Tikus Yang Pemaaf

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Fabel (Hewan)
Lolos moderasi pada: 4 January 2017

Di sebuah hutan rimba, para hewan berkumpul terlihat sang raja hutan sedang mengadakan acara pemilihan untuk panglima kerajaan hutan itu. Sang raja singa yang berdiri gagah di atas tebing yang disaksikan para penghuni hutan dari bawahnya.

“wahai rakyatku pada acara ini saya ingin memilih dan mengangkat seekor panglima perang yang gagah berani untuk mengamankan dan melindungi kerajaan hutan dan rakyat rakyatku dari marabahaya” tepuk tangan meriah pun mengiringi pidato sang raja hutan itu. “untuk mempercepat waktu saya akan memberitahu 5 kandidat yang akan terpilih” lanjut sang raja hutan.

Ternyata untuk kandidat pertama adalah seekor harimau. Sang raja hutan pun mempersilahkan harimau itu memperkenalkan dirinya “perkenalkan aku adalah seekor harimau yang kuat, aku berjanji jika nanti aku menjadi panglima perang kerajaan ini aku akan melindungi kalian dari apapun” dengan gagah berani harimau itu pun mengaung sehingga semua rakyat terpesona dengan harimau itu. Semua rakyat pun bertepuk tangan.

Kandidat kedua adalah seekor serigala, dengan gagah berani serigala itu memperkenalkan dirinya “aku adalah seekor serigala yang mampu melindungi kalian dari apapun, jika aku terpilih menjadi pelindung kalian aku rela mati untuk melindungi kalian” semua rakyat hutan ini pun berseru senang.

Setelah itu kandidat ketiga pun memperkenalkan dirinya, ternyata dia adalah seekor gajah seluruh rakyat hutan bersorak senang “jika aku terpilih menjadi seorang panglima aku berjanji akan melindungi kalian sekuat tenaga”.

Seekor elang adalah kandidat keempatnya, satu satunya kandidat dari golongan unggas. Dengan gagahnya elang ini memperkenalkan dirinya. “wahai rakyat hutan yang aku cintai, jika aku terpilih menjadi seekor panglima pasti aku akan membuat kalian tak pernah mengenal kata penyesalan karena telah memiliki panglima perang sepertiku”.

Dan yang terakhir, atau kandidat kelima adalah seekor hewan yang tak pernah disangka sebelumnya, seekor tikus. Semua penduduk hutan pun kaget, terutama keempat kandidat calon panglima. Sang raja hutan pun terlihat kaget akan apa yang dilihatnya. “kenapa seekor tikus bisa dicalonkan sebagai panglima perang” marah sang raja hutan.

Seekor monyet, yang menjadi penasehat kerajaan pun mencairkan suasana “wahai sang raja, dan para rakyat sesungguhnya tikus yang ada di depan mata kalian ini bukanlah seorang tikus biasa tapi tikus ini adalah tikus tercedas di…”. Tapi tiba tiba sang harimau yang menjadi calon panglima memotong perkataan penasehat kerajaan itu “sepintar pintarnya tikus itu dia takkan mampu menghadapi semua musuh karena badannya yang kecil dan lemah” sontak rakyat hutan pun menyetujui perkataan sang harimau tadi dan mengucilkan serta mengumpat tikus tadi.
Tikus pun kecewa dan pergi menuruni tebing itu dengan perasaan yang sedih. Sang raja singa pun langsung memilih harimau menjadi panglima perang. Terlihat tikus berlari menjauh dari acara itu setelah peristiwa tadi. Si tikus sama sekali tidak menyangka kalau semuanya akan terjadi padahal dia mencalonkan diri karena permintaan monyet penasehat kerajaan karena kecerdasannya.

Setelah kejadian itu si tikus tetap saja dikucilkan oleh hewan lain, termasuk juga oleh tikus lainnya. Temannya hanyalah seekor monyet penasehat kerajaan, karena bagaimanapun semua ini adalah kesalahannya. “tikus… maafkan aku karena telah membuat kamu dikucilkan oleh teman temanmu” sesal si monyet, yang langsung dibalas dengan anggukan tulus si tikus.

Beberapa minggu kemudian, kerajaan hutan itu digemparkan oleh pemburuan oleh manusia. Mungkin seharusnya ini sudah menjadi hal biasa, tapi masalahnya sang raja hutan dan harimau panglima tertangkap. Kerajaan hutan pun kacau balau.
Tidak ada satu pun hewan yang berani melawan para pemburu itu, dan tak ada satupun hewan yang berani membebaskan sang raja hutan dan sang panglima. Serigala, gajah, dan elang yang kalah dalam pemilihan panglima pun tak mau membantu karena menurut mereka, mereka tak perlu menjadi pelindung hutan… toh sekarang mereka bukanlah panglima.

Monyet penasehat kerajaan bingung, ingin minta tolong kepada siapa agar bisa menyelamatkan sang raja singa dan panglima harimau. Akhirnya dia meminta tolong kepada tikus. Berjam jam dia mencari tikus tapi hasilnya nihil dia tidak ada di hutan ini.

Setelah berjam jam monyet mencari tanpa lelah akhirnya dia menemukan tikus di tepi laut ujung hutan. Terlihat tikus sedang bersedih. Monyet menghampiri tikus “kenapa kau bersedih??” Tanya monyet yang tiba tiba ada di samping tikus.
Tikus menoleh ke arah monyet dan mendengakkan kepalanya . Badannya yang kecil sangat jauh berbeda dengan monyet yang ada di sebelahnya. “aku bersedih karena aku tidak bisa melindungi kerajaan hutan ini, aku ini memang tikus tak berguna, tikus yang lemah, tikus yang bodoh…” monyet pun memotong perkataan tikus “kamu belum telat untuk melindungi kerajaan hutan”
Dengan sedih tikus berkata “memangnya aku bisa apa?”
“kau bisa menolong sang raja dan panglima” jawab monyet dengan yakin. Tikus pun berpikir sejenak, dan tak lama tikus mendapatkan ide bagus yang bisa menyelamatkan sang raja dan panglima.

Saat malam tiba tikus menjalankan strategi untuk membebaskan sang raja dan panglima, cara yang pertama adalah tikus harus mengelabuhi para pemburu. Terlihat dari kejauhan sebuah tenda yang di depannya terdapat api unggun dan di sebelah api unggun terlihat sang raja hutan dan panglima harimau terikat tali.
Langsung saja tikus berlari menuju tali tersebut, karena badannya yang kecil para pemburu tidak menyadari adanya seekor tikus. Saat tikus sampai di depan sang raja singa terlihat singa meragukan kehadiran si tikus “apa yang kau lakukan disini?” Tanya raja singa dengan khawatir.
“hamba ingin menolong sang mulia”
“gimana caranya?” terlihat sang raja meragukan kemampuan si tikus.
Tikus pun mendekat ke arah singa dan menggigiti tali yang melilit badan sang raja hutan. Tak lama sang raja hutan terbebas. Sang raja hutan tak berhenti berhentinya berterima kasih kepada tikus.

Setelah menolong sang raja hutan, tikus menolong sang panglima harimau. Harimau hanya menatap tikus itu dengan bingung “kenapa kau ingin menolongku?”
“karena kau dalam bahaya” tikus pun mendekat ke arah harimau dan mulai mengigiti tali yang melilit badan harimau.
“maafkan aku atas semuanya, atas sikapku, atas celaanku tak seharusnya kau menolongku… karena aku telah meremehkanmu” tikus pun berhenti sejenak dan menoleh ke arah harimau dengan bingung. Tak lama terdengar suara auman sang raja hutan.
“kita tak punya banyak waktu” tikus pun melanjutkan menggigiti tali tersebut.

Setelah selesai membebaskan harimau, harimau dan tikus pergi dari tempat itu. Tak jauh dari sana terlihat sang raja hutan terkepung oleh para pemburu. Para pemburu itu berjumlah 3 orang dengan membawa senapan.
Harimau dengan gagah berani menyerang para pemburu dari belakang. Pertarungan sengit pun terjadi, tikus pun hanya melihat pertarungan itu dengan terkagum kagum. Tak lama harimau dan singa pun memenangkan pertarungan ini. Akhirnya mereka pulang ke hutan dengan kebahagiaan.

Keesokan harinya rakyat kerajaan hutan berkumpul, ternyata hari ini adalah hari dimana kerajaan hutan sedang berbahagia, Karena kembalinya sang raja hutan dan panglima harimau. Sang raja singa pun berpidato dengan gagahnya. “wahai rakyatku yang aku cintai, hari ini merupakan hari yang berharga, dimana saya kembali dari para pemburu. Saya tak akan bisa ada disini jika bukan karena tikus dan harimau”
Tikus dan harimau pun maju di hadapan para rakyat. Terlihat tikus duduk di atas kepala harimau yang berjalan dengan gagahnya. “saya tidak akan ada di depan kalian jika bukan karena tikus, maka dari itu saya menyerahkan jabatan panglima saya untuk tikus” tikus pun terlihat tak percaya akan perkataan harimau.
Tikus pun turun dari kepala harimau, dia langsung berdiri di hadapan harimau dengan tatapan marah “kenapa?? Aku tak butuh jabatan itu, yang aku butuhkan adalah kesejahteraan kerajaan ini” tikus pun berhenti sejenak dan menoleh ke arah monyet penasihat kerajaan yang tak jauh dari sana, terlihat monyet itu khawatir dengan tikus, tikus pun menoleh ke arah harimau dan melanjutkan kata katanya “fisikku tak memungkinkan untuk menjaga kerajaan ini, lagi pula kaulah seekor harimau kuat dan takdirmu adalah melidungi kerajaan ini”
Harimau mengangguk kecil “terima kasih tikus, maafkan ku telah membuatmu sakit hati”
Tikus hanya tersenyum mengiyakan, dia memeluk kaki harimau yang menurutnya besar. “aku punya satu permintaan untukmu harimau”
“apa itu?”
Tikus tersenyum kecil “kau harus menjadi panglima yang baik dan pemaaf, kau juga tak boleh sombong” harimau mengangguk yakin.

Sang raja singa terharu melihat mereka berdua termasuk juga rakyat hutan. Sorak gembira terdengar dari rakyat yang bersorak gembira akan harimau dan tikus. Setelah kejadian ini kerajaan hutan menjadi sejahtera dengan raja yang bijaksana dan panglima baik dan pemaaf serta tak sombong, dan sekarang tikus menjadi seekor tikus pahlawan yang tercerdas di seluruh hutan dan selain itu dia juga terkenal sebagai tikus yang pemaaf.

End

Cerpen Karangan: Septiani Ayu Rosita
i love writing

Cerpen Tikus Yang Pemaaf merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Musuh vs Teman

Oleh:
Namaku Zilsilia aku bersekolah di smp nusa dan bangsa. Aku punya sahabat namanya Liana dan seorang musuh bernama Intan. Liana sangat baik dia selalu ada di suka maupun duka

Sayonara My BFF

Oleh:
Hai, aku Rachela Oktavia Amelia! Biasa dipanggil Via, Umurku sebelas tahun, tepatnya sekarang aku kelas lima SD! Aku tak mengkhawatirkan nilaiku, walaupun selalu di rangking 10/9/7 hehehe, aku mempunyai

Buku Dunia Peri

Oleh:
Siang itu, Luna sedang membaca buku di perpustakaan. Perpustakaan pribadi milik Ibunya, yang kemudian diberikan kepada Luna. Luna selalu mengunci pintu perpustakaan kalau dia sedang membaca. Karena Luna tak

Kinci Oh Kinci

Oleh:
Kinci adalah kelinci kecil sangat jahil! waktu itu saja kinci pernah mengikat kedua telinga cici yang panjang menjadi satu. Huh, Kinci memang kelinci yang jahil! Pada suatu hari.. Tralalala….

Dunia Paralel

Oleh:
“Andai saja di dunia ini ada dunia yang bisa membuatku pergi ke masa lalu dan memperbaiki masa depan” Ucapku sambil memandang langit senja yang indah dan bersandar di pohon

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *