Ucapan Selamat Tinggal Yang Tidak Jadi Diucapkan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak
Lolos moderasi pada: 18 October 2013

Hai namaku Ami, sekarang aku duduk di bangku kelas 5 SD aku memiliki seorang kakak kelas yang menurutku sangat sempurna, di antara kakak kelas ku yang lain aku sangat jarang mengobrol dengan yang lainnya karena aku termasuk anak yang pendiam. Namun kakak kelasku yang satu ini beda banget dia selalu menemaniku pada saat apapun, kami melewati hari hari yang indah, kakak kelasku yang menurutku sempurna itu ada 2, perempuaan semua sih namanya rasti dan zahra aku sangat senang bersaa mereka, di sekolah kami melewati hari-hari yang indah.

Pada suatu hari kak kelas ku itu mendapat tugas dari wali kelasnya namanya ibu Anna mereka disuruh kerja bakti pada saat istirahat pertama, aku jadinya bermain dengan teman temanku namun aku merasa bosan jadi aku duduk saja di dekat tanaman yang aku pernah tanam dengan kak rasti dan kak zahra. aku kaget ketika teman sekelasku yang laki laki mendorong tubuhku sehingga terjatuh, aku merintih kesakitan ternyata lututku mengenai sebuah batu besar dan berdarah sedikit, sahabat sahabat ku yang laki laki maupun yang perempuan ikut membantuku berdiri guru kelas ku yang sedari tadi memperhatikan ku ikut membantu ku berdiri. Tak sanggup ku menahan tangis ku sakit sekali rasanya mungkin semuanya yang ada di sekitar tempat ku duduk mengerti perasaan ku sehigga mereka membiarkan ku terus berlari sampai ke dalam kelas, sampai di kelas aku ditanya oleh temanku “ami, kenapa kakimu? sama siapa sehingga kau seperti itu?” aku hanya menjawab ” siapa lagi kalau bukan gara gara anak-anak nyolot itu” aku segera berjalan ke mejaku dan mengambil kotak P3K, aku memang membawa kotak itu setiap hari, ku obati lukaku, setelah itu aku melihat kakak kelasku baru selesai kerja bakti aku langsung menemuinya dan menceritakan kejadin hari ini, kakak kelasku hanya bisa menghibur seperti biasa “ya sudah lah mi, nggak usah dipikirin memang kayak begitu kerjaan nya ngga usah nangis masa udah kelas 5 nangis sih” kata kak zahra “iya masa jagoan kakak nangis ngga seru ah” kata kak rasti “kakak bener aku ngga boleh nangis makasih ya kak udah ngehibur aku” kata ku “iyaa sama-sama ami kakak mau masuk kelas dulu ya mau makan bekal, lapar soalnya” “ya sudah deh kak dah kakak”

Aku berniat kekantin sampai di kantin aku bertemu dengan anak-anak nyolot itu, aku hanya menyuekinya saja mereka hanya membalas dengan kata “aku minta maaf ya ami aku ngga sengaja maafin aku ya please” “ya udah lah pergi sana” akhirnya mereka pergi, lalu aku masuk kelas dan mulai pelajaran lagi.

Ketika pulang sekolah kakak kelasku mengajak ku ke taman kota, sekolah kami memang dekat dengan taman kota. Setelah sampai di taman kota kak zahra memelukku dengan erat dan air matanya mulai mengalir “selamat tinggal ami kakak baru bilang sekarang” kata kak zahra “apa maksud kakak aku tidak mengerti?” tanya ku penasaran “kakak diminta buat bersekolah di dekat rumah pamannya kakak itu berarti kakak tidak bisa bertemu dengan mu lagi” tangis kak zahra “kenapa kakak baruu bilang sekarang?” kata ku dengan rasa kecewa “kakak takut kamu sedih makanya kakak bilang sekarang” “maafin kakak juga ya ami kakak harus ikut sama kak zahra karena orang tua kami sudah menyetujuinya ami jangan sedih ya” “iya kak tapi aku pulang dulu ya” “ya udah”

“assalamualaikum bu”
“waalaikum salam eh anak ibu sudah pulang kenapa kamu kok cemberut sih apa ada hubungan nya sama kakak kelasmu itu”
“iya bu mereka akan pindah rumah dan juga sekolah”
“ya udah kamu pasti capek istirahat dulu sana makanannya ada di meja ya sayang”
“iya bu”
“ibu ingin pergi sebentar ya nak”
“iya bu”
Ternyata ibu nya ami pergi ke rumah kak zahra kebetulan ada orang tuanya rasti juga
“maaf mengganggu sebentar ini tentang ami” kata ibunya ami
“iya ma tadi ami sedih banget zahra nggak mau ninggalin ami ma zahra mohon” kata zahra memohon “iya ma aku juga” kata rasti “tapi mama sudah berjanji pada paman mu” kata mama zahra “ah mama kalau begitu aku ngga mau makan 3 hari” ya udah deh mama turutin tapi buat kejutan untuk ami akhirnya mama zahra membisikkan ide nya pada ibunya ami akhirnya mereka semua setuju

“selamat tinggal kakak kelasku tersayang” kata ami di halaman rumahnya
“ami ngasih ucapan selamat tinggal untuk siapa kita ngga jadi pergi kok” kata zahra dan rasti serempak dari belakang ami, ami menoleh ke belakang dan memeeluk mereka semua

Cerpen Karangan: Charisa Dwi Santika

Cerpen Ucapan Selamat Tinggal Yang Tidak Jadi Diucapkan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pertama Kali Ke Toko Buku

Oleh:
Halo teman teman namaku Susi Anya Putri. Aku mempunyai seorang kakak bernama Sasa Lira Putri. Aku terlahir dalam keluarga sederhana. Aku sebenarnya belum pernah ke toko buku. Hahaha… malu

Yang Lebih Baik

Oleh:
Namaku Zahira, aku adalah seorang anak yang terkena Leukimia. “Zahira, sudah waktunya minum obatmu nak!” kata ibu sembari membawa obat-obatan untukku. “Untuk apa bu aku minum obat? percuma saja

Jujur Itu Membawa Berkah

Oleh:
Pada suatu hari, di sebuah kota besar hiduplah sebuah keluarga kaya raya yang terdiri dari pak dodi, bu wina dan anaknya perempuan bernama tania. Sore itu, bu wina bersama

Melody’s Lovely Songs

Oleh:
Senandung Melody berpadu dengan suara-suara bising ala pagi hari di kampungnya, entah itu suara para ibu-ibu yang sibuk membangunkan anaknya ataupun suara tukang sayur keliling yang menjajakan dagangannya dengan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

2 responses to “Ucapan Selamat Tinggal Yang Tidak Jadi Diucapkan”

  1. charisa dwi santika says:

    Yeayyy akhirnya cerpenku dimuat baru buka http://www.cerpenmu.com sekarang makasih buat kakak kakak yang udah memuat cerpenku

  2. Ami says:

    nama tokoh sama…tapi gak papa lah….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *