Seekor Anjing Yang Setia

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak
Lolos moderasi pada: 12 February 2018

Di sebuah desa yang jauh dari keramaian terdapat seorang anak gadis kecil yang tinggal bersama dengan ibunya. Sedangkan ayahnya sudah lama Pisah dengan ibunya. Anak tersebut bernama nina. Dia memiliki 1 ekor anjing yang jinak ke manapun nina dan ibu pergi anjing itu pun ikut menemani. Anjing itu bernama Unyil.

Unyil anjing yang memiliki bulu yang gembul (panjang-panjang). Unyil selalu diberi makan tepat waktu. Unyil berbeda dengan anjing lain yang suka makan daging mentah. Unyil lebih suka makanan yang sudah dimasak oleh ibu Nina jika ibu memberikan daging mentah unyil selalu menguburkan daging tersebut.

Ibunya nina tersebut bekerja ke kebun setiap harinya. Nina selalu dibawa ke kebun setiap harinya dengan digendong di belakang oleh ibunya, begitu juga dengan anjing itu yang selalu mengikutinya di belakang. Sesampai mereka di kebun nina selalu ditinggalkan sediri di dalam pondok kecil yang ada di kebun mereka. Nina selalu ditidurkan di atas ayunan yang ada di dalam pondok tersebut, lalu ibunya pergi bekerja di dalam kebun yang jauh dari pondok tersebut, maka Unyillah yang selalu menemani Nina. Terkadang Unyil pergi berkeliling kebun untuk melihat ibu Nina yang bekerja. Sesampai di tempat ibu Nina bekerja Unyil selalu menggoyangkan ekornya.

Lalu ibu Nina berkata kepada Unyil.. “Hai unyil mengapa kamu tinggalkan anakku sendirian jika ada yang mengganggu aktifitas anakku bagaimana?. Aku tidak akan apa apa di sini, pergilah temani anakku” Perintah ibu Nina

Lalu Unyil pun pergi ke pondok tersebut dan dia dapati seekor lebah di dekat tangan Nina lalu Unyil pun. Naik ke atas pondok tersebut dan ia pun? menangkap lebah tersebut. Setelah itu ia kembali ke bawah dan tidur di bawah pondok tersebut.

Setelah Nina bangunan Nina lalu memanggil ibunya untuk makan dan istirahat untuk sholat..
“Ibu sudah tengah hari ayo berhenti kerja Nina sudah lapar” ucap Nina
“Iya nak ibu akan ke sana” ucap ibu Nina

Sesampai di pondok ibu pun memeluk Nina. Setiap ibu memeluk Nina, dia selalu bertanya kepada ibu. “Apa ibu capek?”
Ibu menjawab “tidak ibu cuman haus!!”

Nina pun mengambil air untuk ibu dan memberikan ke pada ibu. “Ibu ini minumnya””
“makasih ya sayang”
“Iya ibu” kata Nina

Setelah ibu selesai shalat mereka pun makan siang dan Unyil pun juga dikasih makan di tempat makan yang sudah disiapkan. Selesai makan ibu pun kembali bekerja Nina pun ditinggalkan lagi bermain dengan Unyil. Nina pun mengambil beberapa kayu untuk ia bawa pulang ke rumahnya nanti. Setelah hari sore pun Nina memanggil ibunya untuk pulang.

“Ibu hari sudah sore mari kita pulang”
“Iya nak” sahut ibu

Saat pulang Nina naik ke atas gerobak yang berisi kayu yang didorong ibunya, dia tidak digendong seperti tadi pagi karena ibu membawa gerobak yang ditinggalkan kemarin. Karena tidak mau turun dari gerobak di jalan yang menurun Nina pun jatuh dari gerobak tersebut begitu juga Unyil langsung loncat, sedangkan Nina menangis kesakitan. Dan ibu langsung memeluk Nina dan berkata “Kan sudah ibu bilang gak usah naik tapi Nina bandel kan sakit, Ya udah ayo kita pulang”
“Iya ibu” kata Nina

Setelah sesampai di rumah kaki Nina pun diobati ibu dan ibu memandikan Nina, ibunya pun mandi, setelah itu ibu siap siap untuk masak untuk makan malam.

Saat yang menyedihkan bagi Nina dan ibu yaitu saat Unyil mati di depan mereka berdua. Unyil mati karena Nina menginjak perut Unyil saat mengandung.
Saat Unyil tergeletak ibu berkata kepada Nina “Itulah Nina sudah ibu bilang jangan Nina injak perut Unyil tapi Nina bandel kan sekarang Unyil sudah mati apa yang mau Nina tangiskan lagi sudah mari kita kuburkan Unyil dulu”

Nina tetap menangis melihat tubuh Unyil yang sudah mati tapi apa boleh buat anjing yang baik dan setia itu sudah mati. Nina pun merasa menyesal dan berjanji kepada ibu untuk selalu mendengarkan perkataan ibunya..

Cerpen Karangan: Yuda Ningsih
Facebook: Karrisma

Cerpen Seekor Anjing Yang Setia merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Si Anak Kolong

Oleh:
Aku adalah seorang anak kolong… sebutan yang diberikan kepadaku karena aku selalu berpindah sekolah. Menurutku memang menarik punya kawan baru, rumah baru, guru baru dan tempat bermain baru, tetapi

Pena Biru Laut

Oleh:
Langit yang semula gelap, perlahan terang karena matahari mulai menampakkan sinarnya. Udara pagi yang masih bersih dari polusi udara terasa segar di tubuh. Cuaca hari ini sangat bersahabat, dan

Aku Sang Penulis

Oleh:
Perkenalkan, namaku Nadiya Alifa Firdaus. Cerita ini mengisahkan aku dan cita-citaku, yaitu menjadi penulis. Pada suatu hari, kakakku bercerita kepadaku, bahwa temannya ada yang mengoleksi buku novel dan komik.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *