Si Penjilat Makanan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak
Lolos moderasi pada: 3 February 2019

Rio adalah teman sekelasku ia dicap sebagai si penjilat makanan, karena rio sering makan makanan sisa bekas orang. Awalnya tidak ada yang mengetahui tentang perbuatannya ini, Sampai akhirnya semua orang jadi tahu. setiap hari ia selalu dihina dan dikucilkan oleh teman-temannya. Namun rio tetap saja melakukannya. Aku merasa kasihan kepadanya. Seribu pertanyaan pun muncul di benakku. Pulang sekolah aku melihat rio duduk sendirian di halte. Lalu aku menghampirinya dan menanyakan beberapa hal yang selama ini aku pendam.

“Kenapa kamu melakukannya?” Tanyaku penasaran
“Melakukan apa?… ohh itu. Aku hanya tak suka melihat makanan yang tersisa, lalu dibuang begitu saja. Mubazir kan? dan bukankah perbuatan mubazir itu tidak baik? belum tentu juga orang di luar sana bisa makan enak seperti kita, bahkan untuk sesuap nasi saja susah. Jadi pantaskah kita membuang makanan begitu saja?” Balasnya dengan lantang.

“Tapi apa kamu gak malu? Aku lihat kemarin kamu turun dari mobil, berarti kamu orang yang cukup berada.” Tanyaku lagi.
“Untuk apa malu jika kita melakukan perbuatan yang baik.” balasnya.
“Hmm.. iya sih. Lalu apa kamu gak merasa jijik?”
“Tidak!”
“Ga takut sakit?”
“kenapa orang gila tetep sehat walaupun makan-makanan basi yang diambil dari tempat sampah? Karena ia sudah tidak punya akal lagi dan hidupnya selalu positif tidak memikirkan hal-hal aneh. Jadi Kuncinya adalah positif, dan jika aku sakit aku punya obat mujarabnya kok.”
“Apa itu?” tanyaku ingin tahu.
“Doa.” balasnya singkat lalu tersenyum. Begitu mendengarnya aku langsung terdiam dan merasa malu karena sering membuang makanan. Ternyata ia tak seburuk yang dipikir.

“Cin.. cindi aku duluan ya.” Rio berusaha menyadarkan lamunan ku.
“ehh iya iya.” Balasku terkejut.

Sesampainya di rumah aku Langsung posting video percakapanku dengan rio di akun facebookku yang aku rekam tadi secara diam-diam agar semua orang tahu bahwa rio tidak seburuk yang dipikirkan dan membuang makanan dengan sia-sia adalah perbuatan yang tidak baik.

Keesokan harinya aku melihat rio sudah bergabung lagi dengan teman-temannya dan tidak ada lagi hinaan yang dilontarkan untuknya malah yang ada adalah sebuah pujian. Aku merasa senang melihatnya. Sore itu rio menghampiriku yang tengah duduk di halte.

“Cin makasih ya.” ucap rio sembari tersenyum kepadaku.
“Makasih untuk?”.
“Semua yang kamu lakuin untuk aku.”. Aku hanya mengangguk dan tersenyum. kini aku dan rio semakin akrab dan kami berdua menjadi teman baik.

Selesai.

Cerpen Karangan: Sartika Dewi Lestari
Blog / Facebook: sartikadewilstr

Cerpen Si Penjilat Makanan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cita Citaku Yang Mulia

Oleh:
Aku bercita cita menjadi seorang dokter. Saat ada orang yang sakit aku akan mengobatinya sampai sembuh. Kalau ada orang yang tidak punya uang untuk berobat tetap akan kuobati. Karena

Kecerdikan Si Kucing

Oleh:
Pada suatu hari terlihatlah seekor kucing yang besar dan menakutkan. Fisik kucing yang begitu besar itu membuat hewan-hewan di sekitarnya menjadi takut. Bahkan karena takut dimangsa oleh sang kucing,

Berkat Wafer Stroberi

Oleh:
Namanya Az-zhura Laitsha. Ia biasa dipanggil Zhura. Zhura sangat tidak suka dengan susu. Ya! kata itu tidak asing lagi bagi kita. Itulah makanan 4 sehat 5 sempurna. Tetap saja

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

3 responses to “Si Penjilat Makanan”

  1. Nabilla A. R. says:

    Permisi, kakak. Kami ingin meminta ijin mengangkat cerita kakak menjadi sebuah film untuk tugas dari guru kami karena menurut kami cerita kakak unik tapi tetap sederhana, dan moralnya juga ada. Tapi mungkin akan kami modifikasi sedikit untuk menambah durasi dan memaparkan akar konflik lebih detail. Nanti kami tampilkan nama kakak di credit atau mungkin di opening film. Mohon izinnya ya kak ^^

  2. Fudi Estu says:

    Tolong perbaiki lagi pengetikan bahasanya. Nama orang jangan lupa depannya huruf besar. Sesudah titik (.), usahakan menggunakan huruf besar juga. Dan tolong pahami sekali lagi fungsi dari penggunaan koma (,).

    Sekian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *