Ulang Tahun Papa Bikin Iri

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak
Lolos moderasi pada: 14 September 2016

Hari ini adalah tanggal 18 dan tepatnya papaku ulang tahun setiap keluargaku ulang tahun selalu dibelikan kue ulang tahun atau pun kado. Aku dan kedua kakakku pun berdiskusi untuk membelikan kue atau kado.

“Eh kita kasih Kado atau Kue nih?” tanya kakakku yang pertama bernama Febby
“Kita kasih kue aja!!” Usul kakakku yang kedua bernama Fuji.
Aku yang sedari tadi diam saja karena aku tidak suka ulang tahun papa dirayakan akhirnya kak feby menegurku.
“Eh kok kamu diam aja sih?” Tanya kak Feby kepadaku
“Emmm… Aku mau Sama adik dulu ya!” Jawabku beralasan
“Kamu jangan banyak alasan deh!” kata kak Fuji
“Ih kakak aku gak alasan!” jawabku
“Ya udah biarin aja dia mah!” jawab kak Feby
“Oke aku nurut” jawabku
“Nah gitu dong Fina!” Kata kak Fuji
“Gimana usul kamu?” sambung kak Feby
“Terserah kakak deh!” jawabku
“Gak Boleh terserah!!” Katak kak Feby
“Oke… aku milih kue Black Forest aja deh!” Jawabku dengan malas
Dan akhirnya aku dan kedua kakakku memilih kue Black Forest. Untuk itu aku dan kedua kakakku meminta izin untuk membeli kue yang seharga 200 ribu itu

“Mah aku mau beli kue black Forest untuk papa ya!” Izin kak Feby
“Silahkan tapi ajak adik kamu ya!” jawab mamah
“Iya mah!” kata kak Fuji
Lalu aku adikku, Raihan Dan kedua kakakku membeli kue ulang tahun. Di atas kue ulang tahunnya Ada tulisan

“Happy Birthday Papa”
“We Love You”

Setelah membeli kue ulang tahun aku Raihan dan kedua kakakku pulang dan segera Menaruh Lilin angka 44 dan menunggu papa pulang. Pada saat papa pulang aku sengaja untuk mengurung diri di kamar dan aku mendengar lagu selamat ulang tahun yang dinyanyikan oleh mama, Raihan, Kak Feby, Kak Fuji

“Selamat Ulang tahun Kami Ucapkan Selamat sejahtera sehat sentosa.. Selamat panjang umur dan Bahagia…!”
Selesai menyanyikan lagu ulang tahun mereka berfoto-foto dengan asyik sementara aku hanya mengunci diri di kamar. Dari dulu pada saat aku ulang tahun aku gak pernah dibelikan kue dan maka dari itu aku sangat sebal!!. Dan aku mendengar suara papa dari kamar “Fina mana Fina?” teriak papa
“Fina!!! sini cepat” Lanjut Mamah

Papa makin penasaran lalu dia pun ke kamar Fina memang benar kamar Fina dikunci dan untunglah Raihan adik Fina mempunyai kunci Cadangan dan saat papa membuka kamar Fina, SREEEEKKKK!!! ternyata Fina sedang nangis tersedu-sedu akhirnya papa pun menanyakan hal itu “Fina kenapa kamu nangis?” tanya papa
“Enggak papa pah” jawab Fina
“Jawab lah yang sejujurnya Fina!” Kata papa
“A…ku Cu…ma… Gak… Su…ka Ka…lau… Pa..pa… di…beli…kan… kue… ulang ta..hun” jawab Fina Terbata-bata
“Ooo… jadi kamu Iri ya sama papa, karena dari dulu kamu gak pernah dibelikan kue ulang tahun dan meniup lilin di kue ulang tahun” jawab Papa memahami omongan Fina
Tiba-Tiba pada saat aku dipeluk oleh papa ada yang bilang “Cieeee, Ada yang lagi Iri nih” Ternyata itu kak Feby yang ngomong
“Hahaha” kata Raihan menertawakanku
“karena Ulang tahunnya papa yang ke 44 Fina jadi Iri…” Sambung kak Fuji
Dan Mulai Sekarang Aku gak pernah iri jika papa atau mama dan saudara-saudariku ada yang ulang tahun karena… Tahun Depan aku Dirayakan juga… Hooooreeee

Cerpen Karangan: Fadiyah
Facebook: Fadiyah
Hallo Nama Saya Fadiyah
Tanggal Lahir saya 03-Februari-2006
Dan Orang tua saya Agus dan Irmawati

Cerpen Ulang Tahun Papa Bikin Iri merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sebuah Ladang Misterius

Oleh:
Namaku Hasna. Di sekolahku. Saat pelajaran tiba, katanya guru bahasa Indonesia akan menceritakan sebuah ladang tak terlihat. Saat Bu guru Sudah selesai menceritakan. “Sebuah cerita tadi. Kita tidak boleh

Hujan Sebuah Realita

Oleh:
Di negara kita memang hanya mengenal dua musim, hujan dan kemarau. Kalau gak hujan ya panas pastinya. Panggil saja gue Mul, gue tinggal di desa di salah satu kabupaten

Pesan Dari Ayah

Oleh:
Pagi-pagi sekali aku dibangunkan oleh ayahku. Kulihat jam masih menunjukkan pukul 03.30. “ada apa yah? Pagi-pagi kok sudah membangunkanku” ucapku dengan wajah yang masih mengantuk. “ayo ikut ayah, bantu

Koin Keberuntungan

Oleh:
Saat itu, Sissy dan teman-temannya sedang bermain petak umpet. Salah satu temannya jaga, dan yang lainnya sembunyi. Saat itu Sissy bersembunyi di dekat danau kecil yang nan indahnya. Tiba-tiba

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *