Trauma Yang Menganehkan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak
Lolos moderasi pada: 2 March 2015

Pada waktu umurku 5 tahun aku dan keluargaku menempati rumah baru. Saat pertama kali menempati rumah baru aku belum mempunyai teman sama sekali. Pada suatu hari saat aku sedang duduk di teras rumah tiba-tiba ada anak yang menghampiri aku.
“Hay aku boleh bermain bersamamu” ujarnya padaku
“tentu kenapa tidak” jawabku dengan ramah
“nama kamu siapa?” ucapnya sambil mengulurkan tangannya kepadaku
“namaku Mei kalau kamu siapa” ucapku sambil mengulurkan tanganku
“namaku ajeng” jawabnya
“oh ya besok kamu mau tidak main ke rumahku nanti aku kenalin ke teman-temanku” ucapnya
“oke deh itunng-itung namabah teman” ucapku
“oke kalau gitu aku pamit pulang dulu” ucapnya sambil bersalaman
“iya hati-hati ya” ucapku

Keesokan harinya aku diajak bermain ke rumahnya, ternyata rumahnya di belakang rumahku, aku nggak tau kalau di belakang rumahku terdapat sebuah sungai yang cukup besar.
“jeng ternyata di belakang ada sungai ya” ucapku sambil bertanya
“iya kamu baru tau ya” jawabnya
“iya aku baru tau” jawabku
“kapan-kapan deh nanti aku ajak main ke sungai” jawabnya sambil terseyum
“oke” jawabku sambil mengacungkan tangan

Seminggu berlalu, aku menempati rumah baruku dan juga aku mendapatkan teman banyak dan juga baik, setiap sore aku selalu bermain dengan temanku bahkan aku sering main ke rumah temanku, suatu hari aku menuju ke rumah novi
“Novi Novi Novi” ucapku sambil mengetuk pintu
“iya ada apa ya” jawabnya sambil membuka pintu
“Nov ayo kita main ke rumahnya ajeng” ajakku
“ayo sekalian nanti kita main di sungai” jawabnya

Setelah berpamitan kepada kedua orangtua Novi, aku langsung menuju ke rumahnya ajeng dan teryata disana ada Arlida dan juga Vonny.
“Hai semuanya” ucapku
“hai Lia Novi kalian kemana aja kita nyariin kamu loh” ucapnya sedit kecewa
“iya aku tadi ke rumah Novi dulu von” ucapku
“oh iya katanya kita main ke sungai” ucapku sambil bertanya
“iya jadi kok kita main ke sungai, kayaknya kamu tidak sabar Mei” Jawab Vonny
“iya aku tidak sabar banget ingin ke sungai kan kalian janji sama aku” Jawabku
“ya udah deh daripada kita berantem mending kita ke sungai yuk” Ajak Arlida

Waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore, waktunya aku dan teman-temanku pulang, sebelum pulang kami sudah berjanji untuk sholat magrib berjamaah di Musola yang dekat dengan rumahku. Setelah selesai mandi aku langsung menuju rumah Arlida sambil menunggu teman-temanku datang.
“hey” sapa temanku
“hey juga ayo kita ke musola” ucapku sambil mengajak temanku
“ayo keburu nanti khomad” jawab ajeng

Setelah selesai sholat aku dan teman-temanku pulang ke rumah masing-masing. Keesokan harinya aku jalan-jalan di sawah sambil melihat pemadangan dan udara yang sejuk yang belum dihiasi dengan polusi, setelah selesai jalan-jalan di sawah aku menuju ke sumber alami yang konon katanya airnya sangat jernih dan langsung dari sumbernya, setelah sampai aku langsung bermain air sesuka aku, tak terasa jam menunjukkan pukul 09.00 waktunya aku pulang takut nanti dimarahin oleh kedua orangtuaku.

Sore harinya aku duduk di teras rumah dan tiba-tiba ada yang mengahampiri aku
“mei” sapa ajeng
“iya ada apa ajeng” ucapku
“besok ayo kita ngaji di TPQ” ucapnya sambil mengajakku
“TPQ mana jeng” jawabku sambil bingung
“TPQ di jabaran, kamu mau kan mengaji” ucapnya
“aku mau, kapan kita bisa ngaji” ucapku sambil berantusias
“besok gimana nanti kita daftar dulu” ucapnya
“daftarnya sama orangtua” ucapku
“katanya sih iya Mei” ucapnya
“oke deh nanti aku ajak ibu aku” jawabku sambil tersenyum
“oke” jawabnya smbil pergi

Setelah temanku pergi aku langsung bilang sama ibu aku
“Ibu ibu ibu” ucapku sambil berteriak
“kenapa sih mei” jawab ibuku
“ibu aku pengen mengaji” ucapku sambil memelas
“ngaji dimana emangnya mei” jawab ibuku
“di jabaran, aku ngajinya sama ajeng kok bu, boleh ya” jawabku
“ya udah supaya kamu juga bisa membaca al-qur’an dengan benar” jawab ibuku dengan tersenyum

Keesokan harinya aku dan ajeng menuju ke TPQ yang dimaksud, setelah daftar minggu depan aku bisa mengaji di TPQ itu, setelah dari TPQ aku dan ajeng pulang ke rumah masing-masing. Waktu sore hari aku main ke rumah Ajeng tidak disangka disana ada banyak orang memancing
“ajeng” ucapku
“eh mei” jawabnya
“jeng di sungai ada ikannya” jawabku sambil duduk
“iya Mei” jawabnya
“pantes pada mancing semua, eh kamu tidak mancing” jawabku
“tidak eh besok lihat ya orang mancing” jawabku
“iya” jawabnyaa sambil senyum
“emm ya udah ya aku mau pulang dulu” jawabku sambil berpamitan
“iya” jawabnya

Suatu hari aku dan teman-temanku melihat orang mancing di sungai, konon katanya di sungai itu banyak sekali ikan kalau air sungainya surut, aku dan teman-temanku asik melihat orang yang lagi mancing
“mei” sapa temanku sambil mengagetkan aku
“astagfirullah” jawabku
“eh jangan gitu dong nanti kalo aku jatuh gimana” jawabku dengan ketus
“ya maaf kita kan bercanda” jawab vonny
Pada waktu aku menghadap ke depan salah satu temanku menceburkan aku ke sungai sampai aku tenggelam dan nggak bisa bernafas, untunglah pada saat itu ada orang yang membantu aku untuk ke tepi sungai, setelah kejadian itu aku tidak diperbolehkan bermain bersama temanku dan aku juga trauma melihat sungai yang cukup besar karna mengingatku dengan trauma yang dulu.

Cerpen Karangan: Mailatullia Khariri
@Maila Kharina

Cerpen Trauma Yang Menganehkan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Selamat Jalan Nia

Oleh:
“ih kenapa nia gak pernah mau balas surat aku?” tanyaku sambil kesal dalam hatiku. “dan kenapa mulai beberapa hari ini nia berubah?” tanyaku lagi dalam hatiku. Lalu aku menulis

Detektif Latifa

Oleh:
Pada Pagi hari Latifa bersiap-siap untuk pergi ke sekolah. Latifa berpamitan kepada Ibu dan Ayahnya. Latifa pergi ke sekolah memakai sepeda dengan riang sambil bernyanyi-nyanyi. Saat sudah sampai Latifa

Impian Kayra

Oleh:
Halo! Namaku Kayra. Aku lahir dalam keluarga kurang berada. Aku tidak bisa sekolah karena tidak bisa membayar buku-buku sekolah. Kehidupan ini tidak akan berlangsung lama, kok. Pagi itu, aku

Menjadi Yang Lebih Baik

Oleh:
Perkenalkan namaku, Lala Prisicilia. Sekarang aku duduk di kelas dua SMP. Menurutku dan menurut orang di sekitarku sikap dan perilakuku sudah jauh lebih baik dari dua tahun yang lalu.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Trauma Yang Menganehkan”

  1. nico says:

    tiba tiba kok kecebur? saya berharap ending nya lebih baik. Sedikin kritikan saya 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *