Ulang Tahun Yang Paling Bahagia

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak
Lolos moderasi pada: 4 October 2015

Aku menutup bukuku setelah selesai ngerjain PR-PR sekolah buat besok. Aku teringat, besok tanggal 30 juni, hari dimana aku dilahirkan, hari ulang tahunku.
“Kuk..kurru..yuukk….” kokokan ayam itu membangunkanku. Oh, ternyata sudah pagi. Tapi aku merasa heran, karena sepi di kamarku. Kok gak ada yang ingat ulang tahunku ya?

Saat sedang asyik makan, terdengar alarm dari hp-ku.
“Ayo dong, Lia. Cepat tengok Hp kamu itu, kayaknya ada yang nelpon.” Ayah menyuruhku, karena kesal dengan suara itu yang dari tadi mengganggu acara makan pagi itu.
Aku langsung pergi melihat Hp-ku. Oh, betapa terkejutnya aku, hari ini aku ulang tahun. Tapi keadaan rumah kayak gini, tak ada kejutan, atau apa? ucapan selamat ulang tahun pun tak ada.

Aku sedikit kesal saat berjalan pergi ke sekolah, pasti deh teman-teman di sekolah, juga gak ada yang inget. Nah, kan, emang gak ada yang inget. Mereka toh biasa-biasa aja hari ini.
“Lia!! kenapa kamu bengong? Ibu bertanya tadi kamu gak jawab?” tegur Bu Sinta saat melihatku melamun.
“Eh, iya bu. Ibu tadi emang mau nanya apa?”
“Tuh kan, kamu enggak mendengarkan penjelasan Ibu dari tadi. Sekarang cepat ke depan kelas. Berdiri sampai jam istirahat.” jelas Bu Sinta dengan marah-marah.
“Iya, bu.” jawabku lemas. “Huh, di hari ulang tahunku, bukannya hadiah kado yang ku dapat, tapi hukuman” batinku.

Setelah jam istirahat, aku langsung ke kantin dengan teman-teman.
“Maaf ya, Li, tadi kamu kena hukuman. Kamunya sih, bengong melulu di kelas tadi. Aku tadi udah berusaha negur kamu saat Bu Sinta bertanya. Eh, kamunya gak dengar-dengar sih!!” ujar Vita menjelaskan perihal aku kena hukuman tadi.
“Ya gak apa-apalah, Vit. Itu mah emang salahnya aku, bengong.”
“Emangnya kamu lagi mikirin apa sih. Sampe dibawa-bawa ke kelas?”
“Kalau pun aku cerita, kamu juga gak bakal respon. Gini, kamu inget gak har ini hari apa?”
“Ya hari kamis lah, emangnya hari apa coba? eh, tunggu-tunggu, aku inget. Ini kan hari final pertandingan bola di kota kita. Untung kamu ngingetin. Kalau kamu mau, ajak deh, semua anggota keluarga kamu ke rumahku malam ini, kita barengan nontonnya, ya” ujar Vita dengan mata berbinar.
‘tuh, kan. Dia gak inget” batinku, “Iya, deh.” ku jawab dengan lemas.

Tepat jam 6 malam, aku dan keluargaku sudah sampai di rumahnya Vita. Tapi aku heran, rumahnya kok sepi, ya?
“Bu, kok rumahnya Vita gelap ya, bu? ada gak ya, orangnya?”
“coba deh, kamu pencet belnya. Mungkin lampu rumahnya lagi mati!”
“Ya deh, bu.” ku langsung pencet. Lalu, tiba-tiba lampu di rumah itu menyala terang. Pintu terbuka. Di dalamnya terpasang tulisan di dinding, “HAPPY BIRTHDAY LIA” dan ku lihat banyak balon-balon, dan dekorasi-dekorasi menarik ala ulang tahun. Aku tersenyum senang.
“SURPRISE!!!” mereka langsung meneriakkan itu semua ketika aku masuk ke dalam rumah itu.

Lalu ku lihat, Vita ke luar dari arah dapur membawa kue ulang tahun besar berangkakan 14 tahun.
“Waaww.. cantiknya. Aku kira kamu lupa ulang tahunku.”
“Ya gaklah, masa aku lupa sama ulang tahun sahabatku sendiri. Nih kadonya.” sambilnya memberikan sebungkus kado berpita merah.
“Thanks ya, Vit.” sambilku memeluknya dengan erat-erat.
“Ayo dong, kita tiup lilinnya dan potong kuenya.” ujar Ibu.

Lalu kami bersama-sama menyanyikan lagu selamat ulang tahun, lalu ku tiup lilinnya. Dan memotong kuenya tuk disantap beramai-ramai.
“Ye, Lia, tadi cemas ya, nggak dirayain! lemes-lemes gitu dianya” sindir Ibu.
“Yaa, Ibu tahu aja deh!”
“Tapi, Lia nggak boleh kecewa, lemes gitu dong, kalau emang gak dirayain. Karena, kalau kita punya rezeki kita boleh ngerayain. Kalau nggak, ya doa aja udah cukup kok…” jelas Ayah menambahkan.
“Iya Ayah, Lia kan selalu inget pesan Ayah!! Lia akan jadi anak yang ceria walaupun gak dirayain ulang tahun, Swear, deh.” Jawabku sambil menjulurkan lidah. Hahahaha.

Semua yang ada di ruangan itu tertawa. Aku pun ikut tersenyum. Dengan ulang tahun hari ini, membuatku bertambah dewasa. Untuk menjalani hari-hari yang mulai menanjak ini. Aku harus tetap semangat menjalani hidup walau apapun yang terjadi. Dan selalu mendekatkan diri pada Tuhan yang Maha Esa.

“ulang tahun yang sangat menggembirakan, untukku.”

Cerpen Karangan: Adelia Puspareny
Facebook: Adelia Puspareny

Cerpen Ulang Tahun Yang Paling Bahagia merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Mbo Tuti, Pelatih Senam Aerobik

Oleh:
Di seberang sana terlihat perkumpulan beberapa orang yang tengah berlatih senam aerobic. Keringat terlihat membasahi tubuh mereka. Kelas lain sudah berlatih dari jauh-jauh hari, sedangkan kelasku belum pernah sekalipun

Geometri

Oleh:
“Yang jelas, geometri itu bentuk!” Ujar salah satu temanku ketika aku bertanya pada mereka. “Bukan. Geometri itu permainan. Geometry dash!” Ujar temanku yang lain. Ah, entahlah. Aku tak tahu.

Make Raisin Cake

Oleh:
Namaku Alica Cintya Zahra. Umurku 12 tahun. Aku mempunyai dua sahabat yang bernama: Nisa dan Chika. Hari ini, aku dan kedua sahabatku akan membuat kue bersama-sama untuk tugs sekolah

My Earth

Oleh:
Namanya Meli. Dia kini duduk di kelas 8, di sebuah sekolah ternama di kotanya. Dia tidak terlalu menyukai hal-hal realistis yang membuatnya harus berfikir sampai jenuh. Bahkan dunia khayalnya

Jika Kembali Bersama

Oleh:
Entah kenapa bisa aku teringat ingat sesosok saudara yang mirip denganku. Namun aku tak ingat tak ingat seluk beluknya. Orangtuaku sudah berpisah, hanya aku yang tinggal bersama Ayah. Namaku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *