Trafalgar London

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Liburan
Lolos moderasi pada: 10 March 2015

“hoam, morning London” ucap Mia
Mia, melihat keluar jendela rumah pamannya. Ia melihat pemandangan Kota London yang sangat indah. Pagi ini ia berencana mengunjungi Alun-Alun Trafalgar yaitu sebuah “alun-alun” di bagian tengah London yang dinamakan untuk mengenang Pertempuran Trafalgar (1805), Alun-alun ini memiliki lahan luas di bagian tengah yang dikelilingi oleh jalan dari ketiga sisinya, dan tangga menuju ke Galeri Nasional London pada sisi lainnya.

“ayo, Mia kita bergegas pergi.. sebelum alun-alun ramai dengan manusia-manusia di London” ucap Kak Asih, kakak sepupu Mia
“ahaahaha, kakak ada-ada saja..”
“naiklah.. kita akan mengelilingi London hari ini, sebelum kamu balik ke Indonesia”
“setelah ke alun-alun kita akan kemana kak?”
“kamu tidak tertarik dengan Galeri Nasional?”
“Tentu tertarik kak, tapi aku juga ingin ke British Library, memangnya Galeri Nasional dimana kak?” tanya Mia bingung
“jangan bergurau mia.. galeri nasional kan di Alun-Alun trafalgar..”
“oh iyaa mia lupa kak.. heheh”
Mia dan kak Asih tertawa bersama.

Beberapa menit kemudian, mereka sampai di Alun-alun trafalgar. Mia mengambil ipadnya kemudian ia memotret dengan camera panorama. Ia sangat gembira. Mia tak tahu harus berkata apa dengan keindahan Kota London. Kak Asih yang sudah lama tinggal di London saja masih terus memuji kota metropolitan ini.

“kak, mungkin foto di sekitar alun-alun sudah cukup. Bagaimana jika kita segera masuk ke Galeri Nasional?”
“terserah kamu saja Mia, kakak sih ikutin kamu. Yuk” kata kak Asih sambil menarik tangan Mia.

Saat di dalam Galeri Nasional. Kak asih, meceritakan sedikit tentang Galeri Nasional yang dia ketahui.
“sepengetahuan kakak ya dek, Galeri Nasional adalah museum seni di Trafalgar Square, London, Inggris. Museum yang didirikan tahun 1824 ini berstatus Lembaga Publik Nondepartemen di bawah Departemen Kebudayaan, Media dan Olahraga Britania Raya.”
“hmm, kakak tahu banyak tentang Galeri Nasional? Boleh ceritakan sejarahnya kepadaku enggak kak? Ayolah..”
“baiklah, kakak bagi ilmu sejarah kakak ke kamu. Mumpung kakak sedang berbaik hati dan tidak sombong hehehe..”
“hmm..”
“oke,kayaknya koleksi disini mencakup lebih dari 2.300 lukisan dari pertengahan abad ke-13 hingga tahun 1900”
“wow.. oh ya kak, kenapa pengunjung tidak dikenakan biaya untuk melihat pameran utama?”
“haha, iya dek yang dikenakan biaya itu jika masuk ke dalam pameran khusus. Kamu mau?”
“tidak deh kak, aku juga ingin ke british library dan tempat lain di London. Ntar, kalau kelamaan disini, jadinya enggak bisa berkeliling London sepuasnya. Heheh”
“baiklah, oh ya satu lagi, koleksi lukisan yang dimiliki museum ini tergolong sedikit dibandingkan koleksi milik galeri nasional lainnya di Eropa”
“hah?”

Tamat

Cerpen Karangan: Putri Asyifa

Cerpen Trafalgar London merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Flower Crown Yang Luar Biasa

Oleh:
“ZaKirah Andin Qlueria! Berapa kali Mama sudah bilang Mama gak bisa beliin kamu flower crown!” marah Mama kepada Kira “huaaa!! Mama beliin dong temen Kira sudah punya semua!” bentak

I Miss You

Oleh:
Ada seorang gadis yang bernama Tanita, cukup dipanggil Nita. Ia mempunyai 1 adik laki-laki yang bernama Tino. Mereka hidup bersama Neneknya selama ini. Nita yang masih duduk di bangku

Teman Yang Tertukar

Oleh:
Pagi itu, seperti hari Sabtu setiap minggunya, Verina pergi les melukis. Ia berjalan kaki ke ke sanggar lukis karena tempatnya tidak jauh dari rumahnya. Ia selalu senang pergi ke

Yellow House

Oleh:
“kukuruyuk.. petok petok” suara ayam tetangga Gita yang ribut membangunkan Gita. “Hoaem… jam berapa ini” ujar Gita sambil menutup mulutnya gara-gara menguap. “jam 8 pagi.” teriak Gita ketika melihat

Perbedaan Tidak Memisahkan

Oleh:
Arin senang membaca buku. Sementara, Rina senang bermain. Rina adalah adik Arin. Suatu hari, Clara, teman akrabnya berkunjung ke rumah Arin. “Ar, mengapa kamu senang membaca? Bagiku membaca itu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *