Taman Kunang Kunang

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Liburan
Lolos moderasi pada: 9 October 2017

“Sini! bawa baju ini aja,” seru Oviana. “Iya, Ov!” seru Kembarannya, Aviana. Oviana dan Aviana adalah kembar identik. Rambut mereka hitam kepirang-pirangan sepunggung agak bergelombang, mata berwarna hitam, bulu mata sangat lentik, alis yang agak tebal, pipi tirus, lesung pipit di kedua pipi, dan kulit yang putih. Cara membedakan adalah dari warna gelangnya. Jika gelangnya bertuliskan AVIANA warna hijau, maka itu Aviana, sedangkan gelang bertuliskan OVIANA warna biru, maka itu Oviana. Mereka sungguh kompak, tidak pernah sekalipun bertengkar. Sama sekali!

Oya! mengapa si Kembar ribut?? hohoho itu ribut untuk memilah-milih pakaian untuk esok. Esok adalah hari pertama liburan semester. “Sudah cukup!” seru Aviana seraya menutup koper travellingnya. “Esok nggak sabar aku! berjumpa Kakek dan Nenek di Desa,” seru Oviana seraya menghempas tubuhnya ke Kasur yang luas, berbalut seprai Biru-hijau bertuliskan ‘O and A’. “Eh apa tadi sudah Isya’, Ov?” tanya Aviana. “Udahlah! masa lupa!” jawab Oviana. “Iya,” cengir Aviana. “Tidur, yok,” ajak Oviana seraya menarik selimut. Aviana mematikan lampu kamar. Stiker-stiker yang bertebaran di dinding kamar menyala. Itu stiker jika di tempat gelap, akan bercahaya. Aviana tidur di sisi kiri Oviana. Ia masuk dalam selimut, mengamit guling dan membaca doa sebelum tidur. Zzzz… Good Night, guys. Have a nice dream…

PAGI, PUKUL 07.00 WIB…
“Ayo cepetan, dong!” seru Oviana tidak sabaran. “Sabaran, ah!” bentak Aviana seraya memakai sepatu. Mereka bersama Ummi, Abi, dan Zharine, kakak si Kembar segera berangkat. “Nanti bertemu dengan Shava, Mifha, sama Tessa,” seru Aviana. Shava dan Mifha adalah anak dari Paman Tris, sedangkan Tessa adalah anak paman Dick. Mereka sepupu tercinta si Kembar.

SIANG, PUKUL 13.00 WIB…
Mobil Soluna mereka terpakir di halaman samping rumah kayu, namun megah nan besar. Sungguh cantik, rumah antik, lo… Kayu pilihan! Mereka segera turun. Di teras depan, ada sepasang lansia sedang duduk di kursi goyang. Ya! itu Nenek dan Kakek. Si Kembar dan Zharine bersalaman dengan Nenek-Kakek. Juga memeluknya. Mereka mencium kening cucu-cucunya. “Ampun, cantik-cantik cucu Nenek,” puji Nenek. “Kalian bantu Ummi ama Abi kalian, kasian mereka!” perintah Kakek. Mereka membawa barang masing-masing, lalu dibawa ke kamar disediakan oleh Nenek-Kakek. Mereka segera berganti pakaian. Kaos lengan panjang putih bergambar apel, celana cutbrai warna biru, dan kerudung hijau. “Mi, Bi, Kek, Nek, kak Zhar mau ke rumah Paman Tris ama Paman Dick. Assalamualaikum,” pamit siKembar. “Waalaikumsalam,” jawab mereka. Aviana dan Oviana bergandeng tangan menuju rumah Paman Tris, lalu ke rumah Paman Dick bersama. Mifha dan Shava. Lalu, mereka bermain engklek di lapangan. Sudah lelah, mereka beristirahat. “Ovia, Avia, Fha, Shav! nanti malam, ketemuan di rumahku, ya…,” pinta Tessa. “Ngapain??” tanya mereka (kecuali Tessa) serempak. “Ada dech,” seru Tessa. “Oya nanti bawa tenda dan alat tidur. Kita menginap,” sambung Tessa.

Malam, setelah Isya’ mereka berkumpul di rumah Tessa, yang sepi-senyap. Memang, keluarga Paman Dick, Paman Tris, Pakdhe Tyo dan Pakdhe Gitt, berkumpul dirumah Kakek seraya membakar sate ayam dan jagung. “Eh dah nyampe!” seru Tessa. “Yok ke belakang rumahku!!” perintah Tessa. Semua menuju halaman belakang rumah Tessa. Sebuah pagar tanaman yang panjang. Juga terdapat 1 pita ungu tersemat didinding pagar tanaman bagian tengah. “Ssttt… Jangan bilang siapa-siapa..,” bisik Tessa. Tessa memegang pita itu layaknya sebuah gagang pintu. Memang itu pintu! mereka malah menemukan sebuah gua. Aviana menutup pintu seraya semua masuk. Mereka berjalan menelusuri gua, yang dipimpin oleh Tessa. Mereka sudah keluar dari gua. Mifha, Shava, dan siKembar terbelalak. Sebuah taman yang indah!! Semak-semak bunga, sungai besar yang jernih dan panjang, juga terdapat jembatan dari kayu, rumput hijau terbentang, danau yang terdapat teratai, dan terdapat air terjun yang indah. Juga beribu-ribu kunang-kunang berterbangan. “Wah!” seru mereka kecuali Tessa. “Inilah ‘Taman Kunang-Kunang!!’ semua!” teriak Tessa. Oya lupa, deh!Mifha dan Shava pindahan dari kota. Mereka pindah ke Desa saat selesai penerimaan rapot. Mereka bermain dengan kunang-kunang. “Cantik! nggak kayak di kota,” seru Shava. “Eh, rendam kaki di sungai, yok!” ajak Aviana. Mereka mencelupkan kaki ke dalam sungai yang dangkal. Mereka duduk di pinggir sungai. Mereka juga melihat-lihat kunang-kunang. “Kalian bawa tenda?” tanya Tessa. Mereka menganggukkan kepala. Mereka mendirikan tenda dan menyusun alat-alat. Si Kembar tidur di tenda sendiri, Mifha dan Shava juga. Dan Tessa sendiri. Mereka juga masih menikmati keindahan kunang-kunang. “Hooam… Tidur, yuk!” ajak Mifah melirik ke jam tangannya. Mereka tidur di tenda masing-masing. “Eh, Av! nulis diary, yuk!” ajak Oviana. “Iya,” seru pelan Aviana seraya meresleting tenda. Mereka menulis diary. Mau intip? yok silahkan guys!!! Aviana menamai diarynya ‘Mystro’. Singkatan dari My Story. Dan Oviana menamainya ‘Deary’. Singkatan dari Dear Diary.

*MYSTRO TODAY*
20-12-2017
Hari Ini Sungguh Bahagia. Pertama, Liburan Semester Pergi KeDesa Kayuara, Tempat Sanak Saudaraku!! Nah, Malam-Malam Tessa Ngasih Aku, Ovia, Mifha Sama Shava Kejutan Luar Biasa!! Taman Kunang-Kunang!!! Cuantik. SubhanAllah… Kami Menginap Di Taman. Sudah, Aku Mengantuk. Esok Akan Kutulis Kisahku…
AVIANA VONNISA IHSANTO

Sekarang, intip punya Oviana, yuk. Jom!!!

My Deary
20-12-2017
Suprise banget dari Tessa. Aku dan Avia berlibur keDesa Kayuara. Malem-malem, dapat kejutan dari Tessa!!! Taman Kunang-Kunang. Aku nggak pernah lihat di kota!!! Andai di kota kayak di desa
#Ngimpinyatinggiamat
Huh nggak nyesel Ummi dan Abi ngajak aku, Aviana dan kak Zharine ke Desa. Sudah, ya Ry!! Besok kusambung. Aku sangat mengantuk. Avia juga dah teler kwkwkw
OVIANA VONNESA IHSANTO

Mereka meletakkan diary dalam tasnya. Mereka tertidur karena terlalu lelah. Bahkan Avia sampai mendengkur agak keras, untung yang lain tidak terganggu.

Usai Sholat Subuh, mereka mandi di sungai. Dari kisah nyata Tessa, ia pernah mandi disungai pakai sabun dan shampo, airnya tetap sejernih kaca. Mereka mandi sungguh riang. Si Kembar mengenakan manset warna hitam, kaos tanpa lengan warna belang hitam-putih bergaris, rok merah selutut, stoking putih tidak tembus pandang, dan kerudung segiempat putih. Sepatu sporty warna hitam menutupi telapak kaki mereka. Mereka berkeliling taman yang lumayan luas. Mereka bersenda gurau. “Eh beli sarapan di warung sana,” ajak Tessa. Mereka keluar taman. Saat di jalan, seorang anak sebaya Tessa menatap sinis ke Tessa. “Siapa, tuh Sa?” tanya Aviana. “Dia Jessyka. Jessy panggilannya. Ia tuh paling sombong seDesa. Mentang-mentang rumahnya tingkat 4,” jelas Tessa. Mereka segera sarapan. Usai sarapan, mereka segera ke Taman. Sayang, di Desa mereka hanya 1 minggu. Mereka segera pulang. Sungguh pengalaman yang tak terlupakan!!! Mereka membuat karangan berjudul ‘Taman Kunang-Kunang.’

Cerpen Karangan: Alyaniza Nur Adelawina
Facebook: Alya Aniza
NAMA: Alyaniza Nur Adelawina
NAMA PANGGILAN: Alya
TGL/TEMPAT LAHIR: 09-04-2006/Batam,Kepri
ZODIAK: Aries
Email: alyaniza2006[-at-]gmail.com
Facebook: Alya Aniza
Maaf kalau cerpenku nggak nyambung. Binun(ralat!bingung!!!) nyari kata-kata yang pas. Jika suka, silahkan dibaca. Pepatah mengatakan ‘Tiada gading yang retak’, jika kritik dan saran Alya akan menerima. Biar bisa lebih bagus lagi. My Idol di Cerpenmu.com adalah Kak Pratiwi Nur Zamzani. Add saja Facebooknya juga pin BB-nya. Aku aja udah masa kalian belom, hehe…. Ialah semangat untuk menulis. Sekian!! Dadah….!!!

Cerpen Taman Kunang Kunang merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Akibat Bercanda Di Jalan

Oleh:
Siang ini matahari begitu terik membuat anak anak SD yang baru pulang sekolah serasa ingin cepat sampai rumah. Dengan bercengkrama bersama teman teman mereka sambil mempercepat langkah kaki menyusuri

Together Forever

Oleh:
Waktu telah menunjukkan pukul 15.30 WIB. Anisa sudah siap dengan sepeda dan nasi goreng buatannya yang telah dibungkus. Sore ini, Anisa, Zahra, Shafa, dan Nabila akan piknik di taman

Daun Perak

Oleh:
Pada suatu hari di kerajaan Bahatera hidup seorang raja Nicolas dan ratu Alina, mereka mempunyai anak yang bernama Nick. Pangeran Nick dikenal sangat baik, suka menolong, ramah. Pada suatu

My Brother is My Life

Oleh:
“Ma! Al! Kakak berangkat ya!” pamit kak Vivo. “Iya, kak!” jawabku dan Mama. Hai, Aku Alicia Clara Lauretha. Biasa dipanggil Alicia atau Al. Aku memiliki kakak bernama Vivo Ali

Cerita Kehidupanku

Oleh:
Namaku Blandina Putri. Papaku lahirnya di Jakarta dan mamaku lahir di Sanggau, Kalimantan Barat. Sedangkan aku, lahir di Pontianak tepatnya ibukota Kalimantan Barat. Aku mempunyai adik namanya Alezza Astrid

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *