Sang Pembual

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Fabel (Hewan)
Lolos moderasi pada: 9 February 2018

Ada anak baru di Sekolah Hewan. Dia adalah kuda, namanya Gorald. Surainya panjang dan berwarna cokelat terang. Warna tubuhnya kuning keemasan.

Semula tidak banyak yang mendekati Gorald. Namun pulang sekolah, banyak yang mengerubungi kuda emas itu.

“Rumahmu di mana?” tanya Loin Singa.
“Di sana, nomor 9, yang cat putih,” jawab Gorald dengan senang hati.
“Wah, itu kan rumah bagus, mainanmu?” pekik Cetty Kucing.
“Aku? Mm, banyak! Ada mobil-mobilan yang pintunya bisa dibuka, kereta yang bisa jalan dan mengeluarkan gelembung, ada relnya juga!” jawab Gorald setengah ragu.

“Aku pernah melihat harganya, dan kalian tahu? Harganya mahaaal… sekali,” Dhessy si Platypus memekik.
Sayang, orangtua mereka memanggil pulang.
“Besok lanjutkan ceritamu ya!” bisik Loin Singa.
Gorald mengangguk sambil mengerutkan keningnya. Ah, Gorald menjadi bingung dan murung.

“Ayo, ayo! Lanjutkan ceritamu,” desak Dhessy.
“Mm… Maaf teman-teman, sebenarnya… Soal rumah dan mainan itu, aku membual. Aku adalah orang miskin, aku takut jika kalian mengejekku,” jelas Gorald sambil menunduk malu.

Semua tertegun.
“B-baiklah… Tidak apa-apa, namun yang penting kita masih berteman, bukan?” Suara Loin memecah keheningan.
Semua senyum-senyum, dan mengangguk serentak.
Ah, leganya Gorald!

Cerpen Karangan: Naysha Alifa
Facebook: Naysha Putri Alifa

Cerpen Sang Pembual merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sahabat Tapi Kembar

Oleh:
Teettt… Teettt… Teettt… Bel tanda masuk SDS Terpadu Cahaya Nur berbunyi, Murid-murid pun segera masuk ke kelas masing-masing, termasuk Lista Andani atau yang biasa dipanggil Lista. Lista segera masuk

Bakso atau Rinso

Oleh:
Andi sedang bermain bola bersama teman-temannya di taman dekat tempat tinggalnya saat Ibunya memanggil. “Andi, kemari nak. Ibu perlu bantuan kamu ni..” teriak Ibunya dari teras rumahnya yang tak

Kalung Dari Kakek

Oleh:
Vika adalah seorang anak berumur sepuluh tahun, dia anak yang baik dan pintar. Tetapi ia sudah tidak mempunyai ayah, ia hanya tinggal bersama ibunya di rumah sederhananya. Sang ibu

Detektif Latifa

Oleh:
Pada Pagi hari Latifa bersiap-siap untuk pergi ke sekolah. Latifa berpamitan kepada Ibu dan Ayahnya. Latifa pergi ke sekolah memakai sepeda dengan riang sambil bernyanyi-nyanyi. Saat sudah sampai Latifa

Sahabat Cermin

Oleh:
Aku termenung di balkon sekolah. Termenung sedih dan berkhayal, bahwa akan punya sahabat. Sahabat setia yang tidak akan meninggalkan diriku sendiri. Tapi, tak ada yang ingin berteman denganku. Bahkan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *