Tragedi Printing Tua

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak
Lolos moderasi pada: 5 September 2016

Sinar matahari menyengat di siang hari ini. Aku bosan di rumah, andai di indonesia ini ada musim dingin. Huh! Ada lagi, kalau pr sekolah menumpuk!. Banyak pr yang harus diprint. “Ahhh.., aku benci hari ini…” keluhku di kamar yang sedang dinyalakan ac.

Ctek!
Seluruh listrik di rumahku padam tepatnya mati lampu! Oh no!!!.
Aku berlari ke kamar mama dan papa. Saat sampai disana, mama dan papa tidur… Aku pun kesal.
“Mama… Papa…!!!” teriakku membangunkan semuanya.
“Iya iya…, mama denger kok..” jawab mama yang terlebih dahulu bangun.
“Kok, gelap sih..?” tanya mama.
“Orang mati lampu…” jawabku.
“Ohhh” mama ber-oh panjang.
“Ada apa sih in, kok gelap?” tanya papa.
“Mati lampu!!!” jawabku.
“Astagfirullah, jangan teriak-teriak napa..” kaget papa.

Mati lampu pun berlangsung sampai sore hari yang tepatnya jam 17.00 wib.
“Papa, anterin aldo ke warnet, yuk, ada pr sekolah yang menumpuk nihh!” mohonku.
“Jangan, ah.. Papa lagi sibuk! Pakai cara lain bisa gak?” tanya papa.
“Gak bisa!” jawabku
“Hmmm, oh ya! Papa punya printing lama, kayanya masih bisa dipakai deh..” ujar papa.
“Dimana printingnya, pa?.” tanyaku.
“Oh, printingnya ada di gudang bawah.” jawab papa.
“Boleh diambilin sama papa nggak?” tanyaku.
“Hmm, boleh saja!” kata papa.

“Nah, ayo sekarang kita mengeprint!” seru papa yang sudah memindahkan printing ke ruang keluarga.
“Aku disuruh mengeprint baju adat, tariannya dan rumah adatnya jawa, papua dan sumatra.” kataku.
“Okay…” jawab papa

Sudah 3 jam mencari-cari di mbah google, dan tinggal diprint hasilnya.
Zzzrrrttt, printing mengeluarkan hasilnya, dan saat dilihat, kertasnya tidak ada huruf apapun!
“Papaaa..” kataku.
“A.. Ada apa do?” tanya papa.
“Kok, gak ada tulisan sama sekali?” tanyaku balik.
“Pa..Papa juga gak tahu!” jawab papa cepat.
“Hueeeee…, sekarang sudah malam… Bagaimana kalau aku dimarahi bu guru?!, papa harus selesaikan ini! Nanti pagi, harus sudah jadi… Huaaaa…” tangisku histeris.
“Eh, gak bisa gitu dong…, papa minta maaf deh..” mohon papa.
“Aku terima permintaan maaf ayah kalau papa selesaikan print ini!.” ujarku.
“Ya sudah, deh papa pasrah, kalo gak bisa gimana?” tanya papa.
“Yaaa, ke warnet lah..” jawabku.
“Ya sudah deh..” Kata papa.

Selesai

Cerpen Karangan: Ukasyah Ammar Robbani
Facebook: Ukasyah Ammar Robbani

Cerpen Tragedi Printing Tua merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Paris Story

Oleh:
Halo, namaku Felin Deltaria. Panggil aja Delta ya… Oh iya, aku tinggal di Jakarta. Rencananya minggu depan aku akan pindah ke Perancis, tepatnya di Paris. Akhirnya tibalah hari aku

Kepala Dingin

Oleh:
Di sebuah sekolah menengah pertama (SMP) terdapat seorang siswa lelaki, namanya Gilang. Gilang merupakan siswa lelaki yang manja juga pemalas, dia tak mau berpikir untuk mengerjakan tugas. Setiap ada

Permen Uang Rasa Coklat

Oleh:
Mea dan ama sangat kesal siang itu, mereka tak bawa uang, ditambah lagi mereka sangat lapar karena tadi olahraga. “gimana nih, ma?” tanya mea pada ama. “mana aku tahu..

Rumah Pohon Buku ANS

Oleh:
Hari minggu, Shyra sedang duduk di salah satu kursi di teras rumah. Di sampingnya, ada meja di atasnya segelas es teh dan sepiring biskuit Chococips Cookies. “Hmm… coba ada

Asyiknya Jadi Reporter Cilik

Oleh:
Setiap bulannya, SD Permata memilih reporter cilik dari kelas 1 sampai kelas 4. Setiap kelas akan dipilih 1 anak untuk menjadi reporter cilik. Tugas reporter cilik adalah mencari informasi

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *