikir benar terjadi.”
“Iya buk, bapak tak menyangka hal itu.”
“Ayo kita ke rumah pak, cepat!”
Mereka pun berlari menuju ke rumah.

Sampai di sana mereka terkejut. Ternyata anak mereka baik-baik saja. Dan juga ternyata ada seekor ular yang mati dengan kepala yang terputus, dan sebuah golok yang berlumuran darah yang tergeletak di samping tempat tidur bayi rusa itu.
“Astaga ternyata Beni melindungi adiknya dari ular ini,”
“Ternyata kita telah salah sangka pak pada Beni.”
“Iya buk, bodohnya aku sampai tega berbuat seperti itu.”

Kemudian pak rusa dan bu rusa pergi ke tempat dimana Beni dibuang tadi. Dengan penuh penyesalan dan air mata. Mereka hanya memandangi sungai yang mengalir deras itu. Pasti Beni sudah tewas, entah karena tenggelam atau dimakan buaya.

Cerpen Karangan: Mukhammad Farchani
Blog / Facebook: Mukhammad Farchani
IX-H SMP Negeri 1 Puri, Mojokerto

Cerpen Rusa yang Salah Sangka merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Gaun Untuk Peri

Oleh:
Pekerjaan sehari harinya hanya menjahit. Walaupun masih kecil, tangannya lincah membenarkan dan membuat pakaian. Ia adalah Vika, anak yatim piatu yang tinggal di pojok desa. Rumahnya terpencil. Sore hari

Suatu Kesalahan dan Penyesalan

Oleh:
Hai, perkenalkan namaku Sindy, aku berkalangan dari kelas ekonomi yang sangat bawah, ayahku tidak bekerja alias pengangguran, ibuku hanya seorang tukang judi yang tidak tentu hasilnya, kakakku tidak tahu

Ulang Tahun Istimewa

Oleh:
Hai, namaku Fania Lenia Fitriani. Biasa dipanggil Lenia. Aku mempunyai kakak yang bernama Fifiana Liana Fitriani. Biasa dipanggil kak Liana. Aku juga mempunyai adik yang bernama Muhammad Lana Alexsander.

Desainer Muda

Oleh:
“Linda, kamu di panggil Bu Virny, tuh!” ujar Milly kepada Linda yang masih sibuk dengan baju pesanan pelanggan. Linda adalah seorang remaja yang sudah bekerja di salah satu butik

Menikam Hati (Part 4)

Oleh:
Setelah Sholat duhur kami pulang. Di rumah ada Ibu. “Na baru pulang nak.” Katanya. “Iya bu”. Aku langsung masuk kamar dan menjatuhkan tubuhku di ranjang. Tepat kulihat pukul 14:35

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Rusa yang Salah Sangka”

  1. moderator says:

    Cerpen yang Far buat ringan ringan… tapi bagus! terus dikembangkan ya… ^_^

    ~ Mod N

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *