Tiga Angsa dan Anak Ayam

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Fabel (Hewan)
Lolos moderasi pada: 7 June 2017

Pada suatu hari hiduplah tiga angsa dan seekor ayam betina. Mereka hidup rukun dan saling berbagi. Setiap pagi hari sang pemilik tiga angsa dan seekor ayam betina itu, memberi makan di suatu tempat yang sama. Ketika angsa satu porsi makanannya tak sebanyak biasanya, angsa satu pun masih belum kenyang dengan sedikit makanan dan angsa satu pun meminta kepada angsa dua dan angsa tiga. Tetapi angsa dua dan angsa tiga tak mau memberi sedikit makanannya untuk angsa satu. Karena porsi makanan mereka pun tak sebanyak biasanya.

Lalu sang ayam betina pun berkata kepada angsa angsa tersebut, “Apakah kalian masih lapar..?”
“Iya, aku masih lapar” Jawab angsa satu
“Memangnya kenapa kamu bertanya seperti itu?” Tanya angsa dua
“Kalau kau mau, aku ingin memberi sedikit sisa makananku.” Tawaran baik dari sang ayam.
“Tapi apakah kamu sudah kenyang?” Tanya angsa satu
“Aku sudah kenyang angsa.” Jawab ayam dengan baik hati.
“Kalau memang kamu sudah kenyang kami mau menerima sedikit sisa makananmu.” Jawab angsa tiga
“Ya sudah kalian makan ini sedikit sisa makananku!”
“Terima kasih ayam, kau sangat baik hati.” Jawab para angsa sambil tersenyum gembira.
“Iya, sama sama.”
Dan akhirnya ketiga angsa tersebut memakan sisa makanan dari ayam betina.

Beberapa hari kemudian, ayam betina bertelur sebanyak 10 butir. Angsa dua pun bertelur sebanyak 3 butir. Ayam betina dan angsa dua pun mengerami telurnya masing masing dengan sabar sampai telurnya menetas. Lalu beberapa minggu kemudian telur ayam betina dan angsa dua pun menetas, tetapi tidak semua telur mereka menetas. Telur ayam betina yang menetas hanya 5 butir dan telur angsa hanya menetas 1 butir. Angsa dua pun tak terima telurnya hanya menetas 1 butir, sedangkan ayam betina telurnya menetas sebanyak 5 butir.

Lalu pada suatu hari angsa bertanya kepada ayam betina. “Hei ayam, kenapa telurku hanya menetas 1 butir dan telurmu menetas lebih banyak dari telurku?”
“Aku tak tau angsa, mungkin itu memang sudah takdir.” Jawab sang ayam dengan gugup.
“Pasti kau telah membuat racun untuk telur telurku agar tidak menetas” Tuduhan angsa dua sambil marah marah kepada sang ayam.
“Tidak angsa! Aku tak pernah menyentuh telurmu sekali pun, mungkin itu memang sudah takdir kalau telurmu hanya menetas 1 butir. Buktinya telurku juga tak menetas semuanya.”
“Mungkin benar apa katamu ayam, maaf aku sudah menuduh yang tidak tidak!”
“Iya, tidak apa apa angsa. Aku tak marah denganmu.” Jawab sang ayam dengan tersenyum.

Lalu angsa mengajak seekor anaknya tersebut untuk mandi di sungai kecil dekat rumah sang pemilik Tiga Ekor Angsa dan Seekor Ayam Betina tersebut. Dan seekor ayam betina juga mengajak 5 ekor anaknya untuk kembali ke kandang.

Lalu beberapa bulan kemudian anak ayam betina yang sudah mulai besar dan anak angsa yang juga sudah mulai besar pun bersahabat seperti ayam betina dan tiga ekor angsa yang bersahabat sejak kecil. Mereka semua hidup rukun dan saling berbagi satu sama lain, tanpa ada perkelahian sama sekali.

Cerpen Karangan: Sindy Putri Amelia
Facebook: sindy putri amelia
Dari Kelas VIII-B SMP Negeri 1 Puri.

Cerpen Tiga Angsa dan Anak Ayam merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


The Little Witch

Oleh:
“Penyihir? Hahaha kamu ini kebanyakan nonton Tv ah Rize! Ada-ada aja!” Millie tertawa terbahak-bahak. Rize diam saja. Ah dia memang bertemu penyihir. Tadi siang… Anak itu kenapa? Pikir Rize

Tas Baru Untuk Della

Oleh:
Akhir-akhir ini Della sering ngambek. Karena nggak dibeliin tas baru oleh Mama. Padahal tasnya masih bagus. Suatu hari Della berkata pada Mama. “Mama, belikan Della tas Minmie itu dong!”

Terdampar

Oleh:
Kupandangi lautan di depanku. Berkilauan di bawah sinar rembulan. Mengingat kembali kenangan yang telah lama tertanam di otakku. Berharap bisa kulupakan. Beberapa tahun yang lalu… “Icha! Icha! Icha!” Panggil

3 Sahabat

Oleh:
Pada suatu hari tinggallah seorang anak yang bernama Kayla. Dia tinggal di Bogor baru pindah dari Jakarta. Suatu hari dia akan bersekolah. Ibu: “Kayla bangun cepat, mandi nak!” Kayla:

Sang Detektif

Oleh:
Hari ini, Indri menangis. Handphone baru pemberian Ayahnya hilang. “Sebelum salat, aku letakkan di dalam tas. Saat selesai salat, handphone itu hilang. Huhuhu.” ucap Indri sambil menangis. Wali kelas

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *