Sang Pemecah Rekor

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak
Lolos moderasi pada: 24 September 2013

Menjadi anak pertama memang tidak enak. Apalagi sulung dari dua adik yang semuanya adik-adiknya. Ia tidak terlalu di sayang (sebab adik nya masih kecil-kecil dan harus punya perhatian lebih), apalagi vira tidak terlalu pandai di setiap pelajaran hitung-hitungan. Rasanya vira tidak punya satu pun kelebihan yang patut dibanggakan.

“vira, siapa penemu diagram venn?”
Ups! Vira meloncati karetnya yang disambung menjadi permainan. Karet yang sejak delapan belas menit lalu yang diloncatinya tertinjak oleh kakinya.
“sejak tadi ibu lihat kamu asyik bermain karet yang kamu sambung dan diloncati,” tegur bu dina (ibunya vira)
“john venn” bisik adik vira (novi) yang dekat dengannya
“sekali lagi ibu lihat kamu main karet loncat-loncatan seperti itu, ibu kirim kamu ke sirkus” ujar ibu dina, meskipun vira telah menjawab pertanyaan dengan benar

Keesokan harinya.
Seisi kelas vira tertawa mendengar cerita ibunya vira. Ia tidak malu di tertawakan teman-temannya, malahan ia senang karena akhirnya ia punya satu kelebihan yang menarik perhatian orang. Tidak semua orang bisa loncat-loncat karet tanpa tertinjak dengan kaki dalam waktu yg cukup lama.

“lakukan lagi, vira,” pinta teman-temannya saat istirahat.
Dengan senang hati vira mengambil karetnya di tas dan di ayunkan lah karet itu, lalu di loncatinya,
Teman-teman nya menghitung menyemangatinya. Satu… Dua… Tiga… Delapan belas… Dua puluh… Teman-temannya terus menghitung. Hingga saat kembali pelajaran, karet yang diloncatinya belum berhenti di loncatinya. Seisi kelas terkagum-kagum dibuatnya.
“wow… Keren. Kamu bisa masuk guinness book of record vira” seru kamaliah girang.
“guinness book of… Apa?”
“guinness book of record adalah buku yang mencatat hal-hal ajaib yang pernah dilakukan orang di seluruh dunia,” jelas kamaliah.
“kalau kamu masuk itu, nama mu akan terkenal di seluruh dunia”

Beberapa hari ucapan kamaliah terbayang-bayang di pikiran vira. Ternyata untuk bisa terkenal, tidak perlu terlalu pintar.

Selama berhari-hari vira berlatih meloncat-loncat di karetnya, biar tidak tertinjak oleh kakinya. Lama-lama ia bisa meloncati karetnya berjam-jam.

Dan akhirnya. Vira pun dipanggil oleh orang guinness book of record untuk menampilkan bakatnya, dan setelah itu nama nya pun tertulis di “guinness book of record”.

Akhirnya dia (vira) mempunyai bakatnya yang hebat, dan ia menjadi terkenal. Lalu vira pun menyadari bahwa “setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangan nya masing-masing”

Cerpen Karangan: Yuniar Widiantini
Facebook: Yuniar Widiantini Ruri

hayy semua salam kenal 🙂
aku yuniar asal dari palembang …
kalo kalian suka dengan cerpen aku dan mau buatin di facebook aja Yuniar Widiantini Ruri dan twitter @yuniarwruri ,,, sobat 🙂
terima kasih

Cerpen Sang Pemecah Rekor merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Padang Ilalang

Oleh:
Namaku Lissa, aku tinggal bersama nenekku di desa. Ayah dan ibuku bekerja di sebuah kota dan menetap di sana. Aku memiliki seorang adik laki-laki, namanya Maman. Aku sangat menyayanginya.

Pak Tani dan Raja Semut

Oleh:
Di sebuah desa yang asri dan makmur tinggalah seorang petani yang sangat rajin dan pekerja keras, setiap hari ia bekerja di sawah miliknya sendiri. Letak sawah Pak Tani lumayan

Perahu Pelangi

Oleh:
Di tengah hutan terdapat rumah mungil, di rumah itu tercium bau kue wangi dan enak, ternyata si warak sedang memasak kue lumpia kesukaannya sambil bernyanyi, di tempat warak memasak

Membatik

Oleh:
Ting… Ting… Ting… Bunyi alarmku. Sontak aku segera terbangun. “Pukul 05.02!” gumamku seraya mematikam alarm. Lalu kurapikan tempat tidurku. “Sahitha! Ayo bangun… Nanti telat les, lo…,” teriak mama dari

Hanya Dengan Senyuman

Oleh:
Pagi yang cerah, gadis imut itu membuka pintu rumahnya. Dilihatnya, sekeliling rumah yang tampak asri, seulas senyum tak pernah hilang dari wajah mungilnya. “Namanya April.” kata seorang ibu memberitahu.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *