Si Kancil Dan Seekor Monyet

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Fabel (Hewan)
Lolos moderasi pada: 19 January 2019

Suatu hari, si kancil berjalan di kebun jambu air…
“Hmmm, jambu air itu begitu ranum sehingga aku ingin memetiknya namun pohon jambu itu terlihat sangat tinggi” Si kancil mengeluh.

Tiba-tiba monyet muncul dan langsung tergelantung di pohon.
“Heii kancil, sedang apa kamu di situ?” Tanya si monyet yang kekal dengan pohon pisang saja.
“Aku sedang menunggu jambu air itu berjatuhan” Usap si kancil.
“Ohh, ini pohon jambu air, buahnya enak gak cil?” Tanya si monyett
“Jelas donk enak, kalau gak enak ngapain aku nungguin buah itu jatuh di sini!!!” Ucap si kancil.
“Jangan jutek gitu donk cil kan aku gak tau!” Usap si monyet

“Kalau begitu aku bawakan jambu air itu untukmu cil!!!” Luluh monyet
“Baiklah, aku akan menunggu buah jambu itu jatuh” Senang kancil
“Okee dech cil kamu tunggu di bawah, aku yang memanjatnya” Kata monyet
“Iyahh baik”

“Oiyah cil, kalau yang enak itu berwarna apa?” Kata monyett
“Yang berwarna putih, kalau yang berwarna merah itu masih mentah.” Bohong kancil
“Okee, aku akan menjatuhkan jambu air yang mentah untukmu cil, sedangkan yang enak akan aku makan di pohonnya” Dalam hati monyet
“Mana jambunya monyet” Kata kancil
“Nihh untukmu cil jambunya, aku akan makan di atas pohon!” Kata monyet
“Baiklah…” Kata kancil

Selesai

Cerpen Karangan: Ernia Wulandari
Blog / Facebook: Ernie Wulandariee

Cerpen Si Kancil Dan Seekor Monyet merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Buku Resep Sahabat

Oleh:
Pada suatu hari, ada seorang anak yang gemar memasak. Namanya Lilyana syahputri. Biasa dipanggil Lily. Lily gemar sekali memasak, sampai-sampai dia mempunyai resep buatannya sendiri lho… Lily mempunyai 2

Backyard’s Trapped (Part 1)

Oleh:
Rio mengejarku. Aku lebih senang bermain kejar-kejaran daripada bermain gulat dengannya. Aku selalu berhasil mencapai finish duluan. Meski umur kami sudah 5 bulan, tapi kami tak pernah sekalipun terpikirkan

Guru Yang Baik

Oleh:
Tia benar-benar jengkel mengajari adiknya, Yogi yang baru saja duduk di kelas 2 SD. Jangankan mengerti perkalian, penambahan dan pengurangan saja masih sering salah. Padahal ketika seusia Yogi, Tia

Penjual Koran Yang Malang

Oleh:
Siang itu, pada waktu pulang sekolah, cuaca sangat panas menyengat. Aku melangkah menuju gerbang sekolah. Ku lihat seseorang sedang membawa lembaran-lembaran koran. Sebelah kakinya juga pincang. Bajunya lusuh. Aku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *