Tragedi Ayunan Cakar

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Pengalaman Pribadi
Lolos moderasi pada: 26 February 2018

Aurellia Shalom Salman, itulah namaku, biasa dipanggil Aurel. Aku akan, menceritakan bagaimana pengalamanku saat TK, entah ini cerita humor, misteri atau lain-lain.

Aku sekolah di TK SD Cemerlang, tepatnya di Depok. Okee, mulai cerita…
Hari, itu hari Kamis, setelah pulang aku tak langsung pulang, melainkan bermain perosotan, manjat-manjat, jembatan dan ayunan. Saat aku lagi asyik-asyiknya main ayunan, sembari berdiri tiba-tiba ada orang yang minta gantian dengan paksa dan kasar.

“Gantian dongg lama banget…” Gerutu orang itu, yang aku tahu namanya Lupita.
“Sabar dong..” Kataku, tak mau kalah, bundaku dan kakakku hanya terdiam. Aku sudah kehabisan kesabaranku, karena dia mulai mengguncang-gunjang ayunan, kukuku kebetulan lagi panjang dan tiba-tiba “Sreekk..” Tanpa rasa ragu-ragu, aku mencakar mukanya sehingga mukanya lecet. “Rasain!” Seruku kesal. Bunda dan kakakku masih terdiam.

“Yuk, dek pulang.” Kata bunda, bunda tidak bisa berkata apa-apa soal itu. Sementara aku? Aku tidak meminta maaf, bahkan kaya gak ada salah sama dia sampai sekarang (SD). Sementara itu dia, tidak berani macam-macam lagi samaku.

THE END

Cerpen Karangan: Aurellia Shalom S.
Facebook: Aurellia Shalom Salman
Ini adalah kisah nyata hanya saja, sekolahnya disamarin agar tidak diculik, (sorry)… Byee..

Cerpen Tragedi Ayunan Cakar merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Squishy

Oleh:
“Uuh.., panas banget sih siang ini,” ucapku seraya mengibas-ngibaskan kedua tanganku. “Hai Ke!, kamu belum dijemput ya?,” tanya Yura. “Eh, Yura. Belum nih, gak tau Mama Aku lama banget,”

Karena Iklan

Oleh:
“Fitri!” panggil Dinda ketika baru saja tiba di sekolah. Fitri yang baru saja memarkir sepedanya langsung menoleh. Di kejauhan, Dinda melambaikan tangan. “Ada apa?” tanya Fitri setibanya di hadapan

QISA Si Empat Sahabat

Oleh:
Pada senin pagi, Aku bersiap berangkat ke sekolahanku, Sdn Permata Indonesia. Sebelumnya, aku pamit pada Mama dan Papaku. Lalu aku diantar pak Dony, sopir pribadi keluargaku menggunakan mobil. Bukannya

Kisah Cinta Pertamaku

Oleh:
Perkenalkan terlebih dahulu nama saya Dwi Rahmawati, biasa dipanggil Dwi. Juli 2016, ya saat itu aku baru memasuki sekolah menengah kejuruan. Cukup senang menjadi siswi SMK. Sekolah yang sebagian

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Tragedi Ayunan Cakar”

  1. Dinbel says:

    Kok dikit banget, kurang puas ahhh. Klo bisa panjangin lagi dong ceritanya biar lbh puas & tambah seru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *