Si Landak Baik Hati

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Fabel (Hewan)
Lolos moderasi pada: 29 May 2018

Pada suatu hari di hutan gunung muria tinggallah seekor Landak. Landak adalah hewan kecil yang mempunyai duri-duri tajam di tubuhnya seperti durian. Ia tinggal di sebuah lubang pohon bekas pohon yang sudah tumbang. Landak ini gemar menolong hewan lain yang sedang kesusahan.

Di suatu ketika saat landak dalam berangkat perjalanan mencari makan di pagi hari ia bertemu dengan Rusa. Rusa itu sedang menangis kebingunan. Melihat hal tersebut landakpun memndekati Rusa. Landak bertanya kepada Rusa “kenapa kamu merasa sedih wahai rusa?”. Rusa pun menjawab “aku sedih karena pada saat aku makan bersama kawananku di padang rumput yang luas, tiba-tiba ada seekor macan mengejarku”. Rusa kemudian menceritakan saat sedang dikejar-kejar seekor macan yang kelaparan ia berlari ke dalam hutan tetapi ia berhasil melarikan diri dari macan, hal itu membuat Rusa merasa sedih. Saat rusa berlari menyelamatkan diri dengan berlari panik ia tidak sadar telah terpisah dari kawanannya. Landak pun mencoba untuk menenangkan rusa dan ia berusaha membantu menolong untuk mencari kawanannya agar dapat berkumpul kembali. Rusa pun merasa senang dengan apa yang dilakukan landak.

Mereka mulai mencari menuju ke arah padang rumput tempat Rusa berkumpul sebelum ia terpisah dari kawanannya. Di perjalanan mereka bertemu dengan seekor Kera yang sedang bergelantungan di pohon. Landak pun menyapa dan bertanya kepadanya “halo Kera. apakah kamu melihat kawanan Rusa yang lewat di daerah sini?”. Kerapun menjawab “Halo Landak, halo Rusa. Aku tadi melihat ada sekelompok Rusa yang berlari lewat sini, mereka berlari dengan kencang seakan menghindari sesuatu. Apa kalian tahu apakah yang terjadi?”. Mendengar pertanyaan Kera, Rusa kemudian menjelaskan apa yang terjadi. Setelah mendengar penjelasan Rusa, Kera pun ikut merasa sedih, Kera berharap semoga Rusa dapat bertemu dengan kawanannya. Setelah percakapan itu selesai Landak dan Rusa melanjutkan perjalanan kembali.

Perjalanan masih jauh dan sekarang mereka berada di dekat sungai. Disaat Landak dan Rusa ingin melewati sungai mereka bertemu dengan seekor Berang-berang yang sedang berenang-renang di sungai. Melihat hal tersebut Landak pun menyapa Berang-berang “halo Berang-berang, apa kabarmu?”. Berang-berang pun menjawab “halo Landak halo Rusa, kabarku baik-baik saja. Apa yang bisa aku bantu kelihatannya kalian sedang kebingungan?” berang-berang menawarkan bantuan. Mendengar hal tersebut Landak bertanya kepada berang-berang “apakah kamu melihat kawanan rusa melewati daerah sini?”. Berang-berangpun kemudian menjawab dan menjelaskan bahwa ia tadi melihat kawanan rusa melewati daerah pinggir sungai ini, mereka menuju kearah padang rumput. Mendengar penjelasan dari berang berang landak dan rusa bergegas melanjutkan perjalanan lagi.

Setelah beberapa jam perjalanan Landak dan Rusa hampir sampai ke daerah padang rumput. Tiba-tiba di tengah perjalanan muncul Macan yang secara cepat menghentikan mereka. Melihat hal tersebut Rusa kaget dan takut akan kedatangan Macan, tetapi berbeda dengan Rusa, Landak malah berani dan berada di depan Rusa untuk melindunginya. Dengan kondisi yang lapar dan wajah kejam seakan ingin memangsa sesuatu, Macan bersemangat. Macan mulai menyerang Landak, dengan cakar yang tajam macan mencakar landak, namun apa yang terjadi Landak tak tinggal diam, ia mendirikan bulu-bulu duri yang ada di tubuhnya sehingga dapat menangkis serangan cakar Macan. Kaki macan yang digunakan untuk mencakar malah terkena duri-duri yang ada di tubuh Landak. Macan merasa kesakitan tetapi tidak menyerah, ia menyerang lagi dengan menggigit Landak namun apa yang terjadi malah wajahnya tertusuk duri Landak yang tajam dan hal itu membuat Macan merasa kesakitan yang luar biasa. Dengan duri-duri tajam yang menancap pada wajah macan, Macan mundur dan menghindari Landak dan Rusa.

Rusa yang melihat kejadian tersebut merasa senang karena ia diselamatkan oleh Landak. Setelah merasa kondisi sudah aman ketika Macan meninggalkan mereka, Landak dan Rusa melanjutkan perjalanannya. Sesampainya di padang rumput Landak dan Rusa melihat dari kejauhan bahwa ada sekelompok Rusa yang sedang berkumpul memakan rumput. Rusa pun berlari dengan lincah dan senang menuju kawananya itu. Benar saja itu adalah kawanannya yang ia tinggalkan sebelumnya.

Rusa pun kembali dan menghampiri Landak. Ia mengucapkan terimakasih kepadanya atas bantuan yang telah diberikan. Landak pun ikut senang melihat Rusa kembali dengan kelompoknya. Rusa kemudian menawarkan bantuan agar bisa membalas budi tetapi Landak menolak, Landak hanya berpesan supaya menjaga diri Rusa baik-baik. Setelah memberikan nasihat Landak pamit dan beranjak pergi dari tempat itu, dengan langkah pasti dan wajah penuh senyum Landak pergi melanjutkan aktifitas yang tertunda sebelumnya.

Cerpen Karangan: Taufik Ahmad
Blog / Facebook: Taufik Ahmad

Cerpen Si Landak Baik Hati merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ngabuburit Bersama Teman

Oleh:
Ting… Ting… Ting… Bunyi alarm di kamarku. “Hoam,” aku terbangun dan mematikan alarm. Kulirik jam seraya mengucek mata. “Jam 3,” gumamku. Aku bergegas ke kamar mandi untuk cuci muka.

Bunny Helper

Oleh:
Pada zaman dahulu, hiduplah seekor kelinci yang bernama Tutu. Tutu adalah kelinci yang hidup sebatang kara tanpa seorang anggota keluarga. Namun walaupun ia hidup sebatang kara tetapi semangat hidupnya

Nining’s Story

Oleh:
Warga di Green City sudah tak asing lagi dengan seorang anak perempuan yang bernama Nining. Aningtyas Purnama, itulah namanya. Dia biasa di panggil “nining”. nining adalah anak terpintar di

Dika Sayang Ayah!

Oleh:
“Sudah berapa kali aku katakan, bawa jauh-jauh anak cacat itu dari hadapanku,” Seorang lelaki berkata kasar pada seorang perempuan dan anak kecil yang menangis dalam pelukannya, Perempuan itu memeluk

Kisah Hidup Berlina

Oleh:
Berlina adalah anak orang kaya. Di sekolahnya ia adalah anak terpandang dan populer. Ayahnya adalah seorang pengusaha dan direktur sukses di kotanya. Dan ibunya menjadi desainer terkenal. Suatu hari,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *