Sang Penulis Cilik

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak
Lolos moderasi pada: 16 June 2017

Hai.. Namaku Alicia Vanessa. Panggil saja aku Alice. Aku bersekolah di Creative Elementary School. Aku memiliki 2 sahabat sejati, namanya Clara dan Olivia. Kami bertiga memiliki hobi yang sama, yaitu menulis. Kami bertiga bercita-cita menjadi seorang penulis terkenal, seperti JK. Rowling.

Pagi ini..
“Good morning Clara, Oliv!” Sapaku.
“Good morning Too, Alice.” Jawab mereka.
“Eh, tau nggak seminggu lagi ada lomba menulis cerpen di sekolah ini? Tingkat nasional lho!” Kata Olivia.
“Owh ya? Daftarnya ke siapa?” Tanyaku. “Ke wali kelas masing-masing, pendaftaran paling telat besok.” Jawab Olivia.
“Daftarnya, bayar atau gratis?” Tanya Clara. “Gratis!” Jawab Olivia sambil tersenyum lebar. Aku, Clara dan Olivia, memutuskan untuk daftar hari ini juga.

Pulang sekolah…
“Clar, Oliv, mau nggak kita latihan bareng? Mumpung temanya bebas!” Usulku. Clara dan Olivia hanya mengangguk setuju.

Seminggu kemudian…
Mamaku akan ikut menonton ketika aku lomba membuat cerpen. Wah, senang sekali, ya!
“Fighting, Nak!” Mama menyemangatiku. Aku mengangguk mantap. Owh ya, aku sudah memiliki ide untuk lomba cerpen ini, jadi tinggal nulis saja.
“Oke, untuk juara pertama akan digelari sebagai “Sang Penulis Cilik” dan beberapa bingkisan dari kami juga piala. Juara kedua dan ketiga hanya mendapat uang tunai, dan beberapa bingkisan dari kami.” Kata panitia itu panjang lebar.
“Waktu membuat cerpen hanya 60 menit, oke satu… Dua… Tiga! Mulaiiiii!!” Seru Panitia. Semua peserta begitu antusias. Begitu pula denganku, Clara dan Olivia. Di belakang, Mama tampak menyemangatiku.

60 menit kemudian..
Aku selesai membuat cerpennya. Begitu pula dengan peserta lain. Aku dan peserta lain mengumpulkan hasil cerpen kami.
“Kami akan membutuhkan waktu 1 jam untuk menentukan pemenang. Jadi, kalian boleh istirahat.” Kata Panitia. Semua peserta, termasuk aku, beristirahat terlebih dahulu.

1 jam kemudian…
“Oke, kalian sudah tidak lelah lagi, kan? Kita akan umumkan dari juara ke 3!!” Kata panitia lantang. Semua peserta berharap menjadi yang terbaik. Termasuk aku.
“Juara ke tiga.. Dari Suushi Elementary School dengan nilai 86,5 yaitu… Carolina Frestha!! Selamat.. Diharapkan naik panggung yaa” kata Panitia. Semua bertepuk tangan. Anak yang bernama Carolina Frestha itu, naik panggung.
“Juara ke dua.. Dari Georgia Elementary School dengan nilai 92,3 yaitu… Margaretha Violentina!! Selamat ya.. Diharapkan naik panggung..” Kata Panitia itu. Semua bertepuk tangan. Duh, aku menang tidak, ya? Semoga saja. Aku terus berdoa.
“Nah, ini yang kita tunggu-tunggu, juara pertama!! Juara pertama dari… Creative Elementary School dengan nilai 96,4 yaituuu…” panitia terdiam sebentar. Suasana hening sejenak. Itu kan, sekolahku! Berharap itu namaku.
“Alicia Vanessa! Selamat yaa!! Alicia mendapat gelar “Sang Penulis Cilik” ” kata panitia. Aku terkejut. Aku senaaang sekali mendapat gelar itu.

“Selamat ya, Nak. Mama berharap, kamu dapat meneruskan cita-citamu.” Kata Mama terharu karena aku mendapat gelar “Sang Penulis Cilik”. Ucapan selamat juga datang dari Clara dan Olivia.
“Selamat ya, Alice! Kita akan terus mendukungmu!!” Kata Clara dan Olivia.
Aku mengucapkan terima kasih di atas panggung kepada Mama, Papa, keluarga, para sahabatku dan semuaa teman-teman di Creative Elementary School.
Akhirnya, Cita-citaku terwujud! Mendapatkan gelar “Sang Penulis Cilik” saja, aku udah bahagia banget.

Cerpen Karangan: Haifa Khairiyyah
Facebook: Haifa Khairiyyah
Hai guys!! Namaku haifa khairiyyah, aku senang sekali menulis. Jika ingin dekat denganku, boleh follow instagramku @haifaakha follow yaa!!

Cerpen Sang Penulis Cilik merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Miss Facebook

Oleh:
Kringgg…!!! Alarm Wanda berbunyi, bukannya bangun, Wanda malah mematikan alarmnya. Dan kembali terlelap. Namun ia kembali terbangun ketika ingat janji Kak Rina. Yaitu akan membuatkannya Facebook. Ia meloncat dari

Hadiah Ulang Tahunku

Oleh:
Aku tersenyum sumringah menatap kalender di dinding kamarku. Segera saja, aku berlari menuju kamar Ibu dan Ayah. Mereka berdua, yang sedang sibuk dengan ponselnya masing-masing terkejut melihatku mendobrak pintu

Happy Mother’s Day!

Oleh:
Besok hari ibu. Sisyl bingung, mau memberi apa pada mama-nya. Lalu dia menatap foto mama-nya. “Mama…” Kata Sisyl pelan. Lalu Sisyl punya ide. “Aku kasih aja foto aku sama

Stop Bullying

Oleh:
Pada suatu hari, ada anak yang suka membuli temannya. Dia bernama Shinta, dan yang suka dibuli dengan Shinta adalah Ratih. Shinta adalah anak orang kaya, yang suka manja, sama

Jangan Putus Asa Irma

Oleh:
Irma terduduk di sofa ruang tamunya. Ia murung belakangan ini. Dia baru-baru saja mengirim cerpen yang berjudul Sebuah Harapan. Penerbit menjanjikannya untuk menerbitkan 1 bulan kemudian. Tapi 1 bulan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *