Tidak Seperti Yang Diduga

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Fabel (Hewan)
Lolos moderasi pada: 30 December 2016

Setiap hari setiap saat, kucing-kucing pergi kesana kemari ke setiap rumah. “Disy!!! ya ampun kenapa kau nekat untuk mengambil makanan disana, kau tau sendiri kan disana selalu ramai jadi… secepat apapun kita lari para manusia pasti akan memukul, menyiram atau menendang kita, aku mohon jangan ulangi lagi Disy” ucap Dobi.

Di sepanjang jalan Dobi melihat ke arah toko kucing anggora, Dobi sedih Ia ingin menjadi kucing anggora yang terjamin makan dan minumnya, memiliki rumah yang nyaman, kesehatanya terjamin. Dobi melihat ada sisa makanan disana, Ia pun pergi mengambilnya, tiba-tiba…
Plakkkk… plakk… plakkkk… “aduh” meringis kesakitan “padahal aku hanya ingin ambil makana sisa itu, kenapa manusia tak punya hati” ujar Dobi.

Disy sudah pulih keadaanya dan akhirnya mereka mencari makan bersama, 2 kucing ini sudah 2 hari tidak makan, tetapi mereka diberi kekuatan oleh tuhan untuk bertahan hidup. “Disy apa kau tau, kemarin aku ingin mengambil makanan sisa tapi mereka malah memukulku habis-habisan” Dobi bercerita beberapa lama. Hari sudah hampir senja mereka tertidur di jalan di bawah sebuah kardus.

Pagi harinya, saat terbangun “haaa!!! Do… Dobi… kita ada dimana?” tanya Disy. Dobi belum sadar bahwa dia berada di tempat lain lalu “ada apa Dis…? wahhhh Disy bagaimana kita bisa ada disini?”
“Ya sudahlah yang penting kita nyaman yeeee!!!” seru Dobi. Manusia yang mengambil mereka datang dan merawat bulu mereka yang rusak, 2 kucing ini dirawat dengan sangat baik, di sini.

Akhirnya Dobi sang pencerita yang baik menceritakan seeemuaaa kejadian yang dialami mereka berdua, dan Disy sang pecinta snack atau snack lovers langsung menghampiri snack-snack yang lezat itu emmmmm. Akhirnya Disy dan Dobi menyadari bahwa tidak semua manusia itu jahat.

Cerpen Karangan: Zaenab Zakkiyah
Facebook: Zaenabzakkiyah

Cerpen Tidak Seperti Yang Diduga merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sahabat Yang Terlupakan

Oleh:
Pagi menerpa bumi, matahari menampakkan diri dari ufuk timur. Vergina terbangun dari dunia mimpinya yang indah “hoammm… ini sudah pagi aku harus sekolah” serunya lalu beranjak ke kamar mandi

Si Penghapus Kecil

Oleh:
“Abduh…, bunda pergi ke mall dulu, yaa…, kamu mau ikut enggak?” Tanya bunda. “ikut…” jawabku. “kalau begitu, sekarang juga kita ke sana!” kata bunda. “oke!” sorakku. Setelah berada di

Istana Kue Putri Brownies

Oleh:
Pada suatu hari ada seorang anak perempuan yang mengumpulkan kayu bakar. Ia bernama Lila. Ia hanya tinggal bersama neneknya yang sakit di rumah. Karena neneknya tak bisa bekerja maka,

Sajadah Buat Emak

Oleh:
“Endraaa, mandi!” Emak memanggilku. Kutinggalkan lapangan. Itulah tempat bermainku dan kawan-kawan. Tidak luas sih, tapi cukuplah bagi kami bermain kejar-kejaran sampai badan dan baju basah kena keringat. Tak ingin

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *